MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Sengaja


__ADS_3

Aqeela menatap serius ke arah Desta yang sejak tadi fokus berbicara dengan seseorang di telepon.


"Mau taruhan apa lagi, Bae?" tanya Aqeela setelah Desta menutup panggilannya.


"Bukan taruhan ...."


"Lalu?" potong Aqeela.


"Tadi Doni ngabari kalau dia sudah baikan," ucap Desta.


"Alhamdulillah," ucap Aqeela lega.


Gadis itu sudah khawatir suaminya melakukan hal-hal menegangkan seperti kemarin.


"Sarapan dulu, Bae," ajak Aqeela mengangsur piring di hadapan Desta.


Desta segera menerima dan mengisi piringnya dengan nasi dan lauk hasil karya Aqeela.


"Beb, pindah sini dong!" pinta Desta kepada Aqeela yang duduk di depannya.


Tanpa banyak tanya, Aqeela langsung berpindah. Setelah istrinya duduk di samping, dengan sengaja ia menyuapi Aqeela.


"Ayo kita makan bareng," ajak Desta mengangkat sendok di depan mulut Aqeela.


"Buka mulutnya!" seru Desta karena Aqeela masih saja bengong dengan ulang manis suaminya.


"Beb، ayolah!" ulang Desta karena Aqeela masih ragu.


Perlahan gadis itu membuka mulutnya, ada Rina merah segar meranum di pipinya. Aqeela mengunyah suapan Desta perlahan.


Ada rasa malu dan senang bercampur jadi satu. Dadanya sudah bergemuruh, berdetak tidak karuan.


Layaknya pasangan muda yang sedang dilanda kasmaran. Begitupun Aqeela dan Desta keduanya berusaha membagi dan menyenangkan pasangannya.


Desta menyuapi Aqeela sampai nasi di piring habis.


"Alhamdulillah," seru Desta.


Aqeela dengan cekatan menuangkan air di gelas untuk minum Desta.


"Makasi, Beb," ucap Desta menerima gelas dari Aqeela.


Setelah Desta selesai, Aqeela pun minum dari gelas yang sama.


Pagi-pagi udah dibikin melting saja Aqeela sama Desta. Siapa yang gak jatuh cinta kalau kayak gini.


Benar, kan, cinta bisa berubah apappun.


Bahkan manusia berwatak keras bisa luluh karena sebuah cinta. Serangan cinta memang begitu dahsyat.


Apalagi kalau berlabuh di tempat yang benar pasti lebih indah dan menyenangkan.


Karena saat cinta itu berada di tempat yang salah. Bukan salah cinta tapi salah pelakunya. Mereka menikmati atas nama cinta. Mengatakan suka sama suka, padahal jelas salah.

__ADS_1


Sebab cinta sesungguhnya itu begitu indah. Rela melakukan apapun demi cintanya. Membahagian pasangan dengan cara yang baik.


Auk ah, yuk balik ke mereka berdua yang sudah bersiap berangkat sekolah.


❤️❤️❤️❤️


"Gaes, nanti siang kalian ikut gak?" tanya Desta saat menikmati makan siang di kantin.


"Kemana?" tanya Wawan membalik sendoknya karena nasi sotonya sudah habis.


"Jemput Doni," jawab Desta.


"Ke Karmen?" tanya Ronald.


"Iya. Kasiyan mamanya Doni kalau harus bolong tubuh besar anaknya sendirian," kata Desta membayangkan betapa reportnya seorang ibu bertubuh mungil dan kurus seperti Intan harus memapah Doni yang besar dan tinggi seorang diri.


Apalagi ia tahu seberapa sempit jalanan menuju kontrakan Mama Intan.


"Bagaimana?" ulang Desta.


"Oke, aku ikut. tapi bareng kamu, ya! Kan, motorku lagi masuk bengkel," kata Wawan.


"Beres!" seru Desta.


"Kamu?" tanya Desta pada Ronald.


"Aku nyusul, ya! Udah janji mau nganter hempers buat Tante Fia," seru Ronald


"Tante atau Tante," ledek Wawan dan Desta karena belum permh mendengar nama Fia di keluarga Ronald.


"Dan gak usah negatif thinking, kalo cuma perkara pertantean gampang. Tapi, sayangnya Tante yang ini bukan Tante yang itu," kata Ronald meninggalkan kedua temannya yang masih tertawa lirih menyaksikan sahabatnya enggan menceritakan profil Tante Fia.


