MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Tamu Istimewa (3)


__ADS_3

teruntuk my viewer , my liker and reader my novel..... Hari ini saya postingnya lebih pagi 😃😃😃


karena nanti ada kegiatan di rumah induk keluarga, so bisa di pastikan gak bisa posting.


Sabar yaaa.....


-------------------------------------------


**Di ruang makan 🍹🍲🍗


Setelah semua menyelesaikan makannya 🍽**


" Gimana, ini Desta sama Aqeela, kira-kira kamu mau gak jadi besan aku." Kata Tuan Wijaya


"Wah..., aku sama ibunya Aqeela sih setuju aja... Mau mereka nikah hari ini juga gak apa-apa." Jawab Ayah Syarief


Membuat Aqeela melotot. Tapi Desta malah senyum. Sedangkan kedua ayah mereka malah senyum lebar sambil membuat toss yang keras. Sebagai tanda bahwa mereka siap saling berbesan.


Ting tong....Ting tong


Bel depan rumah Aqeela berbunyi.


*Sebentar Wijaya, sepertinya pesananku datang." Kata Ayah Syarief sambil berjalan menuju pintu.


Di depan pintu sudah menunggu dua orang pegawai Toko Toyyib, sebuah toko karpet di jalan kertajaya langganan Ayah Syarief.


"Masuk Mas, bantu saya meletakkan dan menata karpetnya ya...

__ADS_1


Kedua karyawan itu mengiyakan.


Keduanya membuntuti Ayah Syarief menuju garasi yang sudah di sulap jadi ruangan kosong. Dan rencananya akan digunakan kegiatan kajian teman-teman Aqeela.


Dengan cekatan kedua pegawai itu menata karpet di dalam ruangan yang ditunjuk Pak Syarief.


"Mau di pakai apa ini Syarief?" Tanya Tuan Wijaya yang tiba-tiba di belakangnya.


"Oh... ini mau di pakai teman-teman Aqeela belajar ngaji." Jawab Ayah Syarief.


"Kok gak di masjid?" Tanya Tuan Wijaya.


*Kalo mau jelasnya tanya mereka berdua. " Kata Ayah Syarief sambil nunjuk Aqeela dan Desta bergantian.


"Mereka berdua tuh yang tau cerita lengkapnya." Lanjut Ayah Syarief.


Batin Tuan Wijaya.


Setelah karpet terpasang dan kedua pegawai pamit, Ayah Syarief dan Tuan Wijaya kembali ke ruang makan.


"Wijaya, Alesa, dan Desta. Ada hal yang belum kalian ketahui tentang Aqeela. Akan saya ceritakan supaya kalian tidak menyesal nantinya." Kata Ayah Syarief.


Membuat suasana hening...


Aqeela sejak SD ini atlet karate. Musuhnya banyak. Tiap pulang ke rumah selalu bawa luka. Lama-lama saya sama ibunya khawatir." Ayah Syarif berhenti sejenak.


"Karena kekhawatiran kami itulah, kami sering melarang Aqeela nyari musuh, ngelarang berantem. Sampai kami mengancam." Ayah kembali berhenti untuk menarik panjang, mengingat masa-masa SD Aqeela.

__ADS_1


"Kemudian, lulus SD. Kami sedikit memaksa Aqeela untuk belajar di Pesantren. Tiga tahun, tapi lagi-lagi karena desakan kami. Aqeela menyelesaikan pendidikan pesantren dengan sistem akselerasi." " Ayah berhenti.


"Makanya....."


"Oohhh... pantesan kamu berani banget yaa sama aku.... Gak pernah takut. Padahal seumur-umur gak ada yang berani bantah Desta. Lha ini malah cewek .... " Desta memotong pelan kalimat Ayah Syarief.


Membuat Para orang tua ketawa.


Aqeela yang mendengar cuma cengar-cengir sambil menjulurkan lidah dengan maksud bercanda. 😛


"Daddy... kayaknya aku harus privat ngaji deh... Masa calon istri aku lulusan pesantren eh, calon imamnya gak gablek ngaji." Pinta Desta


Membuat seisis rumah tertawa hangat, mendengar pengakuan jujur Desta.


"Terus rencana kalian bagaimana?" Tanya mommy Desta.


"Rencana apaan Mi?" Sahut Desta


"Rencana nikah, kapan mau nikah terus habis nikah ngapain...?" Lanjut Mommy


"Ooohh.... belum tau siih... hee hee hee... Tapi kalau ditanya kapan mau nikah besok juga Desta siap." Kata Desta dengan mantap.


"Jangan.... Aku belum mau hamil." Teriak Aqeela.


"Yang mau bikin kamu hamil juga siapa?" Ledek Desta.


Muka Aqeela jadi merah karena malu. Beneran bikin Desta pengen nyubit aslinya. Tapi gak tengsin di depan Mommy , Daddy apalagi ada orang tua Aqeela.

__ADS_1


__ADS_2