
"Qee..." Kamu kok tambah kurusan siih.
Oke Adinda begitu kamar mulai sepi, di tinggal fans Aqeela balik ke kamar masing-masing. Karena memang waktu menunjukkan sudah pukul sepuluh. Jamnya santri istirahat. Karena pagi-pagi mereka sudah harus bangun. Mengerjakan sholat lail, meskipun ini bukanlah suatu yang wajib. Tapi para Ustadz dan Ustadzah bahkan Gus-Gus putra pak Kyai selalu menyarankan mereka untuk selalu sholat malam.
Khusus pada hari Kamis mereka akan melakukan berjama'ah.
Tapi jangan keliru, mereka tetap melakukan terpisah.
Santri putra dengan Ustadz dan Gus-Gus.
Sante putri dengan Ustadzah dan Ning-Ning Dalem putri atau menantunya Kyai.
Begitulah kehidupan di pesantren yang mendidik santri untuk selalu istiqomah, tawakal dan qona'ah.
Back to Aqeela dan Adinda
"Enggak ah, BB aku tetap kok." Jawab Aqeela.
"Pipi kamu itu loo Qeee... dulu pas di sini lebih tembem eh sekarang kok malah tirus."
" Haa haa haa...." Kata-kata Adinda di sambung tawa oleh Aqeela.
"Din... kamu tau gak"
"Enggak..."
"Aduuh dengerin dulu, gak pake nyahut napa." sewot juga Aqeela
Adinda hanya ketawa geli.
"Tau gak... setelah aku balik ke Surabaya... tiap malam aku latihan karate di rumah. Terus hari sabtu sama minggu aku latihannya karate di Sanggar."
"What?????" Sejak kapan Aqeela bisa karate
"Sejak dulu kaleee... mulai gue ingusen pas masih es de... aku udah jadi atlet karate."
__ADS_1
"Makanya ayah naruh aku di pesantren, biar gak berantem melulu..." Aqeela cerewet
"Kamu sekarang tambah cerewet , tau gak. Aqeela yang dulu itu gak banyak omong." Oceh Adinda...
"Au aah... suka-suka kamu."
Adinda tertawa lagi....
Tapi tawa mereka terhenti, saat ada dering smartphone.
Aqeela membaca pengirim pesan Whatsappnya, Desta.
*Kenapa Kak?
Qeee banyak nyamuk.
Pake soffell ato autan kalo gak ada pake sarung
Terus belinya dimana ?
Tanya aja sama teman sekamar
😅😅😅 iyaa Kak... bentar aku telponin ketua Pondok Putra 😜😜😜*
Aqeela segera mendial kontak menemukan nama seseorang.
"Halo.. Kak Fatih?"
"Tolong dong Kak kasi teman saya sofell ato autan gitu."
" Teman yang kemarin datang bareng saya ke pesantren"
"Okay, baik Kak... Terima kasih."
"Oya jangan lupa Kak, tagihannya minta ke dia sekalian. kalo perlu kasi tagihan 2x lipat."
__ADS_1
"Haa haa haa"
Aqeela menutup telponnya.
Sebetulnya di Pesantren ada peraturan santri gak bole bawa smartphone dan sejenisnya.
Kalo ada keperluan mendesak atau urgent yang harus menghubungi orang tua ato guru. Wajib menggunakan punya Pesantren.
Tapi karena kali ini Aqeela datang sebagai tamu bukan santri sesungguhnya maka peraturan itu tidak berlaku bagi dia.
Begitupun dengan Desta N the genk. Mereka masih diizinkan menggunakan smartphone selama di pesantren.
Tapi tetap saja ada peraturan gang harus dipatuhi. Smartphone hanya bole di aktifkan saat jam-jam istirahat. atau ketika sudah selesai aktifitas.
Namanya juga pesantren...
Bagi Aqeela aturan baku tidak akan menjadi boomerang. Karena sejak awal kedatangannya ke pesantren untuk menenangkan diri, menjauh sementara dari dunia kontroversi yang mengubah hidupnya dalam hitungan hari.
Back to Aqeela dan Adinda again 😃
Saat merebahkan diri di samping Adinda...
"Din.... "
"Kenapa"
"aku dulu pas keluar dari pesantren cuma pengen jadi orang biasa... Kok sekrang jadi kayak gini."
Suasana hening gak ada jawaban. Pas Aqeela menoleh Adinda udah merem dengan cantiknya tanpa dosa.
"Adinda... Cepet banget molornya." Omel Aqeela dalam hati
--------------------------------------------------
Tengkyu a lot....
__ADS_1
Trm ksh buat like komen vote dan ratenya...
i lop yu pull 😘😘😘