MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Kakak Cantik


__ADS_3

Sore itu...


Desta mengantar Aqeela pulang.


Begitu nyampe gate menuju rumah Aqeela, Desta melihat ada banyak anak kecil berdiri di depan pagar.


"Qee... anak-anak itu ngapain?" Kata Desta sambil nunjuk ke arah anak-anak yang berdiri di depan pagar rumahnya.


"Looo... iya kenapa ya Kak? Kita berhenti agak.mundur aja deh Kak." Pinta Aqeela.


Desta menghentikan mobilnya sesuai di tempat yang diminta Aqeela.


"Assalamu'alaikum adik-adik." Sapa Aqeela begitu berdiri di depan anak-anak tadi.


"Wa'alaikum salam...Kak Aqeela ya?" Jawab anak laki-laki yang lebih jangkung diantara teman-temannya.


"Iya ini Kak Aqeela... Kalo ini Kak Desta. Ada yang bisa kami bantu?" Tanya Aqeela mengiyakan sekaligus memperkenalkan diri dan menanyakan tujuan mereka.


"Mau ketemu sama Kak Aqeela." Jawab seorang anak perempuan berambut lurus sebahu.


Aqeela tersenyum meskipun bingung ngapain anak kecil-kecil nyariin dirinya.


"Ooh.. ya udah, kalo gitu kita sekarang masuk yuuk. Ngobrol sama Kakak di dalam." Ajak Aqeela sambil membuka pagarnya.


Anak-anak tersebut mengikuti Aqeela masuk. Desta menutup pagar setelah anak-anak itu masuk.


"Duduk dulu yuuuk..." Ajak Aqeela


"Maaf ya... Di ruang tamu kakak tidak ada kursinya karena dipakai mengaji kalo sabtu minggu." Aqeela meminta maaf kepada tamu kecilnya.


Diperlakukan sangat baik dan sopan sama tuan rumah mmbuat anak-anak tersebut sedikit menahan malu.


"Gak pa_pa Kak." Sahut anak yang jangkung tadi.


Aqeela tersenyum memandang anak-anak tersebut. Karena jarang-jarang bahkan belum pernah ada anak kecil nyariin dirinya. Adik saja Aqeela tidak ada.


"Kak... itu Kakak ganteng, pacarnya Kakak ya?" Seorang anak perempuan berbaju hijau yang terlihat paling muda tiba-tiba berbisik ke telinga Aqeela namun masih terdengar keras sehingga teman-temannya yang lain ikut tertawa. Sambil menunjuk ke arah Desta.


Membuat tenggorokan Aqeela tercekat kaget. Bagaimana bisa seorang anak berusia Lima tahun bisa mengenal kata Pacaran. Apa diriku yaa yang terlalu, gak gaul sama fenomena terhot tentang dunia perpacaran. Lha dia anak kecil aja bisa dengan entengnya nanya , Apa Desta itu pacarnya?


Desta keluar membawa minuman dan aneka cemilan untuk suguhan tamu kecil istrinya.


"Siapa tadi yang nanya, apa Kak Desta pacarnya Kak Aqeela?" Tanya Desta sambil meletakkan suguhan tersebut.


"Ainun, Kak..." Jawab kompak anak-anak itu. Sedangkan yang merasa namanya disebut hanya menunduk.


Aqeela memandang sebentar ke arah suaminya itu. Seakan mencari jawaban atas pertanyaan yang di sampaikannya ke anak-anak tadi. Tapi gak nemu ( 😂 kan mereka gak punya telepati ).

__ADS_1


"Ainun sini deh, duduk deket sama Kak Desta." Yang dipanggil Ainunpun nurut mendekat ke arah Desta.


"kalian tau gak pacaran itu apa?" Tanya Desta ke arah anak-anak yang ada di depannya. Mereka masih diam. Entahlah gak berani jawab atau takut.


"Kalo Ainun, tau tidak pacaran itu apa?" Tanya Desta sambil menoleh melihat ke arah Ainun yang sekarang ada diantara dirinya dan Aqeela.


Ainun menoleh memandang Desta, "Kata Mama, pacaran itu berteman. Cowok sama cewek. Terus menikah." Jawabnya dengan suara khas anak kecil tapi terdengar tegas dan mantap.


Aqeela menatap kagum Ainun.


Anak sekecil ini bisa jawab lancar. Gimana cara mamanya mendidik ya? Gumamnya masih dengan pandangan kagum.


"Wah, Ainun hebat ya? Kita tos dulu yuuk." Ajak Desta sambil mengarahkan telapak tangannya ke arah Ainun. Dan Ainun dengan senyum polosnya membalas dengan suara "Tos" mengikuti jejak Desta membuka telapak tangan mungilnya lalu didekatkan ke telapak tangan Desta.


"Berarti Kak Desta bole dong menikah sama Kak Aqeela?" Tanya Desta gemes.


