
Dua orang Polisi tiba di rumah sakit tempat Aqeela di rawat.
"Keadaan Aqeela sudah stabil. Tapi menurut dokter masih harus istirahat. Sekarang Aqeelanya masih tidur." Jelas Desta saat menemui keduanya.
"Bapak bisa meminta keterangan kepada saya dan teman-teman saya dulu. Nanti ketika Aqeela bangun, Bapak saya persilahkan menginterogasinya." Lanjut Desta.
"Sementara ini, kami akan meminta penjelasan kondisi Mbak Aqeela kepada para medis saja dulu. Besok saya minta Mas Desta dan teman-temannya ke kantor Polisi. Untuk memberikan keterangan." Kata Polisis bername tag Danu.
"Baik, Pak Danu kalo besok Aqeela sudah lebih baik saya ke sana. Tapi bila Aqeela masih belum membaik akan saya tunda." Jawab Desta.
"Baiklah Mas, kami tunggu kedatangannya." Pamit Pak Danu dan temannya undur diri.
💗💗💗💗💗💗💗💗💗
"Kok bisa sampai ke Polisi?" Tanya Desta kepada Doni.
"Pak Handoko, Ta." Jawab Doni diiyakan yang lain.
Desta menarik napas panjang. Menatap sahabat-sahabatnya.
"Gaess.... maafkan aku ya... sering merepotkan kalian." Ucap Desta.
"Desta... kamu itu udah banyak membantu kami. Wajarlah kalo kita juga ingin membantu kamu dan Aqeela." Bisik Vian sambil menepuk-nepuk bahu Desta.
"Btw beneran kamu ngadep Pak Han?" Doni masih kepo.
"Iya... ataa permintaan Aqeela. Dia sudah tidak nyaman bareng anak-anak karate di sekolah." Kata Desta menggantung.
"Anak karate yang mana?" Doni mencoba mengingat-ingat anggota ekskul karate. Semua tidak ada yang kurang ajar sama Aqeela.
"Wisnu.."
Makjleb, jawaban Desta membuat semua yang di ruangan paham.
"Terus Pak Han, bilang apa?" Kepo si Ronald
"Ya...gak kasi izinlah. Kamu tau kan bagi Pak Han, Aqeela itu seperti bintang. Pak Han begitu sayang sama Aqeela." Desta menatap Aqeela.
"Pak Han bilang akan menjamin keselamatan Aqeela. Tapi beliau tidak sadar kalo yang membahayakan Aqeela malah keponakannya sendiri." Desta mengelus kepala Aqeela.
"Pak Han, tadi sempet marah bahkan menampar Wisnu dan kawan-kawannya." Semua mata memandang Doni tidak percaya.
"Yang bener kamu Don? Pak Han, bisa menampar anak orang?" Oceh Wawan.
"Serius.. Lha kan aku tadi di dalam. Kalo saja Ustadz Zainal gak ngedem-ngedem udah jadi bubur tuh Wisnu." Doni baper, jengkel mengingat Wisnu yang sudah kelewat batas.
__ADS_1
"Besok, kalian ke kantor polisi dulu ya... " Pinta Desta.
💗💗💗💗💗💗💗💗💗
"Mom.. Mommy sama Daddy juga ayah sama ibu sebaiknya pulang dulu. Istirahat. Besok pagi ke sini lagi." Pinta Desta kepada orang tuanya.
"Kamu yakin, bisa di tinggal sendiri?" Tanya Ayah.
"Yakin, Yah." jawab Desta memandang Ayahnya.
"Ya sudah..yuuk Bu kita pulang. Wijaya , kalian mau pulang atau di sini?" Tanya Ayah.
"Ayoo Mom, kita pulang juga." Ajak Daddy. Mommy mengangguk, mengiyakan Daddy meskipun hatinya ingin tinggal.
Ayah, ibu, daddy dan mommypun pulang meninggalkan Desta dan Aqeela.
"Ayolah.. Mom.. besok kita tengok Aqeela lagi." Bujuk Daddy saat perjalanana pulang di mobil.
"Dad, aku kasiyan sama Aqeela. Kok yaa banyak banget yang gak suka sama dia." Kata Mommy
"Mommy. Typo ... bukan gak suka. Malah sebaliknya mereka itu sangat menyukai Aqeela. Tapi cara mereka mencintai Aqeela salah." Daddy membetulkan pernyataan Mommy.
Mommy menutup mulutnya karena mencoba senyum di depan daddy.
"Aqeela itu mencoba mempertahankan Desta. Dia tidak mau meninggalkan Desta, makanya cowok itu sampai berbuat nekat. Dan satu lagi, yang sebetulnya ingin ditusuk itu Desta. Aqeela hanya melindungi Desta." Daddy kembali menjelaskan dengan kalimat panjang ke Mommy. Sesekali Daddy melirik Mommy.
