MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Bonchap 1


__ADS_3

Hai.. semua..


Semoga gak kaget aku buka judul ini.


Beneran lagi kangen sama mereka berdua.


Hai Aqeela..


Hai Kak Dest..


"Gimana kabarnya?"


Bole dong aku kasih bonus chapster mereka yang kehidden? Bole gak? boleh gak?


💗💗💗💗


Aqeela sibuk menyiapkan bekal Desta dan dirinya untuk sekolah.


Kini mereka sudah tinggal di rumah pembelian sang suami. Tak jauh dari rumah Ibu dan Ayah.


Tinggal serumah bukan berarti mereka bebas melakukan hubungan suami istri.


Mereka bahkan memutuskan tidur di kamar terpisah. Untuk menjaga agar tidak saling tergoda walau halal.


"Kak, beneran gak sarapan di rumah saja?" bujuk Aqeela.


"Serius, Beb." Desta memeluk Aqeela yang sedang memindahkan lauk ke lunch box.


"Kak...." ucap Aqeela dengan wajah menolak melepas.


"Kenapa sih?" Desta mengeratkan pelukannya.


"Kak longgarin dikit! sesek ini dadaku!" titah Aqeela.


Bukannya melepas Desta malah mengecup pipi Aqeela dengan lembut.


Kecupan sekilas namun cukup membuat Aqeela menegang dan merinding.


"Mau lagi?" Tanpa menunggu respon Desta mengecup pipi sebelah Aqeela.


"Aku belum mengiyakan langsung main sosor aja!" gumam Aqeela.

__ADS_1


Desta hanya tersenyum, "Udah halal."


"Suami mesum," pekik Aqeela.


"Tapi kamu suka, kan?" bisik Desta tanpa melepas pelukannya.


"Merinding," jujur Aqeela.


"Itu artinya kamu suka aku giniin, sayang!" Desta malah memeluk istrinya dengan kuat.


"Kak, mulai deh gombal lagi!"


"Aku serius, Qee."


"Serah, deh! Nih, udah kekar kita berangkat!" Ajak Aqeela.


Dengan rasa tidak ikhlas Desta melepas pelukannya, berganti menggandengan tangan Aqeela masuk ke mobil.


"Kak, aku suapin ya! biar cepet!" ucap Aqeela begitu mereka mulai melakukan perjalanan.


"Boleh," jawab Desta.


"Tau gini, aku gak nolak nikah sejak dulu!" goda Desta sembari mengedipkan satu matanya kepada Aqeela.


"Hmm... maunya!" olok Aqeela.


"Serius!" ucap Desta.


"Auk aah... fokus nyetir aja, deh!" titah Aqeela.


"Tenang aja, suami kamu ini tetap bisa fokus apapun yang terjadi."


"Gak usah aneh-aneh deh, Kak. Takabur itu namanya," ingat Aqeela.


"Serius amat sih!" ucap Desta.


"Minum gak?" tawar Aqeela yang memilih tidak menanggapi ucapan suaminya.


"Minum dong!" bisiknya.


"Ini!" Aqeela menyerahkan botol air mineral yang sudah ia letakkan straw di dalamnya.

__ADS_1


Tentu saja Aqeela memegangi botol tersebut sampai Desta menyelesaikan hajatnya.


❤❤❤


Desta memilih tempat parkir strategis di area parkir sekolahnya.


Setelah mendapat yang paling sesuai, suami Aqeela itu tidak segera membuka pintu. Pemuda itu malah memeluk istrinya dengan erat.


Diciumnya kening gadis berkerudung putih itu dengan sayang.


"Balas dong, Qee!" pinta Desta.


Bukannya membalas Aqeela hanya menunduk dengan tersipu. Bagaimana tidak tersipu, gadis tujuh belas tahun itu belum pernah sedekat itu dengan lelaki lain.


"Liat aku!" Desta mengangkat dagu istrinya.


"Sini!" Desta menunjuk pipinya.


"Diapain?" tanya Aqeela dengan polosnya.


"Dikecuplah, dicium, dijilat juga boleh!" goda Desta.


"Gak usah aneh-aneh deh Kak!" ucap Aqeela menutup bibirnya.


"Hayoo lakuin dulu! Baru aku bukain pintunya!" ancam Desta.


"Ih, kok serem gitu? Ntar aj deh Kak di rumah?" tolak Aqeela lirih.


"Ayoo buruan, dicap dulu pipiku!" Desta menunjuk pipi kanan dan kirinya meminta jatah kiss ke istri.


Aqeela yang gelisah terlihat bingung dengan permintaan sang suami.


Di satu sisi itu kewajiban, namun di sisi lain mereka di sekolah.


"Buruan, sayang! Ntar makin banyak loo.yang datang!" panik.Desta.


Aqeela mendekatkan wajahnya le wajah Desta.


Namun, ketika dijarak sepuluh centi jendela mobil mereka digedor dari luar.


❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2