MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Bae, sakit....


__ADS_3

Aqeela segera tanggap menghindar serangan kaki menangkis salah satu tangan lawannya. Lalu dengan lincahnya ia menundukkan tubuhnya menghindari pukulan telak dari Feri.


Merasa target pukulannya kosong, Feri mendorong tubuh Aqeela, membuat gadis itu terpelanting beberapa langkah.


"Aqeela...." Teriak Doni auto berdiri tapi Halim kembali menahannya.


Doni memberontak, sehingga yang selanjutnya terjadi. Doni dan Halim saling baku hantam.


Aqeela kembali bangkit. Ketiga lawannya mampak tersenyum puas menyaksikan Aqeela terpelanting.


Serentak ketiganya menendang dada perut dan Kaki Aqeela. Aqeela pun melakukan tendangan memutar menangkis kaki lawannya. Dan ketiganya terjungkal.


"Dia cewek bukan sih?" Bisik Frans ngos-ngos an.


"Dia ceweklah, Bro..." Jawab Feri sambil berusaha berdiri.


"Tenaganya, Broo..." Bisik Frans.


"So, seksi kan..." Bisik Feri kemudian.


Frans yang di sebelahnya membelalakkan kedua matanya.


Memandang tak percaya ke arah Feri, kemudian beralih ke Aqeela.


"Anjriit.... kamu bener banget. Kita kemana aja ya selama ini, gak tau ada cewek seksi di incer sama Wisnu. Tau gitu gue babat dulu." Bisik Frans, saambil menelan salivanya.


"Kampret Loo... kita taklukkan dulu tuh cewek baru kita embat." Balas Feri.


Keduanya tersenyum licik.


Ketiganya kembali pasang kuda-kuda. Feri dan Frans berdiri di kanan kiri Aqeela. Juna di depan Aqeela.


Feri memberi kode kepada ketiga temannya.


Hyaat...


Feri dan Frans, berhasil mencekal tangan Aqeela. Junapun bersiap membogem Aqeela.


Aqeela menangkis bogem Juna dengan menyeret tubuh Feri yang mencekal tangan kanannya. Tentu saja Juna tidak siap malah membogem punggung Feri.


"Aaaaaahhhhh...." Suara lirih Feri.


Auto Feri melepas cekalannya pada Aqeela efek bogem Juna yang malah mengenai punggungnya. Juna membantu Feri berdiri.


Giliran Frans.


Aqeela menarik tangannya. Mengubah cekalan Frans menjadi lemah. Karena Aqeela berhasil menarik baju Frans dengan kuat. Menatap Frans dengan tatapan kemarahan.


Bug.. bug..


Plak.. Plak...


Berkali-kali bogem, tinju, bahkan tendangan ia hadiahkan kepada Frans sampai cowok itu tak berkutik.


Aqeelapun melempar tubuh Frans begitu saja. Tak ada belas kasih di matanya.


"Ayoo maju kalian.... Akan kubuat kalian seperti Frans." Tantang Aqeela.


Feri kembali ke posisi semula, ia masih penasaran dengan Aqeela. Sedangkan Juna sedikit gentar melihat kondisi temannya yang sudah tidak beraturan lukanya.


Feri mengangkat satu kakinya berencana menendang tengkuk Aqeela.

__ADS_1


Aqeela tanggap, dengan gercep menangkis dan menangkap kaki kanan Feri lalu memutar pergelangan kakinya.


"Kamu mau selesai atau aku terusin!" Hardik Aqeela dengan berteriak, seakan ia kehilangan kesadaran. Bahwa dirinya menyandang status seorang Ustadzah yang memiliki pembawaan kalem.


Dalam otak Aqeela saat ini adalah mengalahkan cowok tidak tahu diri yang menantang kesabarannya. Sejak tadi, ia sudah menawarkan perdamain dengan baik-baik namun tak digubris. Ya sudah, sekarang, jangan salahkan jika sisi bar bar menguasai hati lembut Aqeela.


Aqeela memegang dan memutar kembali satu kaki Feri dengan kuat.


"Aaawwwhhh..." Suara teriakan Feri menggema ke seluruh aula.


"Okay.. okay.. ampun.. ampun.. aku gak mau jadi cacat..." Teriak Feri selanjutnya.


Aqeela mendorong Feri ke belakang dan langsung menubruk tubuh Juna. Dan Feri langsung menindih Juna dengan teriakan nyaring terdengar dari keduanya.


Wisnu terbelalak melihat ketiga temannya dengan mudah dijatuhkan Aqeela.


Wisnu masih belum puas, "Suuiiitt..." Satu suitan dari bibir Wisnu, menyadarkan keempat penjaga pintu depan belakang.


Keempatnya segera mengepung Aqeela. Doni yang menyadari posisi dan kondisi Aqeela segera melesat menjajarinya.


"Qee.. masih kuat?" Bisik Doni.


"Masih..." Aqeela tersenyum melihat kondisi Doni yang tak jauh beda dengannya.