"Yang bener Dad..." Mommy tiba-tiba teringat Shakira besannya yang sudah menghiburnya berkali-kali.
"Tapi tadi kok Mbak Shakira begitu tegar. Bahkan nenangin Mommy." Mommy terus mengatakan tentang besannya kepada suaminya.
"Karena Shakira melihat Mommy begitu syok. Ia gak berani nambah beban ke Desta kalo dirinya dan Syarief juga syok." Ucap Daddy.
"Tadi pas daddy ngobrol sama Syarief, beberapa kali ia galfok. Ngelamun. Bahkan sesekali menahan amarah." Daddy masih bercerita tentang Ayah Aqeela.
"Kalo saja kami tahu akan seperti ini. Kami juga ingin ambil bagian menyelamatkan Aqeela. Tapi..."
"Jangan.. Gak bole... Daddy gak bole turun ke lapangan lagi. Mommy ngeri." Potong Mommy cepat karena tahu suaminya akan memgatakan apa.
"Kenapa Mi?" Tanya Daddy
"Liat Aqeela sama Desta kayak gitu aja Mommy gak sanggup. Apalagi nanti Daddy ikutan mereka. No Dad..." Teriak Mommy.
"Haa haa haa... iya ya Mom..Daddy udah pensiun lama dari sana. Tapi Mom, kita mulai sekarang harus punya mental baja. Karena anak dan menantu kita sama-sama jagoan." Goda Daddy.
"Aku juga bakal nyuruh mereka pensiun..." Ucap Mommy keras sambil menatao suaminya.
__ADS_1
"Kayak e gak bisa deh Mom. lha wong Aqeela di rumah punya padepokan karate." Daddy mengingatkan.
"Haduuuh..." Mommy memegang keningnya yang mulai pusing.
💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗
Di mobil lain, dimana ayah dan ibu Aqeela berada.
Ibu membenamkan kepalanya di dada Ayah.
Air matanya tumpah. Dadanya begitu sesak.
"Ayah... kenapa harus Aqeela?" Ucap Ibu masih dengan terisak.
"Ibu, ibu tahu ayah juga sedih. Ayah takut. Tapi kita harus kuat. Ibu, tahu yang paling merasa bersalah di sini pasti Desta. Karena Aqeela terluka demi menyelamatkannya." Bisik Ayah pelan menenangkan Ibu.
"Ayah, ibu ingin kembali ke kamar Aqeela. Ibu ingin peluk Aqeela. Ibu ingin bilang kalo ibu sayang sama dia. Ibu ingin terus menemani Aqeela sepanjang malam." Bisik Ibu.
"Ibu, kalo ibu pengen peluk Aqeela sebentar ayah antar. Tapi kalo bermalam, sebaiknya kita pulang. Istirahat di rumah. Besok kita gantikan Desta. Besok pagi pasti banyak yang akan dia urus." Ayah masih berbisik sambil membelai kepala Ibu. Menghadiahkan kecupan di kening ibu.
"Baiklah, kita kembali ke kamar sebentar." Bisik Ibu.
Merekapun turun dari mobil, kembali ke kamar Aqeela.
"Ayah, Ibu?" Ucap Desta kaget. Melihat Ayah dan Ibu Aqeela kembali ke kamar.
Ayah hanya memberi isyarat agar Desta diam sebentar. Mengkode jari telunjuk di dekatkan di bibir.
Mereka mendekat ke bed Aqeela.
Ibu menatap putri kesayangannya dengan pandangan sayu. Dipeluknya Aqeela sambil terisak.
"Qeela yang kuat ya Nak... Ibu sayang sama Qeela. Cepet bangun, apa kamu gak capek merem terus begitu. Ibu pulang dulu ya. Besok ibu ke sini lagi. Assalmu'alaikum anak cantik..." Bisik ibu dengan mata berkaca-kaca.
"Desta, jaga Aqeela untuk kami ya..."Bisik ibu kepada Desta.
"Iya....ibu." Desta memeluk ibu menahan tangisnya.
"Ibu gak bole menangis." Bisik Desta melonggarkan pelukannya dan menghapua air mata ibu dengan jarinya.
"Ibu, terima kasih ya... sudah melahirkan gadis secantik dan sebaik Aqeela." Bisik Desta.
Ayah menepuk-nepuk bahu Desta. Seakan memberi kekuatan kepada lelaki terbaik untuk putrinya itu.
💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗
__ADS_1
Next part again...
Kunjungi Princess of Mojopahit dan istri tetangga ya..