
Di sekolah....
Pas jam istirahat, Aqeela mengajak Nabila ke kelas Desta. Aqeela mau mengajak Desta ke kantin, kebetulan dia lagi laper banget, meskipun tadi udah sarapan di rumah.
Aqeela berjalan melewati koridor sekolah dengan lincah dan riang. Nabila yang di sampingnya melontarkan candaan yang bikin ketawa ngakak.
Mendadak Aqeela berhenti, diikuti Nabila.
Dua meter di depan kelas Desta, Aqeela melihat, suaminya sedang berbicara dengan Kesya, anak klas 11 ips 3.
Aqeela ingat tentang Kesya. Diawal-awal kedekatannya dengan Desta N the genk dia pernah di labrak sama cewek centil itu.
Suaminya yang ganteng itu seperti sedang bercanda dengan cewek itu. Karena Kesya tersenyum sampai tertawa dengan sempurna. Bahkan suaminya terkadang juga ikut tersenyum.
Membuat senyum Aqeela berubah menjadi kemuraman. Nabila yang berada di sisi kanan Aqeela, menggenggam erat jarinya. Seolah menguatkan.
Dan demi menghindari pemandangan indah yang menyesakkan dadanya, reflek badannya berputar 180 derajat.
Aqeela ingin segera menjauh dari tempat itu. Bahkan yang ada ia menyesal harus ke kelas sakral itu. Kelas ambigu milik sang most wanted yang kini berstatus suaminya. Kelas yang membuatnya terjerat banyak kisah dengan cogan penghuni kelas itu.
Entah kenapa dadanya menjadi sesak. Butiran kristal yang dari tadi ditahannya, akhirnya menjebol sudut netranya. Hatinya terasa dicabik-cabik. Sakit.
Sepersekian menit, Desta menyadari kehadiran istrinya. Dan auto mengejarnya. Desta tak mempedulikan panggilan Keysa yang berulang.
Desta merasa langkah Aqeela semakin cepat. Hampir ia tak bisa mengejar langkah Aqeela.
Buugg...
"Awwwww..."
Waktu seakan berhenti. Desta menyaksikan, seorang Cowok yang berlawanan arah dan Aqeela yang melangkah tanpa memperhatikan jalan saling bertabrakan serta saling jatuh ke lantai.
Auto si cowok langsung membantu Aqeela yang terlihat kesulitan berdiri. Desta masih mematung di belakang Aqeela.
Kini dadanya menjadi sesak. Jemarinya mengepal siap membogem cowok itu. Tapi Dua cekalan di bahu menghentikannya. Desta hanya mampu menggeretakkan giginya menahan amarah.
"Maaf, aku gak sengaja." Kata cowok itu menyodorkan selembar tisu kepada Aqeela.
Dia masih mengira Aqeela menangis karena kesakitan saat bertabrakan dengannya.
"Maksih ya Kak..." Balas Aqeela sambil nerima tisu itu. Dibantu Nabila, Aqeela menghapus air matanya.
"Aqeela kan?" Tanya cowok itu lagi.
"Iya.." Jawab Aqeela masih dengan suara parau.
"Eh, Jagoannya kok sedih gitu.." Suara merdu cowok di depannya membuat Aqeela auto mengangkat kepalanya yang menunduk.
"Aku tadi ke kelas kamu. Nyari in kamu. Tapi gak ada. Kata teman-teman kamu, aku di suruh ke kelas 12 IPA 1. Eh, belum nyampe sana malah nabrak kamu di sini." Jelas Cowok itu.
"Oh iya, aku Wisnu." Wisnu mengulurkan tangannya. Dan Aqeela hanya membalas dengan menyedekapkan kedua telapak tangannya ke dada. Membuat Wisnu mengikuti aturan Aqeela.
"Kenapa nyari aku?" Tanya Aqeela.
Wisnu memandang Aqeela dari ujung kepala sampai kaki. Seolah tak percaya dengan cara Aqeela menghadapinya.
Tak ada kalimat heboh atau sekedar sapaan basa basi.
__ADS_1
"Kamu gak kenal aku?" Kali ini malah Wisnu yang kepo.
Aqeela menggeleng pelan. Membuat wajah cowok semi bule itu melongo. Bahkan Nabila yang di sebelahnya sampai menyenggol bahunya.
"What.." Wisnu sampai hampir berteriak.
\=====================================
"Kalian dimana?" Tanya suara di seberang line telpon Nabila
"Ruang Osis, Kak." Jawab Nabila
"Mereka di ruang Osis"Kata Wawan kepada kedua sahabatnya setelah menutup line telpon.
"Kalian kenapa sih harus menahan aku." Desta masih mengomel gak karuan.
