MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Bangun


__ADS_3

Maaf ya gaess... up nya slow.. masih di sibukkan dengan PPDB dan beberapa tugas dinas lainnya


By the way happy reading


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


Setelah Ibu dan Ayah pulang. Desta menatap istrinya yang masih tidur dengan tenang. Desta belum tahu kapan Aqeela bangun. Dan sampai kapan reaksi obatnya berakhir. Yang bisa dia lakukan hanya menunggu.


"Beb.... kenapa kamu harus peluk aku waktu itu. Coba jika aku yang tertusuk, kamu tidak perlu kesakitan kayak gini." Bisik Desta.


Ada sesal di hatinya. Perasaan bersalah itu terus menghantuinya. Harusnya ia tanggap saat Aqeela mengalihkan pandangannya.


Desta menggenggam tangan Aqeela. Mengecup punggung telapak tangan istrinya dengan lembut.


Membelai kepalanya. Memberi ciuman kening berkali-kali.


"Maafkan aku ya Beb... "Bisik Desta.


Sepanjang malam, Desta tak beranjak sedetikpun dari sisi Aqeela. Tangannya menggenggam tangan Aqeela yang dingin.


Desta ingin, Aqeela merasakan hangat dalam tidurnya.


Desta menguap berkali-kali, menahan rasa kantuk yang menderanya. Namun rasa lelah setelah seharian menguras otak dan ototnya. Iapun menyerah.


Desta meletakkan kepala di tepi bed Aqeela. Saking lelahnya Desta langsung terpejam.


Tepat pukul 01.49. Aqeela membuka matanya. Yang pertama ia rasakan adalah nyeri di punggungnya. Aqeela kesulitan menggerakkan badannya.


Saat ini yang mampu ia gerakkan adalah tangan. Tangannya meraba-raba ke sisi kanan kiri ranjangnya. Aqeela mendapati tangannya mengenai sebuah kepala.


Aqeela menepuk-nepuk kepala itu pelan.


Desta yang merasa ada yang menepuk kepalanya segera mengangkat kepalanya.


Begitu tahu yang menepuknya Aqeela, Desta sumringah, senyumnya mengembang. Matanya yang lelah, hilang seketika.


"Beb..." Bisik Desta tersenyum melihat Aqeela membuka mata.


"Bae, sakit..." Keluh Aqeela.


"Sebentar aku panggilkan perawat dulu." Bisik Desta.


Desta segera memencet tombol nurse call. Tak lama kemudia seorang perawat masuk, memeriksa kondisi Aqeela.


"Alhamdulillah Mas, Mbaknya sudah stabil. Tensinya normal." Setelah memeriksa dan mentensi Aqeela.


"Masih pusing, Mbak?" Tanya Mbak suster, sambil memeriksa infus Aqeela.


"Sedikit." Sahut Aqeela.


"Istirahat dulu saja. Makan juga bole." Kata Mbak Suster tersenyum ramah.


"Besok pagi, biar diperiksa lagi sama dokter Dika." Kata Mbak Suster.


"Selamat istirahat." Mbak Suster pamit keluar.


"Bae, susah banget buat gerak." Kata Aqeela dengan sedih.


"Memangnya kamu pengen, apa?" Tanya Desta lembut.


"Haus, bae."


"Sebentar." Desta mencari alat pengungkit bed. Dan mulai memutarnya, sehingga badan Aqeela bisa duduk, dengan mengangkat bed tanpa harus memindah posisi Aqeela.


Desta menyerahkan air mineral dalam botol kemasan kepada Aqeela.

__ADS_1


Aqeela menerimanya dan lansung menyeruput. Setelah puas menyeruput air melalui sedotan, Aqeela menyerahkan kembali botolnya kepada Desta.


"Masih sakit, Beb?" Tanya Desta sambil meletakkan botol di atas nakas.


"Iya..." Balas Aqeela dengan tersenyum. Matanya terus menatap Desta tanpa berkedip.


"Hei, kenapa?" Desta menggaruk tengkukya sambil mengalihakan pandangan. Sesat Desta salting mendapati tatapan Aqeela yang baru sekali ini dilakukannya.


"Aiisshh.. Ya Alloh Aqeela kok tambah cantik kalo kayak gini?" Runtuk Desta dalam hati


"Bae, lihat aku.." Pintan Aqeela.


Desta menoleh, mengangkat kepalanya dengan tegas. Menatap Aqeela.


"Bae, terima kasih ya..." Bisik Aqeela sambil menggenggam tangan Desta.


"Maafkan aku ya Beb..." sahut Desta.


"Kenapa minta maaf. Sakit gak ini?" Seru Aqeela sambil mengangkat tangan Desta yang diperban. Mengelusnya pelan. Desta menggeleng.


" Ini gak sakit sama sekali. Maaf, karena aku. Kamu harus kesakitan seperti ini." Ucap Desta dengan mata penuh penyesalan.


"Bae, terima kasih ya...udah sayang dan khawatir sama aku." Aqeela dengan manjanya menarik tangan Desta. Membuat Desta terduduk di tepi bed Aqeela.


"Makasi yaa Bae... "Ucap Aqeela.


"Beb..." Desta mendekatkan tubuhnya ke Aqeela. Dan membenamkan kepala gadis itu ke dadanya.


"Beb, janji ya.. lain kali kamu gak bole kayak gini lagi. Kamu gak bole bikin aku panik." Bisik Desta.


"Iya.. Iya Bae.. aku juga kapok. Sakit banget. Besok kalo duel lagi, aku janji tidak akan terluka.." Ucap Aqeela


"Apa, Beb? Kamu masih berencana duel lagi?" Kata Desta dengan melotot.


"Lha memangnya kenapa" Sahut Aqeela santuy.


"Iya.. ya.. Bae yang duel, aku yang jadi pemandu soraknya." Goda Aqeela


"Beb... serius nee.." Desta cemberut.


"Dua rius ini Bae. " Ucap Aqeela menahan tawa.


Mereka kembali dengan dunianya, mengalihkan rasa sakit Aqeela dengan berbagai cerita.


Hingga menjelang subuh, Aqeela kembali memejamkan matanya. Desta menemaninya dengan tidur di samping Aqeela dan memeluknya.


💗💗💗💗💗💗💗💗💗


Keeesokan paginya...


Pak Handoko datang menjenguk Aqeela.


"Assalamu'alaikum..." Salam Pak Handoko


"Wa'alaikum salam..." Masuk Pak." Jawab Desta ramah.


Desta menyambut dan mencium tangan Pak Handoko.


Pak Handoko menatap Aqeela yang terbaring melemparkan senyum ke arahnya. Pak Handoko sempat membalas senyum Aqeela sebentar.


"Bagaimana kabar kamu?" Sapa Pak Handoko kepada Aqeela


"Alhamdulillah, baik Pak. Maaf ya Pak, Qeela gak bisa bangun." Jawab Aqeela santun.


"Gak pa_pa , Bapak ngobrol sama Desta saja." Ucap Pak Handoko sambil duduk di sofa depan bed Aqeela.

__ADS_1


"Bagaimana kondisi Aqeela." Tanya Pak Handoko, begitu Desta duduk di depannya.


"Aqeela secara mental stabil, tapi luka punggungnya kemungkinan agak lama sembuhnya, Pak. Jadi saya akan minta izin lebih lama kepada pihak sekolah." Jawab Desta dengan menghembuskan napas besar.


"Des, maafkan Bapak ya..." Sahut Pak Handoko kemudian, suaranya begitu berat.


"Pak, Insya Allah kami sudah ikhlas." Balas Desta.


"Terima kasih ya Des." Pak Hadoko menatap Desta penuh kagum.


"Kamu sekarang, berubah seratus delapan puluh derajat." Ucap Pak Handoko.


"Seorang Desta yang si biang onar, tukang jahil, si most wanted, siswa paling bikin kesel guru bahkan si trouble maker sekarang menjadi seseorang yang patut jadi panutan." Pak Handoko masih menatap Desta.


"Pak, Bapak jangan puji-puji saya lagi. Nanti saya bisa besar kepala." Kata Desta dengan nada bercanda.


"Haa haa...kamu tuh ya.." Balas Pak Handoko.


"Oh ya soal Wisnu, kami serahkan semua keputusan kepada kalian. Apapun keputusan kalian, kami akan terima. Sebagai konsekuensi atas semua kejahatannya kepada Aqeela." Pak Handoko seakan menjelaskan maksud kedatangannya sepagi ini kepada Desta.


Desta menarik napas panjang.


"Pak, kami belum memikirkan itu. Tapi baiklah, nanti saya akan diskusi dengan Aqeela. Secepatnya akan kami sampaikan kepada Bapak keputusan kami." Ucap Desta masih dengan bahasa yang santun.


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


Setelah Pak Handoko pamit.


Desta mendekat ke bed Aqeela.


"Beb, Wisnu sekarang di kantor polisi. Dan tadi Pak Han bilang urusan Wisnu diserahkan kepada kita." Aqeela menarik napas panjang mendengar penuturan suaminya.


Tanpa Desta bercerita, Aqeela sudah paham. Arah pembicaraan mereka. Aqeela menatap lekat suaminya itu.


"Kak Wisnu di kantor Polisi?" Tanya Aqeela tanpa melepaskan Tatapannya.


Desta hanya menggangguk kecil.


Aqeela membuang napas pelan dan teratur.


Nampak ia seperti berpikir.


"Bae, aku sudah memaafkan Kak Wisnu. Aku juga sudah siap kalo dimintai keterangan pihak kepolisian. Kapan saja. Tapi Bae, semua keputusan, aku serahkan ke kamu. Sekarang aku sudah tanggung jawab kamu." Aqeela berhenti, ada yang mencekat di dalam tenggorokannya. Aqeela berusaha menelan salivanya.


"Aku percayakan semua urusan ini ke kamu ya Bae... Lakukan yang terbaik nurut Kakak. Adek tinggal lihat hasilnya."


Desta menggenggam jari Aqeela lembut. Ia duduk di kursi mensejajarkan pandangannya dengan pandangan Aqeela.


"Nanti kita putuskan bersama..." Desta mengecup kening Aqeela.


"Kamu juga berhak memutuskan meskipun kamu tetap tanggungjawabku. Aku juga ingin mendengar keinginan istri tercintaku ini." Bisiknya.


Aqeela kembali tersenyum. Tangannya meraih pipi Desta dan mengelusnya.


"Sekarang, aku seka ya.. Biar segar." Ucap Desta lembut mengalihkan sentuhan Aqeela yang sudah membuat jantungnya kembali berdegup tidak karuan.


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


😘😘😘


**to be continue...


Always dukung yaa....


kasi ❤ u/ di favoritksn , komentar 📝, like 👍🏻, 💯 vote dan rate ⭐5

__ADS_1


Kunjungi juga Princess of Mojopahit dan Istri Tetangga


See You gengss**...


__ADS_2