
Desta dan Aqeela berjalan beriringan menuju sebuah warung yang ada di ujung Gate pintu masuk perumahan mereka.
Keduanya sengaja berjalan kaki sekedar melemaskan kaki, berolah raga. Juga untuk menyapa tetangga.
"Bae, aku panggil ayah sama ibu ya... Sapa tahu mereka juga mau ikut." Pinta Aqeela begitu dekat rumah orang tuanya.
Desta mengangguk, mengiyakan permintaan istrinya.
"Ayah.. ibu... " Teriak Aqeela begitu masuk ke dalam mencari keberadaan orang tuanya.
"Aqeela.. Ya Alloh kenapa teriak-teriak gitu." Kata ibu sambil tergopoh-gopoh keluar dari kamar.
" Ibu sama ayah gak segera jawab salamku siih..." Kata Aqeeka khawatir.
"Ibu habis mandi. Kenapa cari kam" Tanya Ibu.
"Ibu sudah sarapan belum?" Tanya Aqeela.
"Belum. Kenapa?"
"Ikut Qee sama Kak Desta sarapan di warung Bu Siti." Ajak Aqeela.
"Wah, kalian tau aja.. kebetulan ibu pas gak masak. Bentar ibu panggil ayah dulu ya.." Ibu kemudian masuk ke dalam sebentar dan keluar udah menggandeng ayah.
"Yaelah... ayah sama ibu mesra banget..." Oceh Aqeela.
"Lha...kamu gandeng sono sama Desta." Balas Ibu.
Yang disambut senyum lebar sama Desta.
"Ibu memang the best..." Bisik Desta.
"Berani kamu gombalin ibu ya..." Jewer Ibu
__ADS_1
"Awwhh.. ampun Bu... " Ibu melepas tangannya.
"Nanti di ulangi lagi ya Bu.." Kata Desta sambil berlari menyambar tangan Aqeela.
"Dasar anak genit.." Omel Ibu
"Udahlah Bu.. kan Desta ya begitu itu suka jahil tapi kan baik." Puji Ayah.
"Bapak dan menantu sama aja...11 - 12."
Tapi ibu tetap tersenyum.
💗💗💗💗💗💗💗💗💗
Di warung Bu Siti
Sepiring nasi rawon
Sepiring nasi soto
empat gelas teh hangat
Tersaji di meja tempat Aqeela, Desta, Ayah dan Ibu duduk.
Keempatnya menikmati sarapannya masing-masing.
"Mbak Aqeela sama keluarganya kompak banget siih... " Puji Bu Siti.
"Kebetulan, Bu. Aqeela mulai hari ini libur awal puasa. Kan besok kita udah puasa. Nanti malam tarawih." Jawab Aqeela setelah menghabiskan sarapannya.
"Ah, iya benar.. Nanti malam sudah tarawih ya, Mbak. Sayang ya Mbak... masjid dari sini jauh. Saya kasihan sama anak-anak Mbak kalo harus ke masjid." Bu Siti sedikit curhat.
"Lhoo Bu Siti belum tau too, Kan rumah Aqeela dipake tarawih." Bu Syarief dengan kaget, ternyata masih ada ibu di kompleknya yang belum tahu kalau rumah Aqeela di gunakan sholat tarawih.
__ADS_1
"Yang bener Mbak?" Ulang Bu Siti, khawatir pendengarannya salah.
"Beneran kok Bu." Jawab Aqeela.
"Ya sudah, kalo begitu nanti malam saya akan ngajak anak-anak dan suami ke sana." Kata Bu Siti dengan girang.
"Siap Bu... " Kata Aqeela.
"Eh, Bu Siti nanti pas Bulan Puasa jualan ndak?" Tanya Desta tiba-tiba.
"Jualan Mas, tapi buka sore menjelang buka sampai maghrib. Kenapa Mas?" Tanya Bu Siti aneh saja melihat ada anak muda yang belum tahu jam bukanya saat Puasa.
"Gak pa_pa nanya doang." Kata Desta tersenyum jahil.
"Kak, gak usah godain Bu Siti kali. Tuh kasihan orangnya bingung lihat Kakak." Omel Aqeela.
"Hee hee gak pa_pa kok Mbak... Mas ini siapa Pak, Bu?" Kali ini Bapak dan Ibu Syarief yang menahan senyum melihat Bu Siti bertanya balik tentang keberadaan Desta.
Yaa..kan belum semua tahu tentang pernikahan mereka. Waktu akad dulu yang di undang hanya beberapa.
Dan ibu-ibu yang ikut kajian juga hanya sebagian kecil saja. Jadi, wajar kalo ada yang belum tahu Desta.
"Menantu kami, Bu..."
💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗
**To be continue...
Syok banget dong Bu Siti dengar jawaban Ayah Syarief.
Keep yaa.. part nya
See Next episode
__ADS_1
Makasii supportnya**....