MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Hari Pertandingan


__ADS_3

Setelah Aqeela menjalani pemeriksaan di sebuah Rumah Sakit atas rekomendasi pihak kepolisian. Aqeela kembali mempersiapkan diri untuk pertandingan besok.


Hasil Pemeriksaanpun sudah ada ditangannya. Setelah dibere penjelasan hasil lab. nya Aqeela menampakkan senyum bahagia.


Menurut dokter, semua hasilnya negatif. Dan benar dugaan Aqeela. Mita menggunakan semua fasilitas medis milik orang tuanya. Dan tidak ada kandungan narkoba, psikotropika atau sejenisnya.


Jadi efek yang ditimbulkan hanya kantuk saja. Dan saat sadar Aqeela akan merasa pusing. Aqeela hanya mengiyakan diagnosa dokter yang memang benar.


Mita, mungkin sudah belajar banyak dari orang tuanya tentang bius ini. Sehingga kata dokter dosisnyapun tidak over.


\=====================================


Hari Sabtu


Di Gor Kertajaya


Area pertandingan karate. Di area penonton. Nampak orang tua Desta dan Aqeela. Desta N the Genk, Geng Vian, Nabila bahkan Ustadz Zainal dan Ustadzah Dewi serta beberapa wartawan siap jadi suporter Aqeela.


Di ruang atlet.


"Qee... siap." Tanya Kak Jo


"Siap, Kak." Jawab Aqeela.


Kak Jo memberikan kode ibu jarinya kepada Aqeela, sebagai isyarat good luck. Bermain yang bagus. Kami selalu mendukung.


Back to kursi penonton


Berada di kursi penonton bagi Ayah Aqeela adalah hal langkah karena selama Aqeela tanding di masa SDnya dulu. Sebagai Ayah ia tidak pernah mendukung sama sekali kegiatan putrinya hanya ibunya yang selalu setia menemani kemanapun Aqeela bertanding.


Deg..deg an. Tentu saja. Tapi Ayah mampu menyembunyikan kekhawatirannya karena ada Wijaya di sebelahnya.


Bagi Ayah Syarief, Wijaya bukan hanya seorang teman SMA. Mereka berdua adalah sahabat. Saudara.


Wijaya dan Syarief bukan berasal dari keluarga mampu. Tapi karena kerja keras mereka berdua mampu membangun perusahaan masing-masing dengan baik.


Masa SMA merekapun tak jauh beda dengan putra putri mereka sekarang. Tawuran, jadi badboy. Sampai direbutin banyak cewek. Bahkan tak jarang mereka harus menolak pernyataan cinta cewek yang mmbuat mereka illfeel.


Aih, buah jatuh tak jauh dari pohonnya.


Ungkapan itu rupanya berlaku bagi keduanya. Dan saat mereka tahu, bahwa Desta menyukai putri dari Syarief yang notabene sahabatnya, Wijaya langsung menyetujuinya. Bahkan mereka mempercepat hari pernikahan keduanya.

__ADS_1


Back to Ayah Syarief yang sekarang


Pak Syarief benar-benar tidak tahu ternyata putrinya luar biasa. Gerakannya begitu lincah. Sorot matanya begitu berbinar.


Berkali-kali do'a kemenangan dia panjatkan. Menyadari kebodohannya selama ini yang tidak pernah mendukung Aqeela.


Ayah nyesel nee...


Desta


Tak jauh beda dengan Pak Syarief. Destapun terlihat tegang dengan hasil pertandingan Aqeela.


Mimiknya benar-benar menampakkan kekhawatiran.


"Des... biasa aja kaleee..." Seru Vian yang ada di sebelahnya.


"Deg deg deg nee Vi..." Vian memegang dada Desta pas dijantungnya.


"Uwiiik... beneran deg deg.. berarti kamu masih hidup Des." Kata Vian.


"*****... kamu kira aku zombie apa." Seru Desta, membuat Vian, Ronald, Wawan dan yang lainnya tertawa lebar.


"Eh, Des... Aqeela seksi banget tuh. Meskipun pake kostum karate. Wajah cantiknya, byuuuh..." Mendengar kalimat Ronald, mata Desta melotot dan berkacak pinggang ke arah Ronald.


"Ciyee... kayaknya ada yang jeles nee... " Ujar Ronald dengan polos dan watadosnya.


"Ada yang jatuh cinta dengan setengah hidup... separuh hati..." Timpal Wawan ikut membully Desta.


Desta hanya melengos kesal dengan kelakuan dua sahabatnya itu. Yang kadang membuatnya sering uring-uringan akhir-akhir ini. Karena sering menggodanya dengan Aqeela. Yang membuat Desta berakhir dengan amarah. Dan kalo sudah begitu mereka akan berpura-pura tidak tahu atau masa bodo bahkan berwajah inosen tanpa dosa.


Kursi penonton memang penuh cerita. Karena mereka lebih tegang dari para atlet yang bertanding.


\=====================================


Pertandingan berakhir pukul empat sore. Aqeela sudah berada ditengah-tengah suporternya.


Aqeela juga merasakan debaran di dada. Berharap hasilnya tidak mengecewakan.


Aqeela sudah mencapai babak final, dan tinggal penentuan juara.


Harus melakukan adu sekali lagi.

__ADS_1


Dan pertandingan terakhir tadi, Aqeela sudah berusaha maksimal. Namun hasilnya dikembalikan ke juri.


Seorang panitia membawa sebuah map masuk ke area lapangan. Dia mengumumkan para juara sekaligus menutup pertandingan hari ini.


Berbagai kategori disebutkan semua,



Kategori usia dini ( 8-9 tahun )


Kategori pra pemula ( 10 - 11 tahun )


Kategori pemula ( 12 - 13 tahun )


Kadet ( 14 - 15 )


Junior ( 16 - 17 )


Under 21 ( 18 - 21 )


dengan kelas perorangan , beregu dan kumite.



Sedangkan Aqeela sendiri ,masuk kategori Junior. Karena usia.


Dan... Juara pertama Kategori Junior Aqeela dari perguruan Karate Indonesia.


Aqeela yang namanya disebut, mendapat tepukan dan panggilan dari arah penonton. Ucapan selamat disampaikan kepada orang tua Aqeela yang duduk dengan tidak tenang di kursi penonton dari awal hingga ending pertandingan.


Mata Pak Syarief bersinar bangga kepada putri semata wayangnya itu. Berkali-kali Ayah memeluk Ibu Aqeela sebagai ungkapkan kebahagiaan.


Melihat itu Bu Syarief nampak berkaca-kaca, antara bahagia, bangga dan bersyukur. Suaminya yang selama ini tidak pernah mendukung Aqeela tapi juga tidak melarangnya. Akhirnya bisa mengakui kehebatan putrinya itu.


\====================================


**Yesss... pulang bawa piala....


Bangga dong**...


Terima kasih ya... teman-teman supportnya

__ADS_1


terus kasih like, komen, vote dan rate yaaa....


lop yu pull 😘😘😘


__ADS_2