
Aqeela hanya bisa mendesah. Napas keduanya sudah tidak karuan.
Aqeela yang belum pernah melakukan ciuman sedalam ini , hanya mengikuti alur yang dibuat Desta.
Dan Desta melakukannya dengan sangat baik.
Desta serasa memberikan pelajaran praktek langsung berciuman.
Desta kembali menyesap bibir Aqeela. Lebih dalam. Lidah keduanya bertemu. Hangat.
"Bae.., cukup sampai di situ..." Suara Aqeela terbata-bata menstop perlakuan Desta yang tangannya sudah singgah di daerah sensitif di dadanya entah sejak kapan.
"Kita gak akan kuat melewatinya, jika kita melanjutkannya." Ucap Aqeela.
"Tapi biarkan aku, menikmati ini." Desta menyatukan kembali bibirnya ke bibir Aqeela.
Menyapu bibirnya dengan lembut. Menjelajah kembaki setiap jengkap kedalaman bibirnya. Aqeela memejamkan matanya kembali.
Dari bibir beralih ke pipi Aqeela. Mata. Bahkan tak melepas sejengkalpun Wajah Aqeela. Semua area wajah Aqeela menjadi miliknya malam ini.
Aqeela hanya mendesah, menyerah kepada pemilik hati yang memberinya kenikmatan.
Desta melepaskan bibirnya. Menggendong Aqeela ala bridal memindahkan ke dalam kamar.
"Malam ini, aku mau nemenin kamu Beb. Aku tidur sini. Gak terima penolakan." Titah Desta, melihat reaksi gusar Aqeela.
"Yakin Bae..." Suara Aqeela masih terdengar serak.
"Percayalah... aku masih waras. Aku masih bisa jaga." Desta meyakinkan Aqeela.
Aqeelapun hanya mengangguk pelan.
"Sebentar ya.. aku tutup pintu dulu. Kamu tunggu di kamar aja." Titahnya lagi.
"Bae, kalo naik. Minta tolong bawain aku air putih ya..." Pinta Aqeela, tenggorokan kering setelah dikerjai Desta dibawah tadi.
"Siiiaaapp... Srikandiku." Aqeela hanya tersenyum ke arah suaminya.
Aqeela tersenyum mengingat kejadian yang baru dialaminya di bawah tadi. Suaminya sudah berani menjelajahi seluruh wajahnya.
__ADS_1
Ada desiran aneh yang dirasakan Aqeela. Saat melakukannya tadi. Aqeela tidak tahu apa namanya. Tapi rasanya memang beda. Dia membiarkannya saja. Toh, dia juga gak dosa.
Desta
Ia menuruni tangga dengan debaran jantung yang gak karuan.
Kalo mau jujur, Ia sengaja turun dengan alasan mengunci pintu adalah untuk mengurangi rasa gugupnya pada Aqeela.
Desta masih mengingat semua perlakuannya pada Aqeela. Ia tadi hampir saja kelepasan. Desta mengakui Aqeela begitu pandai mengimbangi ciumannya.
Sentuhan di area sensitif Aqeela malah membuatnya tak bisa move on sampai sekarang. Walaupun hanya terjadi sepersekian menit.
Desta keluar mengunci pintu pagar, pintu rumah dan mengecek jendela. Menutup yaang belum tertutup.
Kemudian ia berjalan menuju dapur, menuangkan segelas air putih seperti permintaan Aqeela.
Desta bersiap kembali ke kamar. Namun langkahnya terhenti. Ia kembali membuka pintu kulkas. Melihat isi kulkasnya.
Pandangannya tertuju pada sebotol air. Desta mengambilnya. Membawanya naik ke atas. Karena dirinya juga haus.
Desta segera menyerahkan segelas air putih yang dibawanya kepada Aqeela.
Aqeela segera menghabiskan air yang diserahkan Desta.
"Makasi yaa Bae..."Ucap Aqeela sambil beranjak hendak mengembalikan gelasnya ke meja yang letaknya di sisi lain kamar.
Tapi Desta menahan Aqeela,
"Sama2, Aku juga mau minum. Biar aku aja yang mengembalikan." Aqeela menyerahkan gelasnya kepada Desta.
Desta beranjak mengambil minum. Namun ternyata Aqeela juga beranjak ke kamar mandi.
Aqeela keluar dari kamar mandi sudah mengganti bajunya dengan dress selutut tanpa lengan.
Desta yang melihatnya hanya memandang tak berkedip sambil berkali-kali menelan salivanya.
"Cantiik.." Gumamnya.
"Kalo tiap hari disuguhi kayak gini, bisa-bisa tingkat kewarasanku turun neee.... Gak akan kuat buat gak ngejahilin My Beb..." Desta masih mengomel dalam hati.
__ADS_1
Aqeela kembali ke ranjangnya. Merebahkan diri. Menutup tubuhnya dengan selimut. Seakan lupa ada Desta di sana.
Desta mengikuti Aqeela berbaring di ranjang.
"Beb.." Desta merentangkan tangannya memindahkan kepala Aqeela. Menjadikan lengannya sebagai bantal Aqeela.
Sedangkan tangannya yang lain memeluk pinggang Aqeela.
"Bea..." Panggil Aqeela.
"Kenapa?" Balas Aqeela.
"Yakin kita mau seperti ini?" Tanya balik Aqeela.
"Iya.. aku yakin. Tapi kamu jangan banyak gerak ya... " Pinta Desta.
"Emang kenapa Kak?" Tanya balik Aqeela lagi.
"Ntar yang bawah sakit, Qee. Kan kecepit." Membuat Aqeela mendelik.
Kaki Desta udah mengapit tubuhnya.
"Aku.bilang jangan gerak. Kalo gak pengen terjadi sesuatu yang aku inginkan" Bisik Desta.
💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗
**To be continue...
Next part lagi ya...
tengkyu udah
jadiin fave kalian ❤,
like 👍🏻
komen 📝
Vote 💯
__ADS_1
Rate ⭐5 yaa**..