MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
The Best Moment 2 ( Ruang BK )


__ADS_3

"Assalamu'alaikum..." Aqeela langsung membuka pintu ruang BK tanpa menunggu jawaban dari dalam.


Karena sudah kebiasaan Aqeela masuk keluar ruang BK tanpa izin dari Pak Jamal. Langsung nongol begitu saja. Dan Pak Jamal tidak pernah keberatan dengan tingkah Aqeela.


Begitu masuk, Aqeela merasakan hawa yang berbeda. Ruangan BK begitu hening. Namun terdengar suara isak tangis seorang wanita dan suara setengah marah milik Pak Jamal.


Aqeela hafal suara Pak Jamal meski satu setengah tahun belakangan ini sudah jarang terdengar. Karena siswa langgananan BKnya sudah insyaf. Haa haahaa... Siapa lagi kalau bukan Desta N the genk dan dirinya.


"Lhoo...Bu Siti? Kok menangis? Kenapa Bu?" Seru Aqeela kaget mendapati Bu Siti guru biologinya sesenggukan berkaca-kaca.


Aqeela mendekati Bu Siti, terlihat di depannya Pak Jamal duduk menghadapi seorang siswi. Yang terlihat cuek dan tak mau tahu dengan pertanyaan Pak Jamal.


"Pak, kenapa dia?" Tanya Aqeela ikut emosi.


Pak Jamal hanya menatap sebentar ke arah Aqeela tanpa menjawab pertanyaan siswi terbaiknya itu.


Pandangannya kembali ke siswi di depannya yang masih bergeming.


"Hasna.. jawab" Seru Pak Jamal.


"Pak Jamal, biar Aqeela deh yang ngadepin. Bapak tenangkan Bu Siti." Pinta Aqeela.


Pak Jamal yang sudah kehabisan akal menghadapi siswi di depanya itu akhirnya memberi tempat buat Aqeela.


Pak Jamal sendiri berdiri mengajak Bu Siti duduk di sofa dekat mejanya.


"Nama kamu Hasna.. benar?" Aqeela membaca catatan Siswa yang ada di meja Pak Jamal. Kemudian menatap Hasna dengan wajah datar.


"Hasna Fathiyah, Kebaikan yang terbuka. Nama yang indah. Tapi kok sayang banget nama seindah ini tidak dibarengi akhlaq yang indah juga. Gak punya akhlaq sama sekali." Oceh Aqeela menatap wajah Hasna yang tak ads takutnya.


"Kamu kelas berapa?" Tanya Aqeela lagi dengan suara datar.


Hasna tidak merespon.


Aqeela tak melepaskan tatapan matanya, begitupun Hasna. Dia menatap Aqeela. Hanya saja tatapannya seakan tak ada makna.


"Assalamu'alaikum..." Salam Daffa, Doni dan Nabila sambil membuka pintu ruang BK.


"Pak Jamal, Bu Siti, Aqeela..Ngapain ini?" Seru Daffa yang keheranan.


Pak Jamal, Bu Siti dan Aqeela hanya menjawab salam ketiganya tanpa ada niatan menjawab pertanyaan Daffa.


Ketiganya akhirnya maklum dan duduk di sofa depan tanpa bersuara.


"Kamu jawab pertanyaanku atau mau berakhir dengan cara lain." Bisik Aqeela sedikit mengancam namun tanpa teriak.


Raut muka Hasna sedikit mengkerut mendengar ancaman Aqeela.

__ADS_1


"Coba liat cowok pake kruk itu." Bisik Aqeela menunjuk Daffa. Hasna mau tak mau turut memandang cowok yang di tunjuk Aqeela.


"Dia pake kruk karena ulah aku. Apa kamu mau berkahir seperti dia?" Ancam Aqeela.


Pertahanan Hasna sedikit kendor mendengar ancaman Aqeela. Ada wajah ngeri yang ia pancarkan meski tak berani ia tonjolkan.


"Iya Aku Hasna Fathiyah. Kelas 10 IPS 2. Puass..." Jawab Hasna dengan nada sedikit marah namun ada gemetar didalamnya. Dan Aqeela menangkap gelagat tersebut.


"Bagus.." Ucap Aqeela menyeringai puas.


"Kamu apain Bu Siti sampai nangis kayak gitu." Tanya Aqeela dengan menaikkan nada suaranya, membuat Hasna semakin ciut nyalinya.


Bu Siti dan Pak Jamal sampai menatap Aqeela bingung.


"Pak, Aqeela ngomong apa ya? Kok Si Hasna bisa keluar suara?" Bisik Bu Siti.


"Entahlah Bu, kita lihat saja apa.." Ajak Pak Jamal.


Hasna menatap Aqeela dengan takut tapi gengsinya mampu menyembunyikan wajah takutnya.


"Aku kasih permen karet di kursinya. Terus aku patahin kaki kursinya." Ucap Hasna tanpa merasa berdosa.


