
Desta membuka pintu mobil dengan cemberut sedangkan Aqeela hanya tersenyum geli melihatnya.
"Kalian ganggu, aja!" pekik Desta kepada kedua sahabatnya.
Pelaku penggagalan aktifitas romantisnya dengan Aqeela di parkiran.
"Elo aja yang omesh kalee. lha wong kita cuma mau nyapa. Lagian mana kita tahu kalo kalian lagi indehoi gitu," ledek Ronald dengan wajah tanpa dosanya.
Aqeela yang mendengar keriuhan suami dan kedua sahabatnya segera keluar dari jok penumpang sambil terkekeh.
"Qee, service kamu kurang kali di rumah. Masak di mobil masih Maruk aja," ledek Wawan yang sambut bekapan tangan dari Desta.
"Syukurin, makanya tobat sana! Jadi anak baek-baek, gih!" ledek Aqeela.
"Kampret, loe Qee," balas Wawan dengan suara samar karena masih dibekap Desta.
"Kalo ngomong ati-ati di denger anak lain bisa berabe gue," ucap Desta kesal.
Aqeela hanya tertawa ngakak mendengar Desta kesal, tanpa ada keinginan membalas atau membela segera ia berbalik meninggalkan ketiganya.
"Lah dia ninggalin elo, bos!" ledek Ronald menarik Desta yang masih membekap Wawan.
Auto tangannya terlepas dari Wawan, cowok itu tampak bernapas lega.
"Paling juga ke kelas!" jawab Desta
"Tumben gak elo anter? Awas ada fans-fans fanatik kamu lainnya, loh!" cecar Wawan bersiap masuk kelas
Wawan memegang tali ranselnya, bersiap melangkah.
"Tungguin kita, Pret!" Desta menarik ransel Wawan dengan paksa.
"Wii, sakit!" Wawan menepuk punggung tangan Desta.
"Makanya jangan sok main tinggal!" Desta memeluk leher kedua sahabatnya dari belakang sambil memaksanya jalan.
"Bos, elo sadis juga ama kita!" kata Wawan kesal.
"Hahaaa," tawa Desta tanpa menghiraukan permintaan kedua sahabatnya agar melepaskan leher mereka.
🤩🤩🤩🤩
"Ciyeee, pengantin baru!" ledek Nabila begitu Aqeela meletakkan tasnya di tempat tas.
"Jangan kenceng-kenceng!" bisik Aqeela memperingatkan Nabila.
"Kayaknya ada yang baru, nih. Pasti semalam abis ngeronda, ya!" goda Nabila.
"Lah, apa kamu kira aku bapak-bapak apa ngeronda segala," balas Aqeela.
"Kamu tuh, ya paling bisa kalo di suruh ngeles gitu!" seru Nabila kesal.
"Hahaaa," tawa Aqeela puas.
Beruntung bel berbunyi, sehingga tidak ada godaan-godaan Nabila lain yang mampir di telinganya.
Gatal dan kesal mendengarnya.
__ADS_1
"Duh, pe-er aku!" ucap Nabila panik saat membuka tasnya mencari buku PR fisika.
"Kenapa?" Aqeela menoleh ke arah Nabila.
"Kayaknya buku aku ketinggalan di rumah. Aku bongkar gak ada," seru Nabila cemas padahal ia sudah mengerjakan PR fisikanya dengan susah payah.
"Coba cari lagi, pelan-pelan saja. Siapa tahu nyelip," ucap Aqeela lirih sembari menenangkan sahabatnya.
Aqeela memungut beberapa buku dan barang lain milik Nabila yang berserakan di meja.
"Ini, bukan?" Tunjuk Aqeela pada sebuah buku yang baru saja ia ambil diantara tumpukan buku.
"Bener," pekik Nabila kegirangan.
Saking senangnya ia sampai memeluk Aqeela tanpa rasa malu.
"Nabila, Aqeela kalian ngapain?" tegur Pak Faisal guru fisika mereka.
