MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Maaf


__ADS_3

Aqeela kembali ke ruang guru. Kondisinya sekarang sudah lebih tenang dibandingkan tadi pagi.


Di hadapannya ada Pak Luqman wali kelasnya, Pak Juna waka kesiswaan, Mama Daffa, dan Daffa. Kebetulan Pak Handoko hari ini jadi instruktur upacara jadi mengamanahkan kasus Aqeela ke Pak Juna selaku waka kesiswaan.


Sedangkan di samping Aqeela ada Desta, Doni, dan Ustadzah Dewi.


Mama Daffa yang melihat ada pemuda ganteng berjas bersama Aqeela membuat nyalinya sedikit menciut. Tapi karena rasa dendamnya yang dalam mengalahkan segalanya.


"Okay.... Baiklah. Karena semua sudah berkumpul. Aqeela juga sudah siap. Akan saya mulai." Kata Pak Juna sambil memandang wajah di depannya satu per satu.


"Sekarang saya persilahkan dari pihak Mama Daffa untuk memulai. Ibu, silahkan ibu mengatakan alasan ibu melakukan perbuatan kasar tadi terhadapan Aqeela." Pak Juna mempersilahkan mama Daffa mencurahkan isi hatinya.


"Saya sangat membenci perempuan itu." Sambil menunjuk ke arah Aqeela tapi tak ada reaksi terkejut di wajahnya. Aqeela berusaha maklum dengan tingkah Mama Daffa yang ingin melindungi anaknya.


"Karena perbuatannya, anak saya harus duduk di kursi roda. Dan menjalani terapi selama bertahun-tahun." Mata Mama Daffa mulai berkaca-kaca.


"Mengubah Daffa yang ceria menjadi Daffa yang pemurung. Tidak mau sekolah. Tidak mau berteman." Mama Daffa menatap wajah putranya yang hanya menunduk.


"Karena itu, saya meminta pihak sekolah untuk menjauhkan dia dari anak saya. Jika tidak saya akan menuntut Aqeela secara hukum." Ucap Mama Daffa dengan geram. Membuat Aqeela semakin mengeratkan genggaman tangan Desta.


"Sabar ya Beb..." Bisik Desta walaupun tak ada reaksi apapun dari Aqeela.


"Jadi ibu meminta kami memindahkan kelasnya Daffa? Supaya tidak sekelas dengan Aqeela? Begitu maksud ibu?" Tanya Pak Luqman.


"Tidak hanya pindah, tapi keluarkan Aqeela dari sini." Seluruh penghuni ruang guru tercengang mendengar permintaan Mama Daffa.


Dalam hati tentu saja mereka tentu tidak menerima sosok sehebat Aqeela harus dikeluarkan dari sekolah hanya demi seorang Daffa yang notabene siswa baru.


"Aqeela, kalau menurut Aqeela bagaimana?" Pak Juna berusaha bijak. Ia beralih ke Aqeela.


Aqeela merasa disebut namanya, segera mengangkat wajahnya. Masih terlihat sendu.

__ADS_1


"Daffa, permintaan saya hanya satu. Katakanlah yang sebenarnya ke mama kamu." Ucap Aqeela tenang.


"Saya memang tidak punya bukti kuat untuk mengatakan saya tidak bersalah. Karena buktinya itu adalah kamu. Kamu yang tahu bagaimana yang sebenarnya." Ucapan Aqeela masih sangat tenang tidak ada emosi di nadanya.


"Ada apa ini Daffa?" Mama Daffa menatap tajam ke arah Daffa seolah meminta penjelasan.


"Daffa, bagaimana Nak?" Pak Luqman berusaha menegahi, agar Mama Daffa tidak emosional lagi.


Daffa bernapas panjang, menelan salivanya sebentar.


"Baiklah Mama, Aqeela, Daffa akan mengatakan kebenarannya." Kata Daffa dengan berat.


"Mama, sebenarnya waktu itu Aqeela benar-benar yang menolong Daffa." Ucap Daffa dengan cemas.


"Maksud kamu?" Bentak Mama Daffa.


"Dengarkan dulu ma.." Pinta Daffa dengan suara keras mengimbangi suara Mamanya.


Saya dan Aqeela adalah teman sekelas semasa SD. Aqeela anaknya sangat supel. Ia cantik, baik dan pintar. Semua guru menyukai dan memuji Aqeela.


Semua teman-temanpun menyukai Aqeela. Termasuk saya. Saya selalu ingin dekat dengan Aqeela. Tapu cara saya salah.


Saya sering membully Aqeela. Entah itu hanya sekedar meminta bekalnya. Uang sakunya. Bahkan mencontek PRnya.


Semua saya lakukan hanya supaya saya bisa melihat dan berbicara dengan Aqeela.


Awalnya Aqeela tidak membantah. Tapi karena saya terlalu sering membuat Aqeela marah dan melawan.


Sayapun tidak terima. Akhirnya kami sering bertengkar. Sering dimarahi guru bersama. Sampai orang tua kami dipanggil.


Dari situ Mama dan Papa saya mengenal Aqeela yang suka memukul dan berantem dengan saya.

__ADS_1


Ternyata bukan hanya saya yang sering berantem bahkan ada beberapa kakak kelas juga yang sering terlibat adu jotos dengan Aqeela.


Rekor Aqeela lebih tinggi dari saya, saat itu.


Sampai kemudian pas pulang sekolah, saya di hadang beberapa Kakak Kelas di tengah jalan. Mereka berusaha memalak saya.


Kebetulan waktu itu uang saku saya habis. Sehingga saya tolak permintaan mereka. Tapi yang terjadi justru mereka memukuli saya. Menendang saya. Bahkan ada yang menginjak kaki saya.


Beruntung Aqeela datang, dia menolong saya. Mengusir Kakak Kelas itu. Aqeela yang membawa saya pulang dengan becak.


Tapi begitu sampai di rumah, bukannya ucapan terima kasih yang ia terima. Malah cacian dan makian mama yang dia terima.


Mama sama sekali tidak meminta penjelasan apa yang sebenarnya terjadi.


Cerita End


"Mama, jadi sebetulnya ini bukan salah Aqeela." Pungkas Daffa.


"Qee, maafkan aku ya... karena baru sekarang berani cerita ke mama." Daffa nampak menyesal.


"Jadi... dia.. dia.. beneran nolong kamu?" Mama Daffa sangat terpukul.


Daffa hanya mengangguk membenarkan semuanya.


"Aqeela... " Mama Daffa menghambur memeluk Aqeela.


"Maafkan tante ya..."


💖❤💓💖❤💖💓💖💓💖


**Selamat Idul Fitri 1441 H

__ADS_1


Mohon Maaf Lahir dan Batin**


__ADS_2