
"Qee.. teman kamu kok sangar gitu yaa..." Bisik Adinda sambil bergidik ngeri.
"Hei, mereka itu kan Kak Wawan sama Kak Ronald. Masa lupa sama mereka." Aqeela mengingatkan Adinda.
"Bukan mereka, tapi itu yang ada di sebelah Kak Ronald." Bisik Adinda.
Aqeela tersenyum smirk ke arah Adinda lalu menoleh ke arah Vian yang sedari tadi memperhatikan Adinda.
Flashback setahun lalu
Ketika Aqeela masih di rawat karena lukanya di rumah sakit.
Saat ini Aqeela sedang di suapi Desta. Ketika Vian datang dengan wajah gak karuan.
Ia langsung duduk begitu saja di sofa. Tanpa melihat aktifitas dua manusia beda jenis kelamin di dalamnya.
"Kenapa tuh anak, Bae? Tanya Aqeela.
"Entahlah? Gak jelas banget mukanya ditekuk kayak kertas kusut." Jawab Desta
"Benang kalee kusut." Pembetulan dari Aqeela.
"haa haa... serah kamu deh, Beb." Desta terkekeh sejenak, lalu menatap prihatin sahabatnya itu.
"Kenapa, Vi?" Tanya Desta masih dari sebelah bed Aqeela.
Vian menoleh menatap Desta. Dengan wajah datar ia menghampiri Desta dan Aqeela.
"Qee.. kamu gak capek apa? Tiap hari harus sekolah, punya suami, masih sibuk dakwah?" Tanya Vian sambil duduk dikursi yang tersedia di sebelah ranjang Aqeela.
Aqeela hanya melongo mendengar pertanyaan Vian.
"Terus kamu Des, gak bosen apa tiap pulang kerja, pulang kuliah, bangun tidur, mau tidur ketemunya Aqeela terus?" Lanjut Vian tanpa memberi kesempatan dan jeda kepada Aqeela maupun Desta menjawab.
Desta menatap Vian bingung.
"Kamu gak salah minum obat kan Vi?" Tanya Desta sambil memegang dahi Vian.
"Gak panas." Kata Desta.
"Aku masih normal, Desta...." Kata Vian jengkel.
"Memangnya ada apaan sih? Tumben tuh muka ditekuk kayak botol bekas." Ledek Desta masih terus menyuapi Aqeela.
"Minum Bae..."Pinta Aqeela. Desta meletakkan piring dan menyerahkan sebotol air mineral ukuran sedang kepada Aqeela. Setelah puas menyeruput Aqeela segera mengembalikan ke Desta.
Vian tidak ada niatan merespon atau menjawab pertanyaan Desta. Ia hanya melihat Desta yang sibuk melayani Aqeela.
"Sakit gak sih Qee...?" Tanya Vian.
"Sakitlah, Kak. Lukanya." Jawab Aqeela singkat.
"Bukan itu..."
"Terus apaaan?" Tanya Aqeela.
__ADS_1
"Malam pertama kamu sama Desta." Vian langsung nanya sesuatu yang makjleb, membuat keduanya saling berpandangan.
"Yang ada capek, Kak."
"Kok capek?"
"Ya karena malam pertama isinya adu jotos." Yang langsung dihujani tawa oleh Desta.
"Aqeela... serius..."
"Aku juga serius, Kak. Tanya tuh tersangkanya." Tunjuk Aqeela ke Desta. ( Padahal pada tau kan mereka belum proses malam pertama, hiik hiik)
Vian mengalihkan pandangannya ke Desta yang terkesan cuek.
" Des, kamu ada niatan mengkloning Aqeela, gak?" Tanya Vian makin gak jelas.
" Mengkloning buat siapa? Gak jelas banget sih, kamu. Vian? Abis makan apa siih." Desta mulai mengoceh.
"Buat aku satu, kalo bole." Vian masih menatap Desta dengan serius. Aqeela yang awalnya no reken auto menatap Vian dengan serius pula.
"Sinting loo..." Komentar Desta.
"Aaahh...." Teriak Vian seperti orang depresi.
"Rumah sakit woii... " Protes Desta
"Kak, kamu kenapa? Dari tadi muter-muter aja ngomongnya." Tanya Aqeela yang melihat ada mimik frustasi disana.
"Mama.. Papa nyuruh aku cepet kawin." Ucap Vian lirih.
" Ya kawin aja brooo.. " Celoteh Desta.
"Wooii, kamu sendri yang ngomong kawin. Kita mah, mengiyakan aja..." Tukas Desta cepat.
