
"Dok, saya bersedia tapi saya tidak mau sendiri. Saya juga ingin ditemani seseorang dari yang beragama nasrani karena beberapa anak non muslim." Pinta Aqeela.
Para dokter saling berhadapan. Seakan minta persetujuan satu dengan lainnya.
"Mbak Aqeela ada teman yang non muslim dan bersedia diajak beraktifitas sosial?" Tanya dokter Bimo bingung.
"Ada. Kalo dokter menyetujui permintaan saya. Akan saya hubungi dia." Ucap Aqeela sambil mencoba menegakkan duduknya.
"Sakit?" Tanya Desta
Aqeela hanya menggeleng.
"Baiklah, Mbak. Kami tidak keberatan." Ucap dokter Bimo.
"Terima kasih, dok..." Kata Aqeela.
"Sebentar saya akan hubungi orangnya." Kata Aqeela.
"Bae, bisa minta tolong ponsel aku." Pinta Aqeela.
"Sebentar." Desta hendak berdiri mengambil ponsel Aqeela di atas nakas. Namun Doni dengan sigap sudah gercep dan langsung memberikan ponsel Aqeela kelada Desta.
"Makasii ya Don.." Ucap Desta karena tak perlu meninggalkan Aqeela.
Aqeela menerima ponselnya dan mencari sebuah nama.
Setelah menemukan dia segera mendial sambungan telponnya.
"Hallo.. Yuda.." Sapa Aqeela, tak lupa ia meloadspeaker panggilannya.
"Aqeela. Kenapa? masih adakah tugas buat Martin, Darren dan Jane?" Sahut suara yang di seberang.
Aqeela dan Desta tertawa lebar bersamaan mendengar suara sewot di seberang.
"Aku lagi sakit.. jadi tugas slow." Jawab Aqeela
"Ya Ampun. Sory. Kemarin si Martin cerita. Katanya Kakak cantik lagi di rumah sakit." Sahut Yuda.
"Gak usah bahas sakit. Yud, aku ada misi sosial nee. Kamu mau gabung?" Ajak Aqeela to the point.
"Dimana?" Sahut Yuda
"Rumkit MM." Balas Aqeela.
"Kapan?"
"Sekarang."
"Okay...siap."
"Ruang Intan 204. ya.. Yud." Kata Aqeela sebelum mengakhiri panggilan.
"Teman saya sepertinya bersedia, dok." Kata Aqeela.
"Yuda, itu siapa Mbak Aqeela?" Tanya dokter Dika.
"Ooh.. Yuda ini guru sekolah minggunya adik-adik di gereja dekat komplek." Jawab Aqeela datar.
Dokter Dika, dokter Bimo dan dokter Siska sepertinya terhenyak. Kepo. Bengong. Kaget.
"Sebenarnya siapa Aqeela?"
__ADS_1
"Kok ada hubungannya dengan sekolah minggu?"
"Nee anak siapa siih?"
Batin masing-masing dokter tapi tidak ada yang berani banyak tanya.
"Dokter ndak usah kaget , gitu. Kebetulan kami ada padepokan kecil di rumah untuk latihan karate anak-anak. Dan untuk bisa ikut latihan disana ada ketentuan dari kami,bagi yang muslim wajib hafal surat-surat di Al-qur'an sesuai tingkatan usia yang kami tentukan. Sedangkan bagi yang non muslim, kami juga mewajibkan hafal Al-kitab bagi yang kristen atau katholik. Hafal beberapa mantra bagi yang hindu, Hafal ajaran Budha bagi pemeluk Budha dan pokok-pokok ajaran Konghucu bagi pemeluk Konghucu. Sehingga kami juga menjalin persaudraan dengan teman-teman dari lintas agama." Desta menjelaskan dengan gamblang.
Untuk menghilangkan rasa keheranan para dokter di depannya tentang Aqeela.
Dan begitu mendengar penjelasan Desta ketiganya semakin kagum.
Seorang anak berusia tujuh belas tahun mampu melakukan itu semua.
"Just W.O.W saja..." begitu komentar mereka.
ππππππππππ
Tiga puluh menit kemudian, Yuda sudah sampai di kamar Aqeela.
Dikamar masih dipenuhi formasi lengkap para gengster. ( Mengcopas istilah Mita )
Tapi para dokter sudah kembali ke ruangannya. Aqeela dan Desta berjanji mereka akan segera dihubungi jika Yuda sudah mengiyakan.
Para gengster masih dengan aksi paduan suara.
Entah sudah berapa album yang mereka nyanyiakan.
"Selamat Sore.." Salam Yuda
"Hei.., Yud." Sapa Desta.
"Hallo semua, saya Yuda." Yuda memperkenalka diri.
"Duduk, Yud." Kata Desta.
