MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Back to school


__ADS_3

Begitu sampai di rumah, Aqeela langsung menuju kamarnya. Tak lupa cuci tangan, cuci kaki, ambil air wudhu, ganti baju lalu sholat isya'.


Baru setelah itu Aqeela berlayar ke pulau mimpi.


---------------------------------------------------


Keesokan Paginya....


Aqeela udah bersiap kembali ke sekolah.


Aqeela sudah tidak sabar bertemu teman-temannya di sekolah.


Setelah sarapan dan pamit sama Ibu, Aqeela cus ke sekolah di antar ayah.


Desta semalam menawarkan buat jemput tapi di tolak sama Aqeela.


Karena masih terbiasa di antar jemput Ayah.


Di sekolah....


Baru juga nyampe gerbang, Aqeela udah di sambut beberapa temannya yang kebetulan baru masuk gerbang juga.


Sampai kelas... Teman-temannya yang perempuan memeluk Aqeela satu persatu.


"Wah... kita-kita juga mau dong Qee... dikasi cipika cipiki...😁" Kata Farid sambil cengengesan...


"Bole... "


"Asyiiikk..." Kata Farid


"Tapi kamu harus ganti celana panjang kamu sama rok. Terus... dada datarnya harus ada yang nongol. Dan jangan lupa ganti batang ituu tuu... sama yang datar." Jawab Aqeela sambil ngeloyor ke bangkunya.


"Anjirr.. Kamu suruh jadi transgender gitu... " Caci Farid dengan canda

__ADS_1


Tak urung membuat seisi kelas ketawa.


"Qee... tau gak pas gak ada kalian...."


"Kalian siapa aja Bil?" Aqeela memotong ucapan Nabila.


"Ya kamu sama gengnya Kak Destalah...."


"Oooo....." Aqeela hanya ber o o


"Gengnya Kak Dea malah menjadi-jadi. Dia sering marah-marah gak jelas gitu ke kelas kita." Bisik Nabila pelan, karena Pak Agus sedang menjelaskan Hukum Kirchhoff.


Teruss ... teruss Bil...


"Ya gitu sampe pernah kita laporin guru dan akhirnya di usir."


"Syukur deh..."


Tok.. tok.. tok...


Pak Agus yang sedang menerangkanenghentikan kegiatanmua dan membuka pintu.


Setelah Pak Agus berbincang sebentar dengan tamunya, beliau kembali ke dalam.


"Aqeela, kamu di minta ke ruang guru sekarang." Kata Pak Agus.


Setelah pamit ke Pak Agus, Aqeela langsung menuju ke ruang guru dengan berbagai pertanyaan di kepalanya.


Sampai di ruang guru, ternyata Aqeela sudah di tunggu Bu Siti di depan.


Setelah masuk dan duduk, Aqeela baru sadar ada 4 mbak-mbak sama mas-mas yang udah nunggu.


Dan Aqeela juga tahu kalo mereka adalah wartawan yang kapan hari juga mencarinya.

__ADS_1


"Selamat pagi Mbak Aqeela. Bagaimana kabarnya?" Sapa Sasa dengan ramah.


"Selamat pagi. Alhamdulillah saya sehat." Jawab Aqeela.


"Bagaimana Mbak soal wawancara kita?" Tanya Joko


"Bisa, mas mbak... sebelum wawancara. ada baiknya mbak-mbak sama mas-mas... ikutin dulu kegiatan saya. Bole di sekolah bole di rumah." Jawab Aqeeela.


Kali ini dia sudah siap dengan semua resiko dan kejadian apapun yang mungkin akan terjadi diluar prediksinya.


"Wah... bagus sekali itu mbak." Sahut Kiki


"Kalo bole tahu jadwalnya kapan saja?" Lanjut Kiki.


"Kalo di sekolah setiap hari Jum'at jam 11 sampai 13. kalo di rumah setiap sabtu dan minggu sore jam 4." Jawab Aqeela.


Mereka berempat mencatat jadwal tersebut di smarphone masing-masing.


"Mbak, sama Mas kalo mau masuk kelas saya langsung saja gak pa_pa nanti saya yang akan izin ke Ustaz Zainal sama Ustadzah Dewi." Aqeela kembali menjelaskan.


"Wah, terima kasih buat waktunya ya mbak..."


"Ternyata Mbak Aqeela baik dan ramah. Tak seperti bayangan kami. Jutek."


Aqeela hanya tersenyum mendengatmr ucapan wartawan-wartawan di depannya itu.


"Coba kalian ketemunya dengan saya 4 atau 6 bulan yang lalu dengan saya... Mungkin saya masih jutek kali." Kata Aqeela dalam hati.


Aqeela bersyukur hari ini, hatinya mulai tenang. Dia sudah tidak ada kecemasan atau ketakutan yang berlebihan dibandingkan 2 minggu yang lalu. Yang mmbuat hati dan pikirannya gabut.


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


**Tetap aku tungguin like , komen , vote dan rate nya yaa....

__ADS_1


I lope yu pull 😘😘😘


Semoga ceritaku ini bisa membawa inspirasi banyak orang**


__ADS_2