"Eng-enggak ada apa-apa, Pak." Nabila melepaskan pelukannya.
"Hahaaaa," tawa lirih Aqeela.
"Saya bantuin Nabila beresin buku, Pak. Makanya dia terharu sampai peluk saya," jawab Aqeela dengan tersenyum.
"Oooh, ya udah. Cepet beresin meja kalian. Setelah ini kita ke lab," perintah Pak Faisal.
Nabila menatap keheranan ke arah Aqeela yang dengan mudahnya dipercaya guru fisika yang super killer itu.
🤩🤩🤩
"Qee, kamu punya pelet apa, sih? Sampai-sampai Pak Faisal percaya gitu aja sama kamu?" tanya Nabila saat jam istirahat
Nabila mengangguk lirih mengiyakan ucapan Aqeela.
"Busyet, dah. Kamu kira aku dukun?" oceh Aqeela geli dengan tuduhan Nabila.
"Kayaknya gak hanya pak Faisal, deh. Tapi hampir semua guru di sini bisa dengan mudahnya kamu taklukkan. Bahkan pimpinan Genk sekolah ini aja takluk ama kamu?" gerutu Nabila mengingat Desta N the genk yang tiba-tiba menjadi partner Aqeela.
"Jangan bahas lagi, kayaknya genk-genk mereka udah mulai musnah," seru Aqeela.
"Kayaknya ada yang lagi ngomongin aku, nih!" Tiba-tiba Desta N the genk datang.
Desta memilih duduk di samping Aqeela, sedangkan Wawan segera menempati kursi di kiri Nabila. Ronald memilih duduk di kursi ujung.
"Aku udah kayak baygon, aja!" cetus Ronald menatap Wawan dan Desta bergantian.
"Ya udah jauh-jauh, deh. Daripada jadi racun," kelakar Aqeela.
"Kenapa, sih harus kamu yang bikin aku adem, Qee!" sahut Ronald.
"Kamu diem, Qee. Jangan balas omongan mereka berdua. Daripada entar kamu jadi pengharum ruangan elektrik di sini!" Kesal Desta.
Aqeela kembali tertawa renyah mendengar kekesalan Desta.
Drrrt .... Drrrrtttt ...
Tiba-tiba ponsel Ronald bergetar.
__ADS_1
"Gaees, gengnya Gimbal." Ronald menunjukkan Id pemanggil tanpa nama ke arah Desta dan Wawan.
Sedangkan Aqeela yang tidak mengenal geng gimbal hanya bisa menatap gambar profil penelpon Ronald.
Seorang pria berusia sebaya dengan Desta, tetapi rambutnya di mode gimbal kayak Mbah Surip almarhum.
"Pantesan langsung tahu dari geng gimbal, wong yang muncul orang gimbal, gitu!" seru Aqeela sambil cekikikan
"Angkat!" titah Desta sambil meminta Aqeela mengecilkan volume suaranya.
"Halooo," sapa Ronald.
"Sorry, Broo ...." Desta mengambil alih ponsel di tangan Ronald.
"Kenapa?" kata Desta sedikit kencang, ia tidak bisa melunak mendengar kata sorry diucapkan Ronald.
"Iya, gue Desta. Mau apa elo!" sahut Desta.
Kuduk Aqeela yang di samping Desta sedikit meremang mendengar suaminya berbicara keras dengan lawannya.
Feeling-nya mengatakan bakal ada pertempuran sengit antara dua geng ini.
"Duh, gini amit ya, berpartner dengan para gengster. Mengerikan. Padahal cita-cita aku sekolah di sini, menghindari musuh di sana. Tak tahunya dapat musuh baru," gumam Aqeela dalam hati sambil mengelus dada.
"Mereka ngajak adu balap motor nanti malam," kata Desta mengembalikan ponsel milik Ronald
"Dan elo terima?" tanya Wawan yang sejak tadi menyimak.
"Iyalah, harga dirilah." Desta tampak kesal setelah menerima panggilan dari si gimbal tadi.
"Des, elo ingