
"He... teman-teman, ini ada video dari teman aku neee... Aku share grup ya..." Tiba-tiba seorang guru berceletuk.
"Video siapa Bu Gea?" Tanya guru yang lain.
"Coba kalian lihat siapa?" Sahut Bu Gea.
Seisi ruangan sibuk melihat smartphone masing-masing.
Desta yang mau meninggalkan ruang guru dan bermaksud membuka pintu. Menghentikan keinginannya. Ada rasa penasaran. Video siapa yang membuat para guru heboh.
"Lha ini kan si murid kontroversial itu?" Sebuah suara laki-laki menyahut.
Desta segera kembali ke meja Ustadz Zainal.
"Ustadz Siapa?" Tanya Desta
"Sebentar videonya masih muter." Jawab Ustaz Zainal sambil berbisik.
Desta menunggu dengan tidak sabar, "Coba kamu lihat sendiri Des." Sahut Ustaz Zainal setengah menit kemudian melihat kegelisahan di wajah Desta.
Desta menerima smartphone Ustaz Zainal. Dan hanya sepersekian menit dahinya sudah berkerut.
"Aqeela Ustaz" Kata Desta dengan lemas sambil menyerah smartphone kembali ke pemiliknya.
Suara merdu Judika terdengar sedikit nyaring. Membuat beberapa pasang mata saling melirik smartphone siapa yang bunyi.
Desta buru-buru keluar, setelah pamit le Ustaz Zainal. Karena Smartphonenya yang bunyi.
"Desta ..., kamu dimana?" Suara diseberang seperti teriak-teriak begitu Desta mengangkat telpon.
"Ruang guru. Kalian kenapa sih." Kalo dari lagu-lagu suara yang kayak gitu pasti tau dong siapa lagi yang nelpon kalo bukan Ronald sama Wawan.
__ADS_1
"Aduuuh... kita cari ke kelas Aqeela... Cepetan kamu ke sini... Liat apa yang terjadi. Untung ada Kita." Sahut Wawan diseberang. Yang akhirnya membuat Desta tergesa-gesa tanpa mengucapkan apapun segera berlari menuju ke kelas Aqeela di lantai 2.
Di kelas Aqeela...
"Qee... mereka kenapa sih?" Tanya Ronald
"Enggak tau Kak, sumpah. Aqeela gak tau. Tiba-tiba datang teros nyolot, main acak-acak kerudung Aqeela." Jawab Aqeela
"Kenapa gak kamu lawan siih." Wawan udah geram aja ngeliat kelakuan Aqeela yang sok lemah.
"Kakak...." Sahut Aqeela
"Iya iya... kita tau. Gak usah dijelasin." Ronald malah sebel
*Aqeela... ken..." Desta masuk dengan nafas tersengal-sengal setelah berlari dari ruang guru di ujung lantai 1 ke kelas Aqeela di ujung lantai 2 😱. Keringatnya bercucuran.
Begitu melihat kondisi Aqeela, Desta malah kaget.
"Siapa yang ngelakuin ini?"Bentak Desta.
"Kak...." Panggil Aqeela.
Desta menuju bangku Aqeela. Disitu sudah ada Ronald dan Wawan.
"Kemana aja sih kamu, gak ngomong-ngomong ke kita. Untung kita ke sini. Tadi tuh, ada gerombolannya Si Mita sama Si Dea ke sini. Hampir menganiaya Aqeela dengan keji. Mereka mau bantu tapi tentu saja teman-teman Mita dan Dea menghalangi." Cerita Ronald dengan panjang, lebar dan tinggi..
"Harus aku kasi pelajaran mereka." Kata Desta dengan marah.
"Jangan Kak..." Cegah Aqeela.
"Heiii... teman-teman... ini bukannya Aqeela." Tiba-tiba suara seorang teman Aqeela sedikit mencairkan suasana.
__ADS_1
Seisi kelas mengalihkan perhatian ke suara tadi.
"Mana Do?" Tanya seseorang
"Coba lihat." Yang dipanggil Do segera menyerahkan smartphonenya.
"Lhoo betul ini Aqeela." Sahut suara yang sedikit centil.
"Kirim grup Do..." Sahut yang lain.
Desta yang sudah tahu isi video tersebut, hanya mengabaikan.
"Lhoo iya Des.. Nald... inu di grup kita juga ada."
Dering suara Raysa dari smartphone Aqeela bunyi.
"Iya ibu..."
"Aqeela segera pulang.... Ibu-ibu komplek nyari kamu.."
"Suruh kembali nanti abis maghrib."
Aqeela menutup telpon. Kepalanya pusiiing...
😫😫😫😫
*********
hari ini 1 episode ya... karena daku harus nyiapin pengajian 40 harinya Ummi tercinta...
tetap kasi like, kasi vote dan komentar yaaa...
__ADS_1
terima kasih udah view, like dan read...
I love U all 😍😘