MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
berkisah dan interogasi


__ADS_3

Aqeela mulai bercerita :


Namanya Nabi Ayyub... Nabi Ayyub diberi Allah banyak kenikmatan. Kekayaan, istri yang cantik dan solihah. Anak-anak yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik. Semuanya solih solihah.


Syaitan yang iri menggerutu kepada Allah.


"Pantas saja Ayyub dermawan.. Hartanya saja berlimpah.


Pantas saja Ayyub rajin ibadah... Dia selalu sehat


Anak-anaknya solih solihah."


Mendengar gerutuan syaitan, Allah memberi cobaan kepada Nabi Ayyub.


ting ting ting..


Ponsel Aqeela tiba-tiba berbunyi.


"Sebentar ya, sayang. Mommynya kakak telpon." Kata Aqeela meminta izin keoada anak-anak itu untuk mengangkat telpon dari Mommy.


"Iya kak.." jawab kompak bocah-bocah.


"Assalamu'alaikum Mommy..."


"Wa'alaikum salam... Aqeela kamu dimanaa??" Teriak Mommy panik.


"Ya Alloh Mommy... Aqeela lagi di ruang rawat anak-anak." Jawab Aqeela pelan.


"Qee.. balik sekarang." Kata Mommy masih mode panik.


"Mommy..." Aqeela berusaha menjelaskan


"Udah gak pake lama.. cepetan.." Omel Mommy.


Aqeela menarik napas panjang.


"Iyaa.. iyaa Mommy." Jawab Aqeela tanpa membantah.


Aqeela kembali menyimpan ponselnya.


"Adik-adik, Maaf ya...Mommy kakak nyariin. Ceritanya besok ya kita lanjutkan.." Kata Aqeela dengan suara sedih..


"Yaa Kakak.. " Ucap Seorang anak kecewa.


"Besok kakak janji main ke sini lagi." Kata Aqeela sambil mengangkat jari kelingkingnya.


"Beneran ya Kak..." Kata Julian pasrah.


"Iya benaran. Kakak Janji." Kata Aqeela meyakinkan.


"Besok kakak lanjutkan kisah Nabi Ayyub yang mendapat ujian. Okay.."


"Okay.. kakak..."


Setelah drama berpamitan yang menyesakkan, Aqeela kembali ke ruangannya.


💗💗💗💗💗💗💗💗💗


"Kamu darimana saja?" Omel Mommy begitu Aqeela sampai di kamarnya.


Suster Anna sudah kembali ke room nurse setelah mengantar Aqeela sampai pintu. Karena permintaan Aqeela sendiri. Cukup Aqeela saja yang dapat omelan dari Mommy.


"Maaf, Mommy... tadi Aqeela jalan-jalan. Bosan Mommy di kamar terus." Ucap Aqeela.

__ADS_1


"Haduuh.. bikin Mommy panik saja. Besok kalau mau keluar tunggu Mommy atau ibu datang." Mommy masih mengeluarkan jurus mengomel ala emak-emak.


"Iya Mommy sayang.. Aqeela minta maaf ya..." Kata Aqeela mendekatkan kursi rodanya ke Mommy. Lalu memeluknya.


Mommy membalas mengusap kepala Aqeela dengan sayang.


"Kamu udah makan?" Tanya Mommy melihat box sarapan Aqeela masih tertutup rapat.


"Belum.." Jawab Aqeela cepat sambil menutup mata dan telinga siap-siap diomeli sama Mommy lagi.


"Aqeela.... ayoo makan sekarang. Kamu tuuh yaa... kenaoa gak makan dulu siih... " Teriak melepas pelukan Aqeela berganti melotot ke arah menantunya itu.


"Iya Mommy sayang. Aqeela makan sekarang. Tadi itu belum lap...."


"Udah Qeela... gak pake alesan. Besok lagi kalo mau keluar habiskan sarapan dulu dan tunggu Mommy atau ibu datang." Potong Mommy gak sabar.


"Iya Mommy... sekarang Aqeela udah laper kok. Aqeela makan dulu ya.. Mommy mau.." Ucap Aqeela sambil meraih box sarapannya dan menawarkan suapan pertamanya untuk Mommy.


"Gak.. buat kamu aja..." Jawab Mommy cepat.


"Mommy... Mommy gak pengen gitu nyuapin Aqeela." Goda Aqeela melirik Mommy yang cemberut di atas sofa.


"Mommy... Mommy kok makin cantik yaa kalo cemberut gitu..." Goda Aqeela lagi melihat Mommy yang tak menghiraukannya.


"Mommy... makanannya gak enak... Bole gak Aqeela delivery pake gofood?"


"Gak bole.." Balas Mommy cepat


"Yesss... akhirnya Mommyku yang cantik ini bersuara..." Teriak Aqeela girang. Yang mau tak mau membuat Mommy tersenyum.


"Kamu tuuh yaa... kenapa siih suka banget godain Mommy." Kata Mommy sambil menatap Aqeela, cemberutnya hilang sudah efek Aqeela yang minta delivery order.


"Habis Mommy cemberut gitu... Kan Aqeela gemes jadinya." Oceh Aqeela.