"Kamu masih kelas sepuluh saja sudah berani sama guru." Aqeela nampak emosi mendengar pengakuan Hasna, namun ia berusaha menahannya.


"kamu diajarin akhlak gak sih di rumah?"


"Bodo amat, apa peduli kamu nanya yang gak penting kayak gitu."


Suara gebrakan meja dari Aqeela sontak mengagetkan penghuni ruang BK. Terutama Hasna yang nampak pucat melihat Aqeela.


"Agama kamu apa?" Tanya Aqeela dengan suada datar, ia memang emosi tapi ia masih menjaga kewarasan suaranya.


"Islam.." Jawab Hasna cepat.


"Buka Al-qur'an." Titah Aqeela.


"Mana aku bawa Al-qur'an. Dasar cewek aneh." Oceh Hasna.


"Ponsel kamu mana?" Tanya Aqeela.


Hasna mengeluarkan benda berbentuk pipih dan menyerahkan pada Aqeela.


"Ponsel kekuaran terbaru. Nee cewek buka. anak orang biasa. Orang tuanya pasti banyak harta. Tapi sayang gak di barengi akhlaq." Batin Aqeela sambil melirik merk dan type ponsel siswi di depannya itu.


"Download aplikasi qur'an digital." Titah Aqeeela tanpa menerima ponsel milik Hasna.


Hasna menurut saja. Segera ia mencari sebuah aplikasi al-qur'am digital lalu mendownloadnya.

__ADS_1


"Sudah." Kata Hasna semenit kemudian


"Buka surat Luqman. Baca." Titah Aqeela sekali lagi.


"Gak bisa. Aku gak bisa baca Al-qur'an." Jawab Hasna menatap Aqeela dengan ragu.


"Kamu gak bisa baca Al-qur'an tapi dengan seenak udelmu menyakiti Bu Siti." Nada suara Aqeela meninggi.


Ia sangat tidak rela, ada murid yang melecehkan seorang guru. Aqeela tidak meragukan bagaimana kenakalannha di masa lalu namun ia tidak pernah melecehkan seorang guru. Karena baginya guru adalah orang tuanya. Guru yang memberinya ilmu hingga ia bisa mencapai tingkat yang sekarang ini.


Andaikan ia tidak menyukai cara guru tersebut mengajar ia cukup diam dan mendengarkan. Tak peduli paham atau tidak.


Bagi Aqeela ia hanya ingin mencari keberkahan selama mencari ilmu melalui guru-gurunya.


Tapi sekarang dihadapannya duduk seorang siswi yang seakan tak punya rasa sesal atau dosa karena ulahnya yang melecehkan Bu Siti. Walaupun hanya sekedar iseng.


"Aku gak habis pikir apa yang ada di otak kamu. Sekarang kamu minta maaf sama Bu Siti dan Pak Jamal." Titah Aqeela.


"Enggak, buat apa. Aku gak salah kok. Siapa suruh aku ke ruang BK." Jawab Hasna seakan tanpa ada sesal di hatinya.


"Kamu gak nyesel ya... udah bikin Bu Siti nangis kayak gitu. Terus setelah Bu Siti kamu mau ngisengin siapa lagi?" Ucap Aqeela dengan tak sabar.


"Masih aku pikirin, Mbak." Jawab Hasna.


"Hasna, kamu tuh apa gak mikir. Sekolah buat nyari ilmu. Kamu dapat darimana kalo bukan dari guru. Dan dalam islam seorang guru itu dimuliakan. Banyak kitab yang membahas tentang itu." Omel Aqeela. Tapi Aqeela yakin bagi seorang Hasna ocehannya gak akan masuk ke otak apalagi hatinya.


"Okay.... sekarang aku tanya kamu mau minta maaf dan menyesal atas perbuatanmu ataub tidak?" Aqeela kembali bertanya masih dengan nada tinggi.


"Enggak. Aku gak akan minta maaf. Siapa suruh Bu Siti kasi tugas banyak. Dan siapa suruh bawa aku ke ruang BK." Jawab Hasna seenaknya.


"Okay...kalo kamu masih tidak mau minta maaf dan menyesal. Kamu hafalkan surat Luqman ayat 12-19. Kemudian kamu cari literasi tentang adab kepada guru. Terserah mau pakai rujukan kitab manapun. Waktu kamu satu minggu." Ancam Aqeala.


"Jika satu minggu kamu tidak bisa memenuhi semua atau salah satunya maka kamu akan dihukum atas kelakuanmu. Dan ingat jangan libatkan orang tua kamu. Sekali kamu melibatkan mereka, maka kalian yang akan menyesal." buntut ancam Aqeela.


Hasna menatap aura keseriusan dari wajah kakak kelasnya itu. Ingin rasanya mencakar wajah cantik itu. Tapi kedua tangannya seakan tidak sanggup bergerak.


"Okay.. deal." Jawab Aqeela.


"Seminggu lagi, aku tunggu di sini" Ucap Aqeela tegas.


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


Like


komen


vote

__ADS_1


Rate yaa..


Terima kasih..


__ADS_2