"Istri kamu, kenapa?" Tanya Yuda kepo melihat Aqeela hanya duduk bersandar di bahu Desta menyapanya hanya dengan lambaian tangan.
"Resiko jadi jagoan gitu ceritanya." Jawab Desta asal. Tapi bisa membuata Aqeela tertawa.
"Haddeeeh...kalian ini." Sahut Yuda.
"Terus tadi nelpon aku ngapain." Tanya Yuda.
"Misi sosial." Jawab Aqeela.
"Aku ditawarin pihak rumah sakit untuk masuk ke ruang rawat anak. Kasi motivasi dan semanagat agar mereka kuat. Dan aku ngajak kamu buat gabung." Jawab Aqeela datar sambil meringis menahan punggungnya.
"Terua aku dapat apa?" Tanya Yuda sambil tersenyum, sebetulnya ia paham kalo Aqeela sudah mengatakan misi sosial ya pasti gak ada duitnya. Tapi kalo tidak iseng rasanya gak afdhol bagi Yuda.
"Dapat Pahala...Cong." Jawab Aqeela.
"Ha ha haa... haa...Aku dipanggil Acong." Yuda tertawa lepas mendengar panggilan baru Aqeela untuknya.
" Yaa....cuma pahala doang." Yuda pura-pura sedih.
"Udah deh Cong .Wajah kamu gak cucok jadi orang sedih. Lagian mana adaa orang yang percaya kamu butuh duit. Ha haa haa.." Aqeela ikut tertawa tapi dengan menutul mulutnya.
"Ya Tuhan.... sial banget nasib orang ganteng ini." Gerutu Yuda sengaja dikeraskan.
"Huweeek, ambyar..." Balas Aqeela
__ADS_1
"Haaa...haaa.. haa..." Auto seisi kamar ikut tertawa.
"Ayoo Cong, mau gak?" Lerai Desta, karena ia yakin Aqeela gak akan bisa berhenti menggoda Yuda begitupun Yuda cowok iseng itu akan terus iseng. Tidak hanya kepada Aqeela tapi siapapun akan jadi korban keisengannya.
"Yupzz.. Saya ikut misi kalian." Ucap Yuda mantap.
"Wuiiih....Mantap Brooo.." Komen Doni sambil mengangkat jempolnya.
"Mulai minggu depan ya..." Kata Aqeela.
"Asiyaaapp..." Jawabnya menirukan si bintang selebgram.
"Yuuuk.. lanjut..." Seru Vian..
πΆπ΅πΆπ΅πΆπ΅π΅π΅π΅
"Mas Desta.. Mbak Aqeela ada tamu." Suara suster Anna sedikit mengganggu keasyikan mereka kembali.
"Siapa, Sus?" Tanya Desta.
Suster Anna membuka pintu ruangan Aqeela lebar-lebar.
Sepasang suami istri dan di belakangnya...
"Wisnu..." Kompak seisi ruangan kecuali Yuda yang memang tidak tahu apapun tentang tragedi Aqeela.
Aqeela langsung membenamkan kepalanya ke dada Desta.
"Bae, suruh Kak Wisnu diluar." Bisik Aqeela.
"Don, bisa sampaikan ke mereka. Suruh tunggu di luar. Kalo mama dan papanya biarkan." Pinta Desta, karena ia yakin Aqeela tidak ingin jauh darinya.
Donipun, menuju ke pintu.
"Silahkan Om, Tante. Tapi mohon maaf Aqeela tidak mau bertemu Wisnu." Kata Doni sopan.
Wisnu nampak kecewa dengan perkataan Doni. Tapi, ia tak bisa membantah. Apalagi saat ini ia masih dalam status bebas bersyarat.
Wisnu berbalik melangkah keluar. Ia duduk di kursi tunggu di luar.
"Silahkan Om, Tante..."Kata Doni ramah.
Kedua orang tua tersebut mengikuti Doni.
Dan gengster kembali terusir paksa oleh tamu tak diundang Aqeela dan Desta.
"Silahkan duduk Om, Tante..." Kata Desta santun.
"Aqeela ayoo...Wisnu sudah keluar." Bisik Desta kepada Aqeela karena Mama dan Papa Wisnu sudah di hadapan mereka.
Aqeela mengangkat kepalanya, mengedarkan pandangannya. Setelah yakin tidak ada Wisnu. Aqeela kembali duduk menghadap ke mama dan papa Wisnu. Aqeela tersenyum menatap kedua orang tua Wisnu.
"Pa.. pantesan anak kita tergila-gila sama Aqeela. Ternyata dia sangat cantik dan santun." Bisik Mama Wisnu kepada suaminya.
πππππππππππ
Mak deg.. tuuh..
Yuuk aah kepoin next part...
Kunjungi **Princess of Mojopahit, Istri tetangga dan soulmate."
__ADS_1
tinggalkan jejak yaa...gengs**...