
Aqeela terbaring lemas di sofa ruang tamu Mommy. Wajahnya pucat. Ia berbaring dengaan kepala beralaskan paha Desta.
"Aqeela, kamu baik-baik saja kan sayang?" Tanya Mommy panik.
Desta terus menerus memijat kepala istrinya.
"Pusing banget Mi." Kata Aqeela.
Jum'at kemarin setelah Kajian, Aqeela dan Desta menginap di rumah Mommy. Karena memang sudah jadwalnya begitu, setiap weekend menginap di rumah Mommy. Nemenin Mommy dan Daddy kalo pas di Indonesia. Kalo mereka ke luar negeri, ya mereka berdua tetap di rumah.
Ternyata begitu sampai di rumah Mommy, Aqeela malah mengeluh pusing dari semalam. Sampai Desta tak bisa tidur.
"Mi, Aqeela aku bawa ke kamar aja yaa..." Kata Desta.
"Ya udah bawa masuk ke kamar saja. Istirahat." Kata Mommy mengiyakan permintaan anaknya walaupun ia ingin banyak bercerita dengan menantu kesayangannya itu.
Desta langsung menggendong Aqeela ala bridal style masuk ke kamarnya.
"Bae... "
Aqeela teringat kejadian tiga bulan lalu
Malam setelah tasyakuran masjid.
Aqeela duduk di depan meja riasnya, membersihkan sisa-sisa make up. melaburkan body lotion ke seluruh tubuhnya. Dan menyisir rambutnya.
Desta yang baru keluar kamar mandi melihat Aqeela yang kesulitan menyisir rambutnya segera mengambil alih jungkit dan membantu istrinya merapikan rambutnya.
Sesekali ia mencium rambut istrinya yang wangi. Setelah rambut Aqeela rapi, Desta meletakkan jungkit kembali ke meja rias Aqeela.
Desta memeluk Aqeela dari belakang.
"Beb, kamu cantik sekali." Desta menciumi kepala, leher dan bahu Aqeela.
"Bae..." Suara Aqeela sedikit bergetar menahan setiap serangan bibir Desta.
Desta terus menghujani Aqeela dengan banyak ciuman. Jejak kemerah-merahan terpampang jelas di leher , bahu dan dada Aqeela.
Tangan Desta menjelajah ke setiap tubuh Aqeela. menelusup ke dalam dress Aqeela. Memainkan kedua area sensitif Aqeela dengan lembut. Aqeela hanya mendesah, menikmati ulah Desta.
Tanpa menunggu persetujuan istrinya, Desta menggendong Aqeela memindahkan ke kasur.
Desta melanjutkan aksinya, mencium dan meraba dengan lembut. Tidak ada sejengkalpun dari tubuh Aqeela yang luput dari serbuan bibirnya.
Berkali-kali Aqeela menggelinjang, merem melek. Dadanya serasa ingin meledak diperlakukan begitu.
"Beb, aku akan melakukannya sekarang ya..." Bisik Desta dengan lembut agar tak mengejutkan wanitanya.
"Lakukanlah, Bae... aku sudah siap." Balas Aqeela lirih, walaupun ada perasaan takut di hatinya. Tapi, ia tetap seorang istri yang mempunyai kewajiban pada suaminya.
"Tahan yaa.. Beb.. Kalo sakit katakanlah."Bisik Desta, Aqeela hanya mengangguk.
Desta membuka kedua kaki Aqeela dengan lebar, membawa kejantannya ke dalam area kepemilikan Aqeela.
"Awwh...., sakit Bae..."Jerit Aqeela. Desta menghentikan aktifitasnya, ia melihat ada kristal bening melesak keluar dari kedua sudut netra Aqeela.
Desta tidak tega melihat kondisi Aqeela. Perlahan ia menghapur kristal-kristal bening tersebut mencium mesra Aqeela, menenangkan kembali perasaan istrinya itu.
"Lanjutkan lagi Bae, aku gak akan kenapa-kenapa." Mendengar permintaan Aqeela, Desta mengulang kembali aktifitasnya.
Menyatukan kejantananya dengan kepemilikan istrinya.
"Awwww.... " Jerit Aqeela kembali.
"Beb, kita sudahi saja yaa..." Bisik Desta semakin tidak tega melihat kesakitan Aqeela.
__ADS_1
"Aku gak akan kenapa-kenapa. Lanjutkan Bae. Udah gak sakit." Bisik Aqeela.
Desta melanjutkan kembali. Dan setiap Aqeela meminta berhenti, ia akan berhenti. Jika Aqeela menginstruksikan lanjut, maka Desta melanjutkan dengan sangat pelan dan lembut. Bagaimanapun ia tak mau menyakiti istrinya.
Akhirnya keduanya bisa mengakhiri dengan pelepasan yang hanya mereka berdua yang tahu rasanya.
"Beb... makasii yaa..." Desta memeluk Aqeela dengan lembut, setelah pelepasan keduanya tadi. Aqeela hanya mengangguk lemah. Powenya sudah menurun karena perlawanannya yang seimbang.
"Masih sakit?" Tanya Desta.
"Masih..."Jawab Aqeela sambil mengeratkan pelukannya pada Desta.
ππππππππππ
"Bae...." Seru Aqeela melihat Desta panik gak jelas di dalam kamar.
