MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Menjenguk


__ADS_3

Hari Minggu pagi...


Sebuah X-pander sport melaju sedang membelah jalanan kota Pahlawan nan asri. ( Kan banyak pohon ).


Di dalam mobil sudah duduk di depan kemudi Desta sang pemilik dengan Aqeela di sampingnya. Di jok tengah ada Ronald, Wawan dan Vian. Dan di jok belakang ada Geng Vian yang berjumlah 3 orang, terdiri dari Faris, Leo dan Topa ( Nama panjangngnya sih Mustofa, tapi anak-anak lebih suka manggil Topa 😅😅😅😅 ).


X-pander Desta menuju Rumah Sakit Haji, dimana Dea sedang menjalani rawat jalan. Setelah itu mereka menuju RS Karmen ( Karang Menjagangan atau terkenalnya RS dr. Sutomo 😃😃😃 ) dimana Doni sedang di rawat. Lalu yang terakhir mereka akan ke RS Husada Utama di situ ada Mita.


Awalnya semua penumpang di dalam X-pander tidak setuju dengan permintaan Aqeela. Tapi bukanlah seorang Aqeela jika tidak bisa merayu atau mengajak semua temannya untuk peduli.


"Qee... apa kamu lupa? Bagaimana perlakuan Doni?" Bantah Desta kala itu.


"Bahkan aku sampai sekarang masih illfeel sama Dea." Lanjut Desta lirih.


"Aku juga keberatan, kenapa sih kamu itu." Sanggah Ronald


"Aku juga sama." Wawan ngekor


"Qee, aku malah takut. Doni semakin membenci kamu. Belum lagi Dea, apa kamu gak takut Desta di culik dia?" Kata Vian yang sengaja ditekankan kata Desta dan di culik membuat suasana yang tadinya tegang sedikit cair dengan tawa mereka berlima.


"Aduuh Kakak-Kakak yang ganteng....."


"Ganteng buat aku saja Qee yang lain gak usah dibilang ganteng." Potong Desta cepat dengan mulut cemberut. Jeles maksudnya.


Aqeela hanya melirik Desta sekilas, gadis itu sengaja tidak memperdulikan ucapan Desta karena dia sendiri juga sedang berjuang melawan godaan jantungnya yang seakan tidak mau berhenti berdegub sejak kapan dia sendiri sudah lupa.

__ADS_1


"Kak..." Ulang Aqeela, kali ini sengaja dia hilangkan kata gantengnya.


"Kali ini Qee, berbicara tentang kemanusiaan dan kepedulian. Kak Dea dan Kak Mita kan juga teman sekelas kakak kan?" Kali ini Aqeela menunjuk ke arah Desta N the Genk.


"Kalo marah okay, Qee juga marah. Pengen ngamuk malahan. Kalo bisa tuh Kak Dea, Kak Mita sama Doni Qee hajar." Aqeela bernapas sejenak.


"Tapi kalo kita membalas mereka, apa bedanya dong kita dengan mereka. Qee cuma mengajak Kakak-Kakak kalo kita berbeda dengan mereka. Kita enggak dendam. Kita tetap mau berteman. Insya Allah kok mereka nanti akan baik sama kita." Qee memperhatikan rekan-rekan cowok di depannya. Mimik mereka tampak serius namun Aqeela yakin ada sedikit perubahan aura di sana.


"Kak Allah aja Maha Pemaaf. Maafnya begitu luas. Masa sih kita yang makhluknya gak bisa memaafkan."


"Qee..." Potong Ronald


"Okay lah kalo sekarang belum bisa memaafkan. Kita tunjukkan saja kepedulian kita. Kakak tau kan bagaimana kondisi Kak Dea dan Kak Mita di kantor Polisi waktu itu?" Aqeela tetap melanjutkan kalimatnya tidak dipedulukannya Ronald yang menyela.


"Maaf ya Kak Ronald, Aqeela keburu lupa nanti sama yang mau di omongkan. Kak Ronald mau ngomong apa?" Lanjut Aqeela.


"Idem..." Jawab Vian


"Qee... kenapa siih kamu kok baek banget." Oceh Wawan.


"Kak Wawan jangan muji Qee di depan Kak Desta, ntar yang susah Kakak sendiri loo..." Aqeela mengingatkan.


"O em ji... untung kamu ingetin. Maaf ya Des.. Bukan maksudku.." Kata Wawan sambil tepok jidat.


Yang lain cuma liat Wawan sambil prihatin takut di apa-apain sama Desta.

__ADS_1


"Ah, sudahlah... kalian sih sudah sering ngebully aku. Kali ini aku sudah kuat." Elak Desta padahal hatinya serem banget, pengen jitak tuh kepala Wawan yang berani muji-muji Aqeela di depannya.


"Aah... " Nampak ada kelegaan dari semua atas kalimat yang diucapkan Desta.


"Ya udah... kita turuti aja permintaan Kanjeng Ratu Ustadzah cantik ini. Kita berangkat sekarang biar gak kesiangan." Ajak Desta mendadak.


"Ntar kita mampir ke toko buah sebentar beli buah tangan buat yang di rumah sakit ya..." Bisik Aqeela ke Desta.


"Terserah ... " Kata Desta datar. Membuat Aqeela sedikit mundur, dia yakin kali ini Desta terpaksa mengikuti permintaannya.


Tapi toh, akhirnya mereka bertujuh berangkat bersama menuju rumah sakit dan tiga keranjang buah sudah ada di bagasi mobil Desta.


\====================================


Susah ya... kalo berteman dengan para gengster begitu...


Ganteng sih tapi serem... Memaafkan bukanlah hal mudah bagi mereka.


Maaf adalah sesuatu yang langka


\====================================


Upss Geng makasii yaa support buat aku..


Selalu kasih like, komen , vote dan rate yaa...

__ADS_1


Aku tunggu yaaa...


Lop yu all 😘😘😘


__ADS_2