Sebetulnya Desta dan Wawan hanya menggoda Ronald, mereka juga paham sahabat mereka bukanlah sosok yang pemodus para Tante.


"Kalian tuh, ya. kalo godain teman kira-kira. Kalo Kak Ronald marah, gimana? Kalian bersahabat juga sudah lama dan tahu karakter masing-masing," sela Aqeela yang juga jadi penyimak diantara mereka bertiga.


"Lain kali kalo bercanda yang baik. Lagian bercanda yang bikin teman sewot juga gak baik dalam Islam," lanjut Aqeela.


"Kalo istri mas Bos udah berbicara, aku mundur alon-alon, deh," sahut Wawan mengangkat kedua tangannya ke atas.


"Mas Bos aja diem, tunduk. Gak bisa ngomong. Gimana aku yang bukan siapa-siapa?" sambung Wawan.


"Dih, Kak Wawan sensi kayak cewek mau PMS," ledek Aqeela dengan terkekeh.


"Aku cuma kasi tau doang. Minta maaf gih, ama Kak Ronald," seru Aqeela membalas Wawan yang masih menganggapnya bercanda.


"Kamu marah, Qee?" tanya Wawan.


"Enggak, cuma ngingetin. Kalo aku marah sudah aku banting barang-barang yang di sini," sahut Aqeela.


"Jangan, beb. Duitku belom cukup buat ganti rugi punya kantin," seru Desta menyentuh lengan Aqeela.


Auto gadis itu tertawa.

__ADS_1


"Enggaklah, Kak. Aku juga cuma godain Kak Wawan yang sudah mau mundur alon-alon," olok Aqeela menatap Desta dan Wawan bergantian.


****


Pulang sekolah, Aqeela, Desta dan Wawan berada di satu mobil menuju rumah sakit karang Menjangan atau RSUD dokter Seotomo menjemput Doni yang keluar rumah sakit hari ini, setelah sembuh dari luka tembak dan beberapa luka lainnya.


Setelah menjalani operasi, Doni sempat terapi jalan karena kakinya sempat kesulitan berjalan normal.


Sedangkan kasusnya dengan Desta dan Aqeela sudah mereka anggap selesai dengan damai dan kekeluargaan.


Bahkan Desta N the Genk sudah menganggap Doni teman.


Saat masih menjalani perawatan, mereka sering berkunjung melihat kemajuan yang dialami Doni.


"Kak, kita parkir di sisi utara aja, deh. Lebih deket sama kamar perawatannya Kak Doni," pinta Aqeela


Gadis itu masih belum terbiasa memanggil Desta dengan sebutan lain jika di depan banyak orang.


Masih terselip rasa malu dan canggung. Lidahnya juga masih susah menyebut Desta dengan kata, Bae atau sayang. Namun, jika hanya berdua semua kata-kata manis itu bisa meluncur dengan indahnya.


"Iya, Mauku tadi juga gitu. Kita tunggu mobil depan itu, deh. Kalo dia udah keluar kita masuk." Tunjuk Desta pada sebuah kendaraan warna silver yang ada di depan mereka.


Kendaraan tersebut baru saja keluar dari flat parkir pas mobil Desta masuk.


Begitu kendaraan silver tadi keluar, Desta maju beberapa meter ke arah Utara.


Setelah terparkir rapi, ketiganya segera keluar dari mobil Desta.


"Yuk, Doni dan Mama Intan sudah nunggu kayaknya," ajak Desta menggandeng Aqeela.


"Mentang-mentang ada istri, Wawan dilupakan. Nyesel kalo jadi Baygon gini," sindir Wawan melihat kemesraan pasangan muda di depannya.


"Kagak jelas," sahut Desta.


"Kalo pengen bilang," lanjut Desta semakin mengeratkan genggamannya pada Aqeela.


"Kita hati Wawan cem-cem. Kamu diem aja, Beb," bisik Desta.


Aqeela tampak patuh membiarkan. Desta berlaku semena-mena pada dirinya. Bahkan Desta mulai memeluk bahu Aqeela dengan mesranya.


"Baygon beraksi," gumam Wawan lirih karena mereka sedang berada di koridor rumah sakit.


"Eh, gandeng dan meluk istri itu dapet pahala. Nah, aku lagi nyari pahala. Jadi, gak usah nyolot," seru Desta menoleh ke belakang.


*****


Bersambung


Nah, looo


Auk ah, besok lagi


tinggalkan jejak kalian ya, gaess

__ADS_1


❤️ lop you


__ADS_2