MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Pernyataan Desta


__ADS_3

الله اكبر... الله اكبر...


Sayup sayup suara adzan subuh membangunkan keduanya.


Desta mengerjap-ngerjapkan matanya. Masih sepet. Ngantuk. Semalaman dia tidak bisa memejamkan matanya.


Desta begitu tersiksa hanya bisa memeluk Aqeela. Yang tersiksa sebetuknya mah, rudalnya. Karena tangan, kaki dan bibirnya masih bisa menikmati keindahan Aqeela.


Bahkan semalaman ia bisa menyentuh tangan dan kaki Aqeela tanpa terhalang satu benangpun.


Sampai subuh Desta masih mempertahankan posisi mereka masih saling berpelukan. Desta tidak.membiarkan Aqeela bergerak sedetikpun.


Bahkan saat menggeliat saja, Desta menahan Aqeela. Karena jika Aqeela bergerak maka dirinya yang akan semakin tersiksa


Desta memandang wajah Aaeela begitu tenang. Tersenyum. Tidurnya begitu lelap. Desa mencium keningnya, Sambil berbisik pelan.


"Beb... udah subuh. Sholat yuuk.."


Aqeela masih bergeming.


"Beb.. bangun... sudah subuh." Desta kembali membisiki Aqeela sedikit keras.


Membuat Aqeela sedikit gelagapan.


Aqeela membuka matanya.


"Udah subuh ya..." Aqeela memberikan kecupan manis di bibir Aqeela.


Desta speechless dong...


Dikasih kejutan subuh-subuh.

__ADS_1


"Ayoo sholat..." Ajak Aqeela


"Beb.. masih subuh... gak usah bikin gara-gara." Kata Desta menutupi ke speechless annya.


Aqeela hanya senyum-senyum jahil sambil memandang genit ke arah suaminya.


Udah tau kan, Desta ngapain. Mundur selangkah untuk maju lima langkah.


"kamu mandi gak?" Tanya Desta dengan watadosnya.


"Mandiin... yaa..." Bisik Aqeela.


"Kamu serius. Kalo perlu kita mandi bareng giman?" Bisik Desta serius.


"Siapa takut?" Tantang Aqeela.


"Ya udah sini.. aku telanjangin kamu sekarang." Goda Desta.


Aqeela auto menutup matanya. Bahkan bersiap lari..


"Haa haa haa... Makanya gak usah sok godain." Sambil ngeluyur ke kamar mandi.


Aqeela tersenyum lega. "Lha, bener juga ya... kenapa coba aku genit-genit kayak tadi. Aku juga yang kena akhirnya." Gumamnya.


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


Selesai sholat subuh berjama'ah. Desta mengajak Aqeela berbincang sebentar.


"Beb... " Desta menempatkan posisi berdampingan denga Aqeela. Satu tangannya memeluk pinggang Aqeela. Sedangkan tangan lainnya menggenggam jari Aqeela.


Aqeela menoleh memandang Desta dari samping. Tapi terdiam menunggu Desta melanjutkan ucapannya.

__ADS_1


"Beb..., kamu gak nyeselkan kita nikah?" Tanya Desta


Aqeela memegang wajah Desta dan mengarahkan ke wajahnya agar bisa menatap lekat wajah suaminya itu.


"Kak, coba tatap mata aku." Kata Aqeela. Desta sadar jika Aqeela sudah menggunakan panggilan Kak, berarti kalimatnya akan serius.


"Apa di situ ada penyesalan?" Tanya Aqeela lagi.


Mereka masih saling menatap begitu dekat.


Desta mendekatkan lebih dekat lagi dengan istrinya.


Satu adegan sentuhan dari bibir ke bibir kembali terjadi. Hanya sekali. ( Jangan baper )


"Qee, aku sayang sama kamu. Aku janji gak akan bikin kamu menyesal udah mau nikah sama aku. Apalagi kita nikah saat usia kita benar-benar labil." Bisik Desta sambil menempelkan keningnya ke kening Aqeela.


"Kak, aku percaya sama Kakak." Bisik Aqeela tanpa melepaskan sentuhannya di pipi Desta.


"Kak, maafkan Qee yaa.. belum bisa jadi istri sesungguhnya. Qee belum siap nyerahkan milik Qee sekarang. Tapi suatu saat pasti akan Qee lakukan. Bahkan tanpa diminta Kakakpun akan Qee lakukan." Kata Aqeela sambil mengangkat jari tengah dan telunjuknya membentuk huruf V.


Desta tersenyum melihat tingkah Aqeela. Desta menyandarkan kepalanya ke pundak Aqeela.


"Kak, kalau Kakak capek, kakak lelah. Datang ke Qeela ya Kak. Qeela akan pijit Kakak. Dan buat Kakak lupa sama capeknya." Bisik Aqeela.


"Makasii yaa Beb..." Gumam Desta lirih...


⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅


To be continue....


makasiii... buat ❤nya - 👍🏻nya -📝 komennya 💯 vote nya dan ⭐5 nya..

__ADS_1


__ADS_2