MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Love me forever


__ADS_3

"Kesya...." Seru Desta dan Aqeela bareng.


Desta menerima dan membuka ponsel Kesya yang diserahkan Wawan.


Desta dan Aqeela terperangah dan saling pandang melihat isi ponsel Kesya.


"Kak.. kok ada video kita..." Ucap Aqeela lirih


"Pas lagi ***** an pula..." Sahut Ronald geram.


"Makanya lain kali kalo mau begituan gak usah di sini..." Sahut Wawan.


"Maksud kamu apa, ngerekam kita berdua." Bentak Desta sambil memegang rambut Kesya dengan kasar. Membuat Kesya gemetar ketakutan.


"Kak... jangan kasihan dia." Lerai Aqeela.


"Qee... dia mau bikin kita berdua dalam masalah... Ini kan privasi kita." Amarah Desta sudah di pucuk ubun-ubun.


"Ayoo cepet.. katakan apa tujuan kamu..." Kali ini Ronald mencengkeram dagu Kesya tanpa ampun.


"Ampun... Ampun... Ampun Desta.. Ampun Ronald..." Suara Kesya terbata-bata dengan gemetar.


"Makanya cepet katakan..." Bentak Wawan.


"Aku... aku... aku... suka sama Desta..." Kesya akhirnya mengaku.


Aqeela yang mendengar pengakuan Kesya, rasanya ingin menampar dan mencabik-cabik mulut cewek centil yang sedang ditawan Desta N the genk.


Hatinya ikut terbakar. Gak rela rasanya ada perempuan lain yang menyukai suaminya.


"Hei... cewek bar bar... kamu liat mereka, pake mata kamu. Desta itu udah punya Aqeela." Bentak Wawa tanpa Desta dan Ronald melepas cekalannya di rambut dan dagu Kesya.


"Kak..., lepasin... Biar Qee yang ngomong." Desta dan Ronald melepas cekalannya. Segera Aqeela mengambil alih.


"Ke.... denger.. Lihat... Kamu gak akan bisa ambil Kak Desta dari aku. Lihat baik-baik... Aku sama Desta udah menikah." Ucap Aqeela lebih dengan suara lebih lantang dari Wawan. Dan menjambak rambut Kesya.


Membuat Desta N the genk ikut tertawa puas. "Des.. akhirnya jiwa bar bar istri kamu keluar juga." Bisik Ronald. Desta masih memperhatikan apa yang akan dilakukan istri tercintanya itu.


"Lihat... mau Kak Desta aku peluk"


Aqeela dengan kasar menarik lengan Desta. memeluknya dengan erat. Membuat Ronald, Wawan, Kesya bahkan Desta terperangah.


"Mau aku cium..." Kali ini Aqeela kembali menempelkan bibirnya ke bibir Desta. Sekilas.

__ADS_1


"Mau apa kamu... urusan apa dengan kamu. Gak ada yang ngelarang kita." Bentak Aqeela.


"Bahkan kalo kita mau, kita making love. Mau apa kamu..." Suara Aqeela makin kenceng.


Kesya yang terlihat semakin pucat. Aqeela mencengkeram kasar kedua pipi Kesya dengan jarinya. Kesya gemetar.


Rasanya sakit. Melebihi saat Desta menjambaknya ataupun saat Ronald mencekal dagunya.


Aqeela terlihat lebih ganas dari ketiga cowok di depannya.


"Ternyata dia lebih bar bar daripada Desta. Penampilan saja yang kalem tapi jiwa mafianya masih tersisa." Omel Wawan ke Ronald.


"Sekarang.. hapus video itu..." Perintah Aqeela sambil menyerahkan ponsel Kesya.


Kesya menerima ponselnya masih dengan gemetar.


"Cepet... " Bentak Aqeela tak sabar. Kali ini jari Aqeela berpindah ke rambut Kesya. Mempererat pegangannya.


