
Ceklek
Suara pintu kamar mandi terbuka. Wajah tegang Mommy kentara banget.
"Kalian kenapa siih? Tegang banget. Kayak nunggu undian saja." Ucap Daddy jengah melihat istri, anak dan menantunya saling menatap satu sama lain.
"Daddy sabar napa sih.." Kata Mommy setengah berbisik.
Desta memapah Aqeela kembali ke ranjang dengan eskpresi datar. Hembusan napas kedua insan tersebut nampak begitu teratur.
"Beb, kamu ingin sesuatu?" Kata Desta sebelum beranjak dari kasurnya.
"Nanti saja." Jawab Aqeela sambil tersenyum ke arah suaminya.
Desta membalas senyuman Aqeela, jantungnya kembali memompa dengan cepat. Senyum Aqeela selalu mampu membuatnya jantungan meskipun mereka selalu bertemu selalu bertemu dan serumah dua tahun terakhir ini.
"Bae, kasiyan Mommy tuh nungguin kamu. Mukanya sudah cemas kayak gitu." Bisik Desta.
"Biarin aja... " Bisik Desta sengaja menggoda Mommynya.
"Usil banget siih, gak baik loo ngisengin orang tua." Bisik Aqeela mengingatkan Desta
"Masya Allah.. Iya iyaa... aku kasi tau ke Mommy sekarang." Kata Desta.
Desta turun dari ranjangnya, mendekat ke arah Mommy dan Daddy.
"Bagaiman, Des?" Tanya Mommy cemas.
Desta menyerahkan sebuah tespek ke Mommynya sambil berlalu menuju dapur dengan gontai.
Sepuluh menit yang lalu di dalam kamar mandi
"Bae, mana tespeknya?" Tanya Aqeela begitu mereka sudah di dalam kamar mandi.
Posisi Aqeela duduk di toilet duduk kamar mandi. Desta mengeluarkan packingan tespek dan menyerahkan pada Aqeela.
"Beb, gak dilepas tuh celana dalamnya?" Tanya Desta.
Aqeela segera melepas celana dalamnya dibantu Desta.
Aqeela membuka kedua kakinya, memberi ruang agar tespek yang di bawanya bisa tembus air seninya.
Desta memperhatikan gerak gerik Aqeela yang dirasa aneh. Setelah dirasa cukup, Aqeela menari kembali tespeknya dan menyelesaikan hajatnya. Sambil menunnggu hasilnya.
Sedetik, dua detik, tiga detik... keduanya menunggu reaksi dari alat stik kecil ajaib yang panjang itu.
Dua garis merah.
"Bae.... " Seru Aqeela girang.
"Posiitif." Desta teriak lebih girang.
"Terima kasih yaa Sayang... aku bentar lagi jadi Buya..." Teriak Desta sambil memeluk Aqeela dan menghujanjnya dengan banyak ciuman.
Setelah membersihkan area intimnya, Aqeela dibantu Desta keluar.
Flashback End
Desta berjalan ke arah Mommy, menyerahkan tespek ditangannya. Tanpa menunggu reaksi Mommy dan Daddy, Desta keluar kamar menuju dapur. Ia butuh sesuatu yang segar untuk mengisi tenggorokannya yang kering.
__ADS_1
Saat turun tangga, Desta hanya mendengar suara teriakan kegirangan Mommy dan Daddy.
Desta segera menuangkan air dari galon ke dalam gelasnya. Menyeret sebuah kursi dan minum air putih itu sampai habis.
Berkali-kali ia tepuk-tepuk pipinya. " Ya Alloh, ini semua nyata?" Gumamnya.
Desta senyum-senyum sendiri mengingat sudah dalam tiga bulan ini ia rajin menyumbangkan spermanya ke rahim Aqeela.
"Ya Alloh... berilah kesehatan untuk istri dan calon anak hamba." Desta membawa sebotol air untuk Aqeela di atas.
Diatas, Mommy masih memeluk Aqeela dengan bahagia.
Daddy hanya tersenyum, melihat tingkah istrinya.
"Sayang, mulai sekarang kamu gak boleh capek-capek. Kuliahnya cuti dulu." Nasehat Mommy panjang banget tapu udah dipendekin ama kakak author. haa ha haa.
"Kok cuti, Mi. Padahl masuk aja belum. " Ptotes Aqeela.
"Biar cucu Mommy sehat." Bisik Mommy serius.
"Udah Qee, ngikut aja perintah Mommy. Toh, gak ada salahnya." Kata Daddy.
"Iyaa deh, Dad.." Jawab Aqeela mengalah pada mertuanya.
"Desta.. selamat yaa.. Anak daddy ciamik. Langsung goal aja." Seru Daddy melihat Desta masuk ke kamar membawa sebotol air untuk Aqeela.
"Iya dong. Desta gitu loo..." Seru Desta gak kalah lebaynya kayak Daddy.
"Udah yuuk Mi, kita keluar dulu. Oya.. nanti sore ajak Aqeela ke dokter kandungan. Ayah sama Ibu kamu udah dikabari belum?" Tanya Daddy bertubi-tubi.
Membuat Desta dan Aqeela saling pandang, bingung mau jawab yang mana dulu.