Kondisi Desta sedang sangat tidak baik. Amarahnya masih terlihat. Raut wajahnya masih menahan amukan yang ditahan kedua sahabatnya.
Sehingga Ronald dan Desta menyeretnya paksa ke halaman belakang sekolah yang sepi.
"Terus kalo udah kamu pukulin tuh cowok selese tuh urusan." Bentak Ronald.
"Yang ada ada kamu masuk ruang BP. Ingat ya... 3 hari lagi kita ujian. Kenapa sih gak bikin kenangan yang indah gitu..." Cerewet Ronald mirip cewek 😂.
"Eh, yang salah tuh kamu ya... Des.. Lihatkan Aqeela sampai nangis kayak gitu." Oke Wawan.
Desta memutar memorinya ke tiga puluh menit yang lalu.
"Desta..." Desta menoleh ke sumber suara yang memanggilnya.
"Ke.... Ada apa?" Ternyata itu Kesya.
"Des.. sukses ya... untuk ujiannya..." Kata Kesya dengan senyum manisnya.
"Tengs ya Ke..." Balas Desta dengan senyum juga.
"Des.., mampir dong ke Triple O sesekali." Pinta Kesya.
"Kayaknya kalo yang itu gak bisa deh Ke..." Tolak Desta.
"Wih... beneran nee gosip di luaran sana. Desta udah tobat. Seorang trouble maker bisa jadi sealim ini." Desta tersenyum lebar mendengar Ucapan Kesya. Yang diucapkan seperti meledaknya.
Bersamaan dengan matanya yang tidak sengaja menatap punggung Aqeela yang berputar dan berlari.
lapun mengejar sampai Aqeela dan cowok itu saling terjatuh karena tabrakan.
"Aku hanya ngobrol biasa sama Kesya." Bela Desta
"Tetep aja kamu yang salah." Kata Wawan keras.
"Aisssh.... harusnya dia nyamperin aku. Gak usah balik kanan kayak tadi." Umpat Desta.
"Kamu gak peka banget sih, Des..." Bentak Ronald membuat Desta terperanjat. Karena selama bersahabat, belum pernah sekalipun Ronald membentaknya.
"Kamu kenapa sih.. "Balas Desta tak kalah keras dengan Ronald.
"Kamu udah nyakitin Aqeela, Desta...." Teriak Wawan.
__ADS_1
"Kalian itu bela siapa siih..." Omel Desta.
"Serah... aku udah ingetin... serah kamu. Balik kelas sekarang Wan..." Ajak Ronald menghindari peedebatan yang gak akan kunjung selesai dengan Desta.
Meninggalkan Desta sendiri di halaman belakang.
\====================================
" Assalamu'alaikum warohmatullohi wa barokatuh. Selamat Pagi anak-anak. Diberitahukan kepada seluruh siswa - siswi SMA Nusantara. Hari ini akan dipulangkan lebih awal karena Bapak - Ibu Guru akan mempersiapkan ujian untuk kelas 12. Dimohon segera pulang ke rumah masing-masing."
Suara pengumuman di microphone per kelas, sontak mmbuat riuh suasana.
"Yesss..."
"Horee..."
"Asyiiik.."
bermacam-macam ekspresi para siswa mendengar pengumuman pulang cepat.
Ya ya... kebahagiaan yang paling dinanti anak sekolah adalah saat jamkos dan pulang awal.
Di parkiran....
Desta, Ronald dan Wawan berbincang di depan X-pander Desta.
Aqeela datang dengan wajah menunduk, masih ada rasa sakit di hatinya.
Melihat sosok Desta, membuat Aqeela enggan ke parkiran. Aqeelapun berbalik arah.
"Aku bareng kamu aja deh..." Kata Aqeela.
"Qee.. aku bareng Kak Wawan." Seketika wajah Aqeela pias.
"Yaudah aku naik taksi online kalo gitu." Putusnya.
"Jangan Qee..."
"Udahlah Bil.. "
"Qee..." Nabila masih berusaha menahan langkah Aqeela, sampai Desta N the genk datang. Tapi usahanya sia-sia karena tenaga Aqeela lebih kuat dibandingkan dirinya.
"Broo...sepertinya kamu kali ini harus berjuang sendiri..." Ucap Ronald sambil ngeluyur masuk ke jeepnya.
"Selesaikan urusan dalam negeri kalian dengan damai." Kata Wawan menuju motor sportnya ke tempat Nabila menunggunya.
\====================================
**Thor minta maaf banget yaa... update nya kali ini agak sedikit lama...
banyak typo di sana sini... jadi ya... gitu deeh
Jaga kesehatan yaa prend... tetep stay @home
jaga jarak
keluar rumah jika ada yang penting-penting saja
__ADS_1
Dan yang selalu di tunggu.. like, vote dan rate
kasih bintang lima yaa.. plisss**...