"Kamu yang kanan, aku yang kiri.." Bisik Doni. Aqeela hanya menggangguk.


Dan langsung meladeni penjaga yang tak dikenalnya itu. Karena mereka sudah berusaha memberi Aqeela bogem dan tinju.


Aqeela kembali menangkap kedua bogem penjaga itu dan mendorong mundur keduanya. Lalu membanting seseorang yang ditangan kanannya.


Aqeela dan Doni masih baku hantam dengan empat penjaga Wisnu.


"Diem loo... aku gak terima pengecut kayak kamu..." Teriak Wisnu


"Wis... Wisnu... cukup hanya kali ini saja... dengarkan aku..." Wisnu malah berdiri.


"Aqeela... ayoo lawan aku lagi..." Tantang Wisnu...


Bersamaan itu..


Braakkkk...


Pintu depan aula terbuka.


Bruuaaakkkk


Pintu kembali tertutup.


Tampak empat bayangan mendekati mereka.


Aqeela mundur beberapa langkah. Ia menutup mulutnya, berharap tidak keceplosan omong.


"My Bae... Desta..." Gumamnya lirih.


Sedangkan Doni, melihat kedatangan keempatnya hanya tersenyum, sambil berkata lirih.


"Kalian kenapa begitu lambat..."


"Hentikan Wisnu...Cukup... Musuh kamu aku." Suara lantang Desta begitu nerada di dekat istrinya seraya memeluk Aqeelanya yang masih tetap tegak berdiri, meski ada luka di wajah dan bagian tubuh lain.


Wisnu dengan cepat menendang Desta. Desta segera menangkisnya. Dan menyeret Aqeela ke belakang punggungnya.

__ADS_1


"Maaf ya Beb, aku telat." Aqeela hanya tersenyum memandang suaminya itu.


"Kamu menepilah, Wisnu biar aku yang hadapi." Bisik Desta.


"Aku gak bisa diem, aku akan bantu yang lain." Balas Aqeela.


"Baiklah.." Destapun mengalah. Karena lawannya masih siap menerkam lagi.


Aqeela kembali duel dengan salah satu penjaga. Wawan mengambil alih yang lainnya.


Ronald menghadapi Halim. Doni dibantu Vian menaklukkan dua penjaga lainnya.


Wisnu berhadapan dengan Desta.


Permainan berimbang bukan, satu lawan satu. Manusia sisa lawan Desta N The genk memang bukan musuh dengan tenaga biasa. Mereka masih sanggup berdiri meski sudah terjatuh beberapa kali.


Tidak hanya dari pihak Aqeela dari pihak lawanpun demikian. Mereka sama-sama kuat.


Sedangkan Juna sibuk menepikan kawan-kawannya yang sudah tidak sanggup menghadapi Aqeela.


Aqeela menarik napas panjang dan terlihat hampir lengah oleh lawannya.


Sebuah tendangan siap mengenai dada Aqeela. Vian segera menyiku kasar lawan Aqeela yang akan melakukan tendangan.


Tepat menenai bahu dan pria itupun terhuyung-huyung ke belakang.


"Qee, kamu mundur dulu. Atur napas. Pulihkan tenaga sebentar." Pinta Vian.


Desta yang melihat kondisi Aqeela mulai kelelahan karena permaianan panjangnya, segera menggengam jemarinya.


"Vian betul, Beb. Minggirlah... " Desta menoleh ke arah Aqeela, meyakinkan istrinya untuk mundur.


Wisnu menyadari kelengahan Desta, sebuah belati yang sudah ia siapkan. Diarahkan ke dada Desta.


Aqeela yang menyadari bahaya, segera memutar tubuhnya memeluk Desta dari depan. Desta malah mengalungkan tangannya, dengan maksud mengalihkan tubuh Aqeela yang menghalangi pandangannya.


Ekor mata Vian, yang menangkap sekilas cahaya mengkilat dari sebuah benda segera menoleh.


"Aqeela..."


"Desta..." Teriaknya.


"Awwwwwwh...." Teriakan panjang yang menyayat hati menyadarkan Desta. Dan menghentikan semua aktivitas baku hantam.


Dan tendangan cepat dari Vian, membuat tangan Wisnu melaju cepat ke bawah. Dan membuat belatinya jatuh bersimbah darah.


Sesaat semua mata memandang Aqeela yang memeluk Desta, sedangkan Wisnu yamg sebenarnya bermaksud menusukkan belatinya ke dada Desta. Malah mengenai punggung Aqeela yang memeluknya Desta.


Dan tendangan Vian, membuat tusukan Wisnu menjadi ggoresan panjang di punggung Aqeela dan tangan kanan Desta walaupun tidak sepanjang punggung Aqeela.


"Awwhh... Bae sakit.." Bisik Aqeela


Wisnu mundur beberapa langkah menyadari, belatinya malah melukai Aqeela.


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


Aqeela, See You next yaa...


Terima kasih buat dukungannya..


Terus kunjungi Princess of Mojopahit dan Istri Tetangga ya

__ADS_1


__ADS_2