Desta mendekati Aqeela. Menggenggam tangannya. Menciumi kening, mata, hidung, pipi dan bibir Aqeela.
"Beb..jangan sakit." Bisik Desta.
"Hei... dengarkan aku, sayang." Bisik Aqeela.
"Bae... aku udah telat dua bulan." Bisik Aqeela menyadari bahwa dua bulan ini, tamu bulanannya belum datang.
Desta yang mendengar perkataan Aqeela, nampaknya juga menyadari.
"Haa... benar juga." Gumamnya lirih, dua bulan ini ia melihat Aqeela tidak pernah absen sholat.
"Kenapa aku baru sadar." Desta memeluk Aqeela.
"Apa itu artinya, di dalam perut istriku ini akan hadir Desta dan Aqeela junior?" Bisiknya dengan lembut membelai perut Aqeela lembut.
"Sepertinya. Tapi aku tidak bisa percaya begitu saja, Bae..." Bisik Aqeela.
"Kamu mau aku belikan tespek sekarang?" Tanya Desta cemas. Aqeela hanya mengangguk menatap suaminya.
πππππππππππ
Mommy yang keheranan melihat Desta, keluar rumah begitu saja. Langsung melihat kondisi Aqeela di dalam kamar.
Mommy melihat Aqeela masih terbaring lemas di ranjang.
"Desta kemana, Qee?" Tanya Mommy begitu masuk ke kamar Desta.
"Ke apotik, Mi." Jawab Aqeela dengan lemas.
"Oowhhh..." Mommy duduk di tepi ranjang Aqeela. Membelai wajah Aqeela yang begitu teduh.
"Apa kamu masih pusing?" Tanya Mommy, Aqeela hanya menjawab pertanyaan Mertuanya dengan menganganggukan kepala.
"Adakah makanan yang ingin kamu makan, sayang?" Tanya Mommy dengan sabar.
"Belum ada, Mi. Aqeela, bole memeluk Mommy?" Pinta Aqeela penuh harap, sambil berusaha duduk.
"Tentu saja, sayang. Sini Mommy peluk kamu." Bisik Mommy sambil memeluk Aqeela dengan sayang.
"Terima kasih Mi." Bisik Aqeela.
πππππππππ
"Qeee....." Desta masuk ke kamarnya dengan napas ngos-ngosan.
Begitu melihat Aqeela sedang dalam pelukan Mommy, Desta masuk perlahan. Dan duduk di sebelah Aqeela.
"Hmmm... Aku juga mau dipeluk." Kata Desta dengan memelas.
__ADS_1
Mendengar ada suara Desta, Mommy dan Aqeela segera melepas pelukannya.
"Aiisshh...sudah gede juga masih pengen dipeluk Mommy." Celoteh Mommy tidak menggubris permintaan Desta.
"Kan Desta anak Mommy juga." Bisik Desta berusaha memeluk Mommynya. Aqeela yang melihat tingkah konyol suaminya akhirnya ikut tertawa walaupun sebentar.
"Tuuh...liat istri aku aja sampe tersenyum gitu." Goda Desta ke Mommy.
"Kamu beli obat apaan?" Mommy langsung merebut Kresek yang dipegang Desta.
Desta yang berusaha menyelamatkan bungkusannya kalah cepat dengan aksi tanggap Mommy.
"Tespek..." Pekik Mommy kegirangan.
"Maksudnya, Aqeela hamil?" Tanya Mommy dengan wajah penuh kegirangan dan antusias.
"Belum tahu Mommy sayang. Kan belum di tes. Hanya saja Aqeela udah telat dua bulan." Kata Desta sambil merebut tespek dari tangan Mommy.
"Ya sudah segera di tes. Mommy udah gak sabar. Pengen tau kebenaran kedatangan cucu-cucu Mommy." Titah Mommy dengan tidak sabar.
"Hadeeehh....Mommy. Sabar napa." Ucap Desta.
Aqeela dipapah Desta ke kamar mandi. Sedangkan Mommy setengah berteriak memanggil Daddy seperti anak kecil.
"Kenapa sih Mi, berisik sekali." Tanya Daddy begitu melihat Mommy masuk ke kamar.
"Ayoo kita ke kamar Desta sekarang." Ajak Mommy dengan paksa. Akhirnya Daddy dengan terpaksa menuruti permintaaan istrinya itu.
Mereka berdua menuju kamar Desta. Kosong.
"Kemana mereka?" Tanya Daddy.
"Kamar mandi." Jawab Mommy dengan santai.
"Ngapain nungguin dua anak itu di kamar mandi." Kata Ayah dengan tidak sabar.
"Sudahlaaahh.. Daddy.. tunggu saja..." Kata Mommy.
Ceklek... suara pintu kamar mandi terbuka.
Aqeela dan Desta keluar.
"Bagaimana?" Tanya Mommy.
πππππππππππππ
Yaa.... mereka berdua maah begitu..
pas tegang-tegangnya malah minta di next episode ...
Jengkel kan...
sama....
haa haa haa.. haa..
Ya udaah next episode di lanjut yaa...
jangan lupa mampir ke
π Soulmate
π Princess of Mojopahit
πIstri Tetangga
__ADS_1
Dan satu lagi baca karya teman author aku, judulnya Golden Memories Of Putih Abu-abu.