
Maaf ya gaeesss.... agak malam postingnya... Hari ini luaarrr biasa... banyak kejadian dadakan 😁
--------------------------------------------------
Di dalam kamar Aqeela
Jam dinding menunjukkan jarum pendek di angka 11 dan jarum panjang di angka 8....
Sudah menjelang tengah malam, Aqeela masih duduk di kursi belajarnya.
Ingatannya kembali ke sore hari tadi...
"Qee, Ustadz Dewi kemarin mendapat banyak pesan WA dari teman-teman kamu." Kata Ustazah Dewi.
"Mereka pasti gak suka yaa Ust, sama Aqeela...." Aqeela menunduk. Antara malu dan takut karena merasa sudah mengecewakan Ustazah cantik di depannya.
Ustazah Dewi tersenyum, mengeluarkan benda persegi panjang berwarna silver, hee hee hee... iya smartphone.
Ustazah Dewi membuka aplikasi whatsapp lalu menunjukkan ke Aqeela untuk dibaca gadis itu.
Aqeela melongo sampai gak sadar kalo mulutnya terbuka lebar.
"Woi... itu mulut di kondisikan yaaa..." Kata Desta sambil menyenggol bahu Aqeela. Membuat pemiliknya melotot ke arahnya.
Tak pelak kondisi Aqeela membuat semua tertawa.
Aqeela cemberut sesaat, pura-pura marah. Namun hanya sebentar. Karena tak lama kemudian dia juga ikut tersenyum.
"Aqeela karena kami tahu antusias teman-teman sangat besar, kami sudah berdiskusi dengan orang tua kamu." Kata Ustaz Zainal
"Apaaan Ust?" Aqeela penasaran.
"Kami ingin menambah aktivitas kajian di bidang rohis. Dan kegiatan ini akan dipusatkan di rumah kamu." Jelas Ustaz Zainal di amini Ayah dan Ibu Aqeela.
__ADS_1
"Maaf ya Qee, kita tidak diskusi dengan kamu dulu." Ucap Ustadzah Dewi.
"Gak pa_pa Ustz..." Jawab Aqeela pasrah
Aqeela membayangkan kondisi rumahnya...
Ribet dan ramainya.
*******
Dan yang membuat lebih kaget lagi, ketika Ustaz Zainal , Ustazah Dewi dan Desta akan berpamitan pulang.
"Eh, Nak Desta..." Panggil Ayah
"Iya Om." Desta mendekat ke ayah
"Keinginanmu untuk melamar Aqeela, jika serius... Segera ajak orang tua kamu ke sini." Ayah kali ini tampak serius.
Benar-benar membuat Ibu, Ustadz Zainal dan Ustazah Dewi tercengang. Apalagi Aqeela malah lebih surprise lagi.
"O em Ji... Ayah bener-bener deh kalo becanda keterlaluan."
"Be te we.. kalo Kak Desta beneran mengkhitbah... bagaimana????"
Tiba-tiba Aqeela ngerasa pusing.
****
**Di kamar Desta...
Dengan jam yang sama**...
Desta memutar memorinya.... mengingat kejadian di rumah Aqeela.
__ADS_1
Desta teringat senyum, Jutek dan polosnya Aqeela diberi banyak surprise kayak tadi.
Desta tersenyum... ada dag dig dug... setiap melihat Aqeela berkeringat seperti waktu bertanding dengannya tadi.
Dan ucapan seriusnya yang akan melamar Aqeela di depan orang tua Aqeela.
Diluar dugaan ternyata ayah Aqeela memberi lampu hijau.
Hanya saja kali ini, dia sedang mencari cara untuk mengatakannya pada mommy dan daddy nya.
Apalagi sekarang mommy dan daddy lagi di Belanda. Dan Desta tak pernah tahu apa yang dilakukan orang tuanya saat ini.
Desta menghubungi sebuah nomer, namun hanya berdering saja.
Lalu mencoba menghubungi nomer lain, sama hanya berdering saja.
"Ah, tentu saja mereka gak angkat sudah pasti dua bocah itu udah ngorok dengan kerasnya."
Siapa lagi kalau bukan Ronald dan Wawan.
Desta melempar Smartphone nya begitu saja ke atas kasur.
Tak peduli bagaimana kondisinya.
Desta gak pernah ambil pusing, toh mommy ato Daddy akan membelikan lagi.
Desta berbaring walaupun tak ada kantuk.
\=====================================================================================
Terima kasih supportnya
terus dukung yaaa.....
__ADS_1
love you pullll