"Karena Mommy cantik dan kita semua sayang sama Mommy." Bisik Aqeela.


"Udah.. makan saja. Gak usah pake gombalin Mommy lagi." Seru Mommy sambil tersenyum.


Melihat Mommy sudah tersenyum Aqeela kembali fokus menghabiskan sarapannya. Sambil senyum-senyum sendiri. Mengingat perlakuannya kepada Mommy yang sedikit jahil.


"Qee... terima kasih yaa selalu bisa bikin Mommy tersenyum. Bahkan dalam keadaan sakit saja masih bisa jahil. Ya Alloh segera sehatkan menantu hamba." Do'a Mommy dalam hati.


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


Setelah sholat duhur, Aqeela mendengar suara pintu di ketuk.


Mommy membuka pintu. Dua petugas berseragam Polisi bediri di depan pintu.


"Selamat siang, Bu. Kami dari kepolisian akan meminta keterangan kepada Aqeela terkait peristiwa penusukan tempo hari." Ucap Polisis bername tag Danu.


"Oh.. silahkan, Pak. Tadi anak saya Desta sudah mengabari kami." Kata Mommy ramah mempersilahkan Bapak-bapak dari kepolisian masuk.


"Qee.. ada tamu dari kepolisian." Seru Mommy sambil membetulkan posisi duduk Aqeela.


"Iya.. Mi. Tadi Kak Desta udah ngabari. Dan barusan telpon Qeela, katanya dalam perjalanan ke sini." Kata Aqeela.


Pak Danu dan temannya dipersilahkan duduk sama Mommy.


Pak Danu mempersiapkan perlengkapan untuk menginterogasi Aqeela.


"Assalamu'alaikum..." Salam seseorang dari pintu.


"Wa'alaikum salam..." Jawab Aqeela dan Mommy.

__ADS_1


"Bae..." Sapa Aqeela melihat kedatangan Desta.


Aqeela mencium tangan Desta. Destapun membalas dengan ciuman kening.


"Beb.. aku temuin Pak Danu dulu ya..." Aqeela mengangguk.


"Selamat siang Pak Danu, Pak Koko..." Sapa Desta sambil menjabat tangan kedua Polisi di depannya.


"Siang Mas Desta. Bagaimana Mbak Aqeela sudah siap?" Tanya Pak Danu.


"Insya Allah, sudah Pak. Tapi, mohon maaf Aqeela masih belum bole jalan. Jadi Bapak saya persilahkan menginterogasi Aqeela di sana." Kata Desta sambil menunjuk bed Aqeela.


"Baiklah." Pak Danu dan Pak Koko berjalan menuju bed Aqeela. Meletakkan laptop di atas nakas. Menarik dua kursi untuk bisa mereka duduki selama investigasi.


"Siang Mbak Aqeela." Sapa Pak Danu. Sedangkan Pak Koko menghadap laptop.


"Siang Pak Danu." Balas Aqeela.


"Bagaimana kabarnya?" Tanya Pak Danu.


"Alhamdulillah sehat, Pak." Jawab Aqeela.


"Mbak Aqeela sudah siap menjawab pertanyaan dari kami?" Tanya Pak Danu.


"Siap, Pak." Jawab Aqeela mantap.


"Okay... Mbak Aqeela bisa menceritakan bagaimana rentetan kejadian penusukan tempo hari?" Tanya Pak Danu.


Aqeelapun menceritakan rentetan peristiwa penusukan Wisnu yang sebetulnya ditujukan kepada Desta.


Aqeela menceritakan secara runtutu. Membuat Pak Danu dan Pak Koko hanya manggut-mangut. Nampak puas dengan jawaban Aqeela


~Skip~


Biarkan interogasinya disimpan di filenya Pak Danu dan Pak Koko yang gengs... 😂😂😂


Setelah selesai interogasi. Pak Danu dan Pak Koko menutup Laptopnya.


"Mbak Aqeela, Mas Desta. Apa rencana kalian untuk kasus ini? Kami akan membantu apapun keputusan Kalian." Kata Pak Danu.


"Kondisi Wisnu bagaimana, Pak?" Desta balik tanya.


"Mas Wisnu, masih kami tahan." Jawab Pak Koko.


"Maksud saya, apa dia terlihat menyesal atau bagaimana?" Jelas Desta.


"Berkali-kali Mas Wisnu mohon kepada kami supaya bisa ditemukan dengan Mbak Aqeela katanya ingin minta maaf." Jawab Pak Koko lagi.


"Saya diskusi dulu sama Aqeela ya, Pak. Insya Allah besok saya akan ke kantor Polisi. Tapi mohon maaf, sementara Aqeela tidak kami izinkan keluar dulu." Kata Desta.


"Baiklah.. kalo begitu kami tunggu besok di kantor Polisi." Balas Pak Danu


"Soal Mbak Aqeela, kami memakluminya." Pak Koko ikut menambahi ucapan Pak Danu.


"Siap, Pak.."


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


Next part again ya Say...


makasii untuk dukungannya..


Kunjungi Princess of Mojopahit dan Istri tetangga ya..

__ADS_1


maksiii..love you 😘


__ADS_2