Ainun mengangguk.


"Terus Kak Desta juga bole dong abis menikah , pacaran sama Kak Aqeela." Goda Desta. Dan lagi-lagi Ainun menjawab dengan anggukan.


"Loo kok menikah dulu? Kata Mama pacaran dulu baru menikah? Kok Kakak menikah dulu baru pacaran?" Protes Ainun


"Waduuh nee anak kritis banget. Tapi mamanya juga sih kenapa jelasin soal pacaran segitunya." Gerutu Aqeela


Desta tersenyum, "Karena Kakak sama Kak Aqeela gak mau bikin Allah marah. Makanya kakak menikah dulu baru pacaran."


Desta masih tersenyum, "Ya... marah. Kan Kak Desta bukan saudaranya Kak Aqeela. Jadi gak bole deketan kalo belum menikah. Makanya Kakak menikah dulu baru pacaran sama Kak Aqeela supaya di sayang sama Allah. Kan kalo Allah sayang semua yang kita minta dikabulkan. Tapi kalo Allah marah, kita gak dikasih apa-apa. Sedih dong kakak." Jawab Desta.


Gadis mungil itu tersenyum sepertinya mengerti.


"Berarti kalo nanti Ainun dewasa harus menikah dulu baru pacaran ya Kak. Supaya di sayang sama Allah." Kata Ainun.


"Yesss... kamu pinter banget..." Seru Desta hangat.


"Nah, sudah ayoo di minum dulu. Kalo mau kuenya dimakan yang mana saja yang di suka." Sahut Aqeela.


"Kak... Kak Aqeela..." Panggil si Jangkung.


"Iya..." Sahut Aqeela sambil melihat ke arah si Jangkung.


"Kak, kita ke sini pengen di ajari Kak Aqeela karate." Lanjut si Jangkung sambil mengunyah kue yang disuguhkan Desta.


Mendengar ucapan si Jangkung, membuat Aqeela dan Desta secara spontan saling pandang dan mendelik bersamaan.


"Loo kok sama Kakak? kan harusnya kalian ikut club atau apa gitu." Tanya Aqeela setelah menenangkan keterkejutannya.


"Kita nonton di you tube Kak.. kemarin Kakak dapat piala... itu kayak itu pialany. Kakak hebat bisa memukul lawannya kayak di game." Seru seorang lagi yang berambut keriting.

__ADS_1


"Ya.. Allah, kok ada anak kecil bisa lihat yu tube tentang kejurnas kemarin?"


( Woi .. sadar Qee zaman kayak gini mana ada anak kecil gak kenal gadget )


"Mama sama Papa kalian udah tau belum kalian ke sini?" Tanya Aqeela


"Belum." Jawab Ainun cepat.


"Kan kita pengen ketemu Kak Aqeela dulu. Ternyata Kakak cantik. Jadi kita mau belajar karate sama Kakak yang cantik saja." Jawaban yang sungguh diluar dugaan keduanya.


"Apalagi ini." Aqeela mikir.


"Hmmm....kalian muslim?" Tanya Aqeela


"Aku kristen Kakak." Seorang anak kecil berwajah oriental mengangkat tangan.


"Okay... kecuali kamu... nama kamu siapa?" Tanya Aqeela baru menyadari ternyata dirinya lupa menanyakan nama anak-anak itu.


"Saya Martin, Kakak." Jawab si wajah oriental


"Okay... selain Martin Kakak mau tanya. Ada yang sudah hafal surat Al-kafirun?" Tanya Aqeela.


Gak ada jawaban. Sepi. Semua anak-anak itu terdiam.


"Kami tidak mengaji Kakak." Sahut anak berbaju kuning dengan gemetar memberanikan diri. Membuat Aqeela semakin bingung.


"Kenapa tidak mengaji?" Tanya. Aqeela pelan dan sangat prihatin.


"Kata Mama belum sempet manggil Ustadz ke rumah." Jawab si Jangkung.


"Waduuh... Ya udah gini aja deeh... Kalian izin sama mama sama papa untuk ikut kegiatan karate tapi ada syaratnya, kalian harus ngaji sama Kakak di sini. Kalo ngajinya rutin Kakak ajari karate nanti." Putus Aqeela saking perhatiannya melihat anak-anak komplek perumahannya belum tersentuh oleh Al-qur'an.


Membuat anak-anak itu juga sama kagetnya.


"Kalo aku gimana Kak?" Martin mengacungkan jarinya.


"Martin ajak aja mama dan papa ke sini. Nanti Kakak jelaskan sama Mama dan papa kamu." Kata Aqeela.


\=====================================


**Haa haa ha... coba bayangin jadi idolanya anak kecil.


lanjut next episode ya....


Terus dukung Author yaa... Man teman


like , komen, vote dan rate Ya.... plisss**....

__ADS_1


__ADS_2