Kesya mencari aplikasi video di ponselnya. Segera ia cari menu hapus. Dan Lhap sekali klik hilang semua video kissing Desta dan Aqeela.


"Hapus semua... Awas kalo ada sisa...." Ancam Aqeela.


Aqeela merebut ponsel Kesya.


"Kak, periksa." Ucap Aqeela sambil menyerahkan ponsel Kesya ke Desta.


"I.. i.. iyaa.. Qee.." Suara Kesya terdengar parau. Aqeela melepas semua cekalannya di tubuh Kesya.


Kesya bersiap balik kanan.


"Eh... mau kemana kamu?" Tahan Wawan.


"Ba... baa... bbaaallliiik kkee kelllaass..." Kesya masih gemetaran.


"Enak aja... asal tinggalin aja. Bilang apa..." Bentak Ronald.


Kesya mendekat ke Desta dan Aqeela.


"Des..taa.. Aqee..laa..ma.. maaf in aku ya..." Kesya masih ketakutan.


"Nee...ponsel kamu..." Kata Desta menyerahkan ponsel Kesya.


"Kamu, kita maafin kali ini. Tapi sekali lagi kamu buat masalah... END..." Bisik Aqeela sambil memberikan isyarat lima jari bergerak lurus di depan lehernya.

__ADS_1


"Satu lagi... enggak usah ngadu ke siapapun." Ancam Ronald sebelum Kesya benar-benar berlari meninggalkan markas besar Desta N the genk.


"Haa haa haa.... " Desta , Ronald, Wawan dan Aqeela langsung tertawa penuh kemenangan menyaksikan Kesya yang ketakutan.


"Qee..., ***** gak nyangka. Kamu memang luaart biasa." Puji Ronald.


"Aku keterlaluan gak sih Kak tadi?" Tanya Aqeela mulai lebay.


"Aku suka Aqeela yang tadi. Terdengar dan terlihat seksi.." Puji Desta.


"Abis aku kesel banget sama cewek centil itu..." Omel Aqeela.


"Upsss....kalo udah nyampe sini lebih baik kita berdua, mundur alon-alon..." Teriak Wawan dan Ronald sambil berlari meninggalkan Desta dan Aqeela. Yang meninggalkan geleng-geleng kepala dari Desta dan Aqeela.


Mereka berdua memang sahabat yang aneh tapi menyenangkan. Gumam Desta dalam hati.


"Qee... beneran kamu tadi seksi banget. Apalagi pas pamer peluk dan ***** aku di depan Kesya. Aku mau lagi dong... " Rayu Desta.


"Nantilah Kak di rumah. Ntar ada Kesya, Kesya yang lain gimana?" Tolak Aqeela.


"Kan ada kamu yang siap mempertahankan aku kan..." Goda Desta.


"Kak... pliss deeh..." Aqeela sudah mulai merah-merah gak karuan gitu wajahnya.


"Hmm... terus soal making love tadi, serius nee... Aku juga mau kok..." Goda Desta lagi.


"Kak, aku tadi cuma manas-manasin si Kesya. Aku belum siap Kak..." Bisik Aqeela.


"Tapi kalo kamu deket-deket terus gini, aku bisa maksa ML loo yaa..." Bisik Desta sedikit nakal.


Membuat Aqeela mundur selangkah dari Desta.


Desta mengajak Aqeela duduk di bangku taman yang ada di bawah pohon angsana.


"Haa haa ha... Gak usah takut. Aku becanda. Aku masih ingat kok sama janji aku ke kamu." Ucap Desta sambil melingkarkan lengannya dari punggung Aqeela.


"Kak, love me forever..." Kata Aqeela.


"Always it.. Just one. Just you. There will be no other love. Gak akan ada cinta yang lain." Ucap Desta.


Aqeela menyandarkan kepalanya di bahu lebar Desta. Nyaman.


"Kak... biarkan aku seperti ini."

__ADS_1


\=====================================


To be continue


__ADS_2