"Nikaah... broooo... Udah gitu syaratnya harus pake jilbab pula. Mereka pengen punya mantu kaya bini eloo... Desta..." Vian sedikit berteriak menjawabnya. Nada suaranya menyedihkan.
Desta da Aqeela kembali saling berpandangan seakan tahu apa yang dipikirkan Vian.
Desta menjajari dan merangkul bahu sahabatnya.
"Vian.. jodoh kita itu udah ada yang ngatur. Kamu banyakin berdo'a saja biar dapat jodoh seperti keinginan orang tua kamu." Kata Desta bijak.
"Bini gue gak bisa di kloning. Dia cuma punya aku satu-satunya." Lanjut Desta menatap tajam ke arah Vian.
Aqeela hanya tertawa mendengar ucapan Desta.
Flashback off
Dinda masih bergidik ngeri sambil mencuri pandang ke arah Vian.
Gimana cewek gak ngeri, Vian dengan rambut gondrongnya bertindik di salah satu telinganya. Untung saja Vian tidak bertato coba kalo ia bertato entah bagaimana reaksi Dinda. selebihnya.
"Ooh.. itu..." Aqeela melambai ke arah Vian
"Kak...." Panggil Aqeela.
__ADS_1
"Aqeela...." Adinda langsung menelsupkan kepalanya ke dada Aqeela.
"Hei, gak usah takut. Dia ini namanya Vian. Kamu tau gak Din, karena pertolongan Kak Vian ini aku gak jadi mati muda. Dan Kak Vian ini yang sering bantuin Kak Desta juga." Mendengar celotehan Aqeela, Adinda mulai mengangkat kepalanya.
Dan ia melihat si cowok sangar tadi sudah di sebelah Desta.
"Kak ini sahabat aku waktu di pesantren namanya Dinda. Nanti dia yang akan menggantikan aku menjaga asrama putri." Adinda hanya tersenyum paksa sambil menelangkupkan kedua tangannya ke dada. Hatinya masih was-was dengan Vian.
Vian membalas senyuman Adinda dengan penuh makna. Bahkan tatapannya tak bisa lepas dari Adinda.
"Vian... jaga pandangan kamu." Tutur Desta lirih agar tak terdengar Adinda yang masih menggenggam erat jari Aqeela.
"Kak, aku mengantar Adinda dkk ke kamarnya ya... Don, aku juga minta tolong antar Farid Cs ke asrama. " Pamit Aqeela melihat Adinda yang kurang nyaman.
"Yuuk aah , Din istirahat di atas." Ajak Aqeela.
Adinda Cs beranjak ke atas bersama Aqeela.
💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗
"Kak Vian sabar ya...Kalo Kakak suka Dinda. Ia anak yang polos. Gak pernah ketemu cowok berpenampilan sangar seperti Kakak."
Aqeela mengirim sebuah pesan wassapp untuk Vian.
"Din, kamu tau gak sebetulnya cowok sangar tadi itu boss resto looo... Makanan untuk acara besok aja semua pesan di restonya Kak Vian. Jadi jangan lihat seseorang dari coviernya ya..." Gumam Aqeela lirih kepada Adinda. Begitu Adinda rebahan di sebelahnya.
"Yang bener aja? Kok bisa siih???" Adinda hanya melongo mendengar penjelasan Aqeela.
"Ya bisa dong. Buktinya ada..." Kata Aqeela sambil memeluk Adinda.
💗💗💗💗💗💗💗💗💗
Tasyakuran masjid dan asrama.
Keluarga Ayah Syarief mengundang seluruh warga untuk merayakan selesainya pembangunan masjid dan asrama Aqeela. Bahkan para donatur juga di undang.
Tampak Ayah dan Daddy sibuk melayani tamu. Sedangkan Ibu dan Mommy asyik ngerumpi dengan ibu-ibu komplek juga.
Aqeela dan Desta hanya diam di kursi melihat kehebohan yang diplaining Ayah.
Vian sibuk mengerahkan anak buahnya, menyajikan menu di hajatan Ayah Syarief.
Adinda memandang tingkah Vian dengan sesekali tersenyum lucu.
"Kok mau yaa cowok jadi pengusaha kuliner. Udah gitu tampangnya serem. Ternyata jago di dapur. Kok so sweet banget ya..."
"Tampang ternyata bisa menipu mata." Gumam Adinda dalam hati.
💗💗💗💗💗💗💗💗💗
What do you see?
Like
Komen
__ADS_1
Vote
Rate