MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
The Best Moment 1 ( Sekolah Yulian )


__ADS_3

Terima kasih semua, atas banyaknya permintaan saya akan melanjukan. Via the best moment.


Moment terbaik dari kisah ini.


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


Seminggu setelah kepulangannya dari Rumah Sakit. Aqeela dan Desta mendaftarakan Yulian di sebuah Taman Kanak-Kanak.


Beberapa hari sebelumnya Desta sudah mencari tahu profil beberapa Tak terdekat.


Dan pilihan keduanya, mantap kepada TK Safinah. Sebuah Taman Kanak-Kanak yang dikemas dalam nuansa religi islam.


Keduanya tertarik dengan metode dan program unggulan sekolah tersebut yang merujuk pada Al-qur'an dan Hadist.


Karakter yang dikembangkanpun berdasarkan Al-qur'an dan hadits. Dan poin penting lainnya, TK Mentari lokasinya tidak jauh dari rumah mereka. Sehingga jika ayah atau ibu mengantar Yulian sekolah tidak akan tergesa-gesa.


"Yulian sudah siap?" Tanya Aqeela melihat Yulian keluar kamar Doni masih belum mengganti pakaian tidurnya.


"Yulian belum mandi, Kak." Jawab Yulian polos.


"Kak Qee, mandiin ya." Ajak Aqeela yang hanya dibalas anggukan dengan senyum bahagia ala anak balita.


"Kakak Desta kemana, Kak?" Tanya Yulian melihat kamar Aqeela sepi.


"Kakak Desta dibawah sama Kak Doni. Nungguin kita sarapan. Makanya kita harus cepat." Jawab Aqeela.


"Asiyaaapp.. Kakak..." Jawab Yulian dengan nada mirip sang selebgram.


Aqeela terkekeh sejenak mendengar adik angkatnya itu mampu meniru logat sang selebgram.


"Nee anak siapa yang ngajarin?" Batin Aqeela.


Selesai mandi, Aqeela mencarikan pakaian yang layak untuk dipakai ke sekolah.


"Pakai ini ya, Dek. Kan nanti mau diantar Kakak daftar sekolah." Katq Aqeela.


"Sekolahnya bagus gak, Kak?" Tanya Yulian.


"Bagus."


"Banyak temannya gak disana nanti?"


"Banyak."


"Bu gurunya ada yang jahat gak?"


"Tidak ada. Semua Ustadzahnya baik-baik." Jawab Aqeela.


"Jadi manggilnya Ustadzah juga ya? Kayak Kakak Aqeela dong, dipanggil Ustadzah sama teman-teman mengaji dan Ibu-ibu pengajian sama kakak-kakak yang ikut kajian." Kalimat terpanjang yang pernah Aqeela dengar dari seorang Yulian.


Aqeela tersenyum sambil terus mendadani Yulian.


"Iyaa sama. Kan Ustadzah itu bahasa Arab, artinya Bu Guru." Kata Aqeela lembut menjelaskan tentang arti pemanggilan namanya.


"Oooooh.. begitu terus kenapa Kakak Desta dipanggil Ustadz?" Yulian masih terus bertanya.


Aqeela menatap Yulian. "Ganteng deh adek Kakak." Yulian tersipu menunduk tak berani melihat ke depan.


"Udah.. yuuk keluar. Nanti kakak jelaskan sambil jalan." Sambung Aqeela


Aqeela menggandeng sayang Yulian mengajaknya keluar kamar.


"Yulian.."


"Iya Kak..."


"Ustadz itu artinya Pak Guru." Kata Aqeela menjawab pertanyaan Yulian.

__ADS_1


"Ooowhhh.. Jadi bahasa arab itu berbeda ya Kak. Gak seperti bahasa Inggris." celoteh Yulian.


"Tentu saja sayang. Yulian mau belajar bahasa Arab?" Tanya Aqeela.


"Tentu saja, Kak.." Yulian sangat antusias.


"Kalau begitu Yulian harus sekolah. Di TKnya Yulian nanti ada pelajaran bahasa Arab loo.." Ucap Aqeela menyemangati Yulian.


"Beeneran Kak?" Suara imut Yulian tampak antusias.


"Iya bener." Sahut Aqeeela


"Wah seru sekali. Lagi ngobrolin apa sama Kakak Aqeela." Sahut Desta sambil meletakkan ponselnya, saat mendengar suara Aqeela dan Yulian yang terus berbincang.


"Bahasa Arab, Kak." Sahut Yulian.


"Memang bahasa Arab kenapa?" Tanya Desta pura-pura gak tahu hanya untuk menggali sejauh mana pemikiran balita di depannya itu.


"Ternyata nee yaa Kak, bahasa Arab itu seru." Jawab Yulian semangat.


"Oohh.. jadi?"


"Yulian mau sekolah. Mau belajar bahasa Arab." Jawab Yulian polos.


Doni yang duduk duduk di seberang hanya tertawa mendengar ocehan Desta, Yulian dan Aqeela yang terdengar seperti sebuah keluarga. Ayah, ibu dan anak.


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


Selesai sarapan Aqeela langsung naik ke atas untuk mengganti pakaiannya. Ia menyambar sebuah bra berjenis blackless plunge bra.


Yang belum tau, blackless plunge bra ini adalah bra tanpa tali dan pengait. Cara pakainya hanya direkatkan saja di dada.


Desta sengaja membelikannya untuk Aqeela. Agar Aqeela bisa lebih leluasa menutup payudaranya karena jahitannya yang masih basah.


Untuk membelinya tentunya dengan bantuan Mita, pacarnya Doni. Desta hanya memberi petunjuk ukurannya saja.


