
"Kak, serius?" tanya Aqeela saat Desta pamit keluar rumah.
"Serius, aku gak mungkin narik ucapanku kembali," jawab Desta.
"Bukan itu," balas Aqeela.
"Lalu?" tanya Desta keheranan.
"Bisa tanpa taruhan?" ucap Aqeela meminta penjelasan Desta.
"Bisa," sahut Desta meyakinkan.
"Aku berangkat dulu, ya. Jaga rumah baik-baik," pamit Desta sambil mengecup kening Aqeela.
"Hati-hati," balas Aqeela mencium punggung tangan Desta.
"Udahan belum adegan 18++ nya?" seru Wawan yang baru datang.
"Ganggu aja!" balas Desta.
"Bye Qeela," kata Wawan melambai ke Aqeela.
"Ayo, berangkat!" kata Desta menarik tangan Wawan menjauh dari rumahnya.
"Bye juga," balas Aqeela menutup pintu rumahnya.
Setelah kepergian Desta N the Genk, Aqeela tampak gelisah.
Ia berusah meyakinkan hatinya bahwa suaminya sanggup mengatasi tantangan kali ini tanpa taruhan.
Bibirnya terus bergerak-gerak membaca serangkaian doa.
****
Desta N the Genk sudah berada di lokasi yang sudah Gimbal tentukan.
"Akhirnya datang juga elo," ledek Gimbal yang datang ditemani seluruh anak buahnya sedangkan Desta hanya bertiga.
__ADS_1
"Gimana udah siap?" tantang Gimbal.
"Oke," balas Desta dengan wajah tenang.
"Sepuluh juta!" Gimbal mengeluarkan amplop coklat tebal ke hadapan Desta.
"Simpan duit, elo!" Desta menyingkarkan amplop coklat Gimbal.
"Ngeremehin gue?" solot gimbal tidak terima.
"Selow, Bro," jawab Ronald.
"Dengerin bos gue, dulu!" sahut Wawan.
Gimbal menatap Desta dengan sorot mata tidak terima.
"Kalo gue menang, jatuhin semua dan apapun tentang gue. Gue gak mau geng kamu ngerusuhin apapun yang sudah jadi milikku!" tegas Desta.
"Kalo elo kalah?" tantang Gimbal.
"Semua yang jadi milik elo akan jadi milik gue, deal!" potong Gimbal dengan tawa keras membahana di jalanan sepi tersebut.
"Oke, deal!" ucap Desta tidak mempedulikan pelototan Ronald dan Wawan.
"Elo gila bro. Nasib bini elo, gimana?" bisik Ronald.
"Selow, Nald. Gue tahu celahnya si Gimbal," ucap Desta sambil lirih berusaha silent, agar tidak di dengar Gimbal dan gengnya.
"Oke, kita mulai sekarang!" putus Gimbal seolah tidak ingin berlama-lama.
Desta dengan gerak cepat naik ke motor sportnya, begitupun Gimbal.
Seorang gadis cantik berdiri di hadapan keduanya membawa bendera.
Hitungan ketiga keduanya mulai beraksi di jalanan.
Desta berusaha mengemudikan motornya dengan stabil dengan kecepatan tinggi. Bhakn posisinya sudah berada di depan Gimbal.
__ADS_1
Gimbal yang berusaha menjadi Desta, selalu gagal karena Desta dengan lihai menaikan kecepatannya.
Lawannya itu berusaha mempermainkan dirinya. Gimbal tampak geram melihatnya.
Saking geramnya, Gimbal berusaha menyenggol motor Desta yang melaju stabil. Beruntung Desta bisa menguasai stang. Andai tidak, ia bisa jatuh tersungkur dengan mudah ke aspal.
Sementara, Ronald dan Wawan yang melihat dari jauh terlihat mulai resah.
"Nald, feeling gue gak enak, nih," bisik Wawan.
"Sama, si Gimbal kayaknya mau berlaku curang," balas Ronald.
"Kita hubungi Vian, suruh dia memata-matai gengnya si Gimbal," bisik Ronald.
Wawan dengan sigap meraih ponsel dan menghubungi Vian. Sedangkan Ronald menyaksikan aksi Desta dan Gimbal yang saling salip.
Namun, Gimbal masih belum berhasil mendahului Desta.
Wajah-wajah tegang mulai terlihat di wajah anak buah Gimbal. Mereka berkerumun, membicarakan sesuatu.
Ronald hanya bisa melihatnya dari jauh. Namun, jiwa-jiwa gengsternya mengatakan bahwa mereka merencanakan hal licik.
Sesekali iaenoleh ke arah Wawan yang masih menghubungi Vian.
"Gimana?" tanya Ronald begitu Wawan mengembalikan ponselnya ke saku.
"Dia siap," jawab Wawan berusaha senetral mungkin agar tidak dicurigai pihak lawan.
"Oke, kita lihat apa yang mereka rencanakan. Mereka curang, kita bisa lebih curang," geram Ronald.
****
Bersambung ya, gengs ...
Udah ngendap lama, nih mereka.
❤️❤️❤️
__ADS_1