"Ya udah biar daddy nanti yang kasih tau mereka. Mi, Mommy atur waktu buat Aqeela periksa ke dokter." Titah Daddy tanpa menunggu jawaban dari anak dan menantunya.
"Haa haa .. Ya sudahlah... Yuuk Mi." Ajak Daddy ke Mommy sambil menggandengnya keluar kamar Desta.
Desta hanya menggeleng-geleng kepala melihat tingakah kocak orang tuanya yang terlalu antusias mendapati Aqeela yang tengah mengandung.
💗💗💗💗💗💗💗💗💗
"Bae.. pengen rainbow pancake dong yang warna-warni." Pinta Aqeela begitu tinggal mereka berdua di kamar.
"Haa.. beli dimana, Beb yang kayak gitu." Ucap Desta bingung.
"Ya carilah Bae..." Rengek Aqeela.
"Ada-ada aja..." Ucap Desyta sambil garuk-garuk kepala yang tidak gatal.
Namum demi sang istri Desta tetap membuka aplikasi pesan antar online diponselnya.
Setelah mendapatakn makanan yang sesuai keinginana Aqeela, Desta segera memesan.
Selang dua puluh menit kemudian, masuk notif kalo pengantar makanan sudah di depan.
Desta segera turun, menemui pengantar makananan online pesanannya.
Setelah memindahkan paincake rainbownya ke piring, Desta membawanya naik.
Setelah pancake rainbownya sampai di depan Aqeela. Ia hanya cukup menghirup aroma pancake rainbow dan mengambil 3 lembar warna yang beda. Memakannya perlahan. Sisanya ia kembalikan pada Desta.
__ADS_1
"Abisin, Beb..." Titah Desta.
"Sudah cukup Bae... kenyang." Lalu Aqeela langsung rebahan memejamkan mata.
"Hadeehh.. untung aja lagi hamil. Kalo enggak udah aku isengin." Desta meletakkan sisa pancake rainbow Aqeela di atas nakas.
Mengikuti kelakuan Aqeela rebahan, dan memeluknya dengan damai.
"Beb, aku nengokin anak kita bole yaa..." Bisik Desta sambil terus menghujani ciuman di wajah Aqeela.
Aqeela hanya menatap wajah Desta dengan pasrah. Membalas semua perlakuan Desta kepadanya.
"Janji gak bakal bikin anak kita rewel." Bisik Desta. Sambil terus menyamankan posisi mereka.
Dengan posisi paling nyaman bagi Aqeela, Desta akhirnya mampu membuat Aqeela terbuai indahnya syurga dunia.
💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗
Pukul 7 sore, Aqeela dan Desta sudah mengantri di klinik dokter Maya. Memeriksakan kandungan Aqeela.
Tentu saja Desta yang memilih dokter Maya. Karena ia tidak mau Aqeela diperiksa dokter laki-laki.
Tadi sore, Mommy sudah mendaftarkan nama Aqeela. Sekarang mereka hanya menunggu panggilan saja.
Di klinik selain Aqeela dan Desta. Mommy, Daddy, Ibu dan Ayah pada ikutan mengantri. Awalnya Aqeela kaget juga, masak ke klinik saja semua ikut. Tapi karena semua juga penasaran akhirnya Aqeela pasrah.
"Nyonya Aqeela..." Panggil seorang suster.
"Iya.... " Jawab Desta sambil menggandenga Aqeela masuk ke ruangan dokter Maya.
Dan selain Aqeela dan Desta tentu saja para orang tua juga ikut masuk. Awalnya suster tidak mengizinkan. Tapi karena mereka memaksa akhirnya dokter Maya mengizinkan semua masuk.
Aqeela dipersilahkan rebahan di ranjang.
"Permisi ya Mbak... " Kata dokter Maya, sambil membuka pakaian di area perut Aqeela. Setelah mengoleskan gel, Dokter Maya dengan lincah menggerakkan sebuah benda yang terhubung dengan sebuah monitor.
Dokter Maya tampak mengkerutkan dahinya. Lumaya lama dokter Maya terus menggerakkan alatnya. Seakan memastikan sesuatu agar tidak salah. Mulutnya masih komat kamit. Entah apa yang dikatakannya. Hanya dia sendiri yang tahu.
Setelah selesai, Aqeela duduk dihadapan dokter Maya.
"Ibu selamat yaaa... usia kandungannya sudah enam minggu. Terus saya minta di tri semester awal sebaiknya banyak-banyak istirahat. Karena tadi saya mendeteksi ada 3 janin di dalam." Jelas dokter Maya.
"Maksud dokter... triple?" Kata Desta tidak percaya. Dan Aqeela malah lebih kaget lagi. Dan para orang tua di belakang hanya tersenyum bahagia mendengar calon cucu mereka triple.
Dokter Maya hanya tersenyum sambil mengangguk, meneruskan menulis resep vitamin untuk Aqeela.
Apalagi melihat reaksi orang tua mereka membuat dokter Maya semakin terkekeh.
💗💗💗💗💗💗
**maaf ya.. up nya agak lamaa...
masih mgedrop...
jaga kesehatan ya man teman...
terus like
komen
__ADS_1
vote
dan rate yaa**