Bahkan Desta rela di bully kedua pasangan tersebut


Aqeela hanya bisa bersyukur memiliki suami seperti Desta. Bahkan untuk urusan bra saja. Sudah disediakan. Bahkan ukurannyapun pas di dadanya.


"فباي علي اربكما ت كذبان "


Begitu selalu ucapnya.


( Fabi ayyi 'ala irobbi kumaa tu kadz dziban )


"Bismillahi allohumma inni as aluka min khorihi wa khoirimaa huwa lahu wa 'audzubika min syarrihi wa syarrimaa huwa lahu"


Sambil mengucapkan do'a berpakaian, Aqeela memasukkan gamis yang sudah ia siapkan.


Dengan mengenakan gamis warna peach dipadu dengan hijab peach bermotif abstrak. Dan make up natural. Setelah beberapa kali bercermin ia segera turun.


Desta hanya bisa terkagum melihat penampilan Aqeela yang begitu anggun. Bak seorang princess, menghilangkan kesan Srikandi yang selama ini Desta sematkan.


"Kakak Aqeela cantik banget.." Puji Yulian melihat Aqeela turun dari atas.


Aqeela memandang kedua lelaki dibawah yang terus menatap kagum ke arahnya sambil tersenyum.


"Yuuk.. berangkat.." Ajak Aqeela.


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


"Assalamu'alaikum, Mbak Mas.." Tanya seorang perempuan paruh baya melihat kedatangan Aqeela dan Desta menggandeng Yulian.


"Wa'alaikum salam, Ust.." Jawab Aqeela sambik duduk di sofa yang sudah di sediakan.


"Maaf Bu, kami yang kemarin ke sini menanyakan pendaftran." Kata Desta.

__ADS_1


"Sudah ambil formuli, Pak eh Mas?" Ustadzah di depannya nampak kikuk menyebut panggilan untuk Desta dan Aqeela.


Dipanggil Bapak dan ibu tapi usianya masih terlalu muda dipanggil Mas dan Mbak tapi kok sudah bawa anak.


Aqeela menyadari kekikukan sang ustadzah.


"Ust, panggil Mas sama Mbak saja. Yulian ini adik kami. Kebetulan Ibu, Ayah, Mommy dan Daddy kami masih repot." Aqeela menjelaskan posisi Aqeela pada Ustdzah di depannya.


Ustadzah akhirnya manggut-manggut tampak paham dengan posisi Desta dan Aqeela.


"Mas, Mbak ini formulir yang harus di isi. Untuk biaya pendaftrannya langsung ke bendahara." Ustadzah tersebut menjelaskan proses pendaftaran Yulian.


"Tapi, Yulian langsung ikut masuk bisa ya Ust?" Tanya Aqeela langsung ke inti kegalauannya karena mereka mendaftarkan Yulian tepat di tengah tahun ajaran.


"Alhamdulillah, bisa kok Mbak. Kami perhatikan Yulian cukup cerdas." Kata Ustadzah dengan bijak.


"Oh ya saya Ustadzah Ratih." Ustadzah Ratih memperkenalkan diri.


"Saya Aqeela dan ini suami saya Desta." Balas Aqeela. Ustadzah menatap Aqeela tidak percaya kalau gadis belia ini sudah bersuami.


"Ust.., ini formulirnya." Aqeela menyerahkan formulir pendaftran Yulian.


"Baik Mbak, silahkan urus administrasinya." Kata Ustadzah Ratih sambil menunjukkan meja bendahara kepada Aqeela dan Desta.


Setelah menyelesaikan administrasi Yulian. Desta memberi kode kepada Aqeela.


"Yulian kita main yuuk di luar sebentar. Beb, selesaikan ya..." Bisik Desta yang dibalas anggukan oleh Aqeela.


"Ustadzah Ratih, ada yang mau kami sampaikan tentang Yulian. Karena kami menitipkan adik kami. Maka perlulah pihak sekolah tahu kondisi Yulian sebenarnya.." Kata Aqeela setelah Desta dan Yulian keluar.


"Iya Mbak? Ada apa dengan Yulian?" Tanya Ustadzah Ratih bingung karena tidak melihat kejanggalan dari Yulian.


"Ust, sebetulnya Yulian ini adik angkat dan anak angkat kami. Kedua orang tuanya sudah meninggal. Dan ia sempat terkena trauma pasca kecelakaan. Karena itu tiap dua minggu sekali kami masih konsultasi ke psikiater." Jelas Aqeela kepada Ustadzah Ratih.


"Masya Allah, sungguh mulia keluarga Mbak Aqeela. Mau menerima seorang Yatim Piatu." Ustadzah Ratih berkaca-kaca mendengar cerita Yulian.


"Insya Allah akan kami perhatikan kondisi Yulian." Ucap Ustadzah Ratih.


"Mbak, mari saya antar ke kelas Yulian." Ajak Ustadzah Ratih kepada Aqeela.


"Baik Ust, saya panggil Yulian dan suami saya." Ucap Aqeela yang diiyakan Ustadzah Ratih.


Aqeela dan Desta menyertai Yulian diantar Ustadzah Ratih menuju kelasnya.


"Assalamu'alaikum.." Ucap Ustadzah Ratih sambil mengetuk pintu sebuah kelas.


"Wa'alaikum salam...." Seseorang menjawab dan membuka pintu.


Begitu pintu terbuka pandangan Ibu yang membuka pintu tersebut langsung tertuju kepada Aqeela.


"Looo.. Ustadzah Aqeela..." Teriak heboh ibu tersebut sambil memeluk Aqeela


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


Like


komen


rate


vote


always yaa..


makasii.


😘😘😘😘

__ADS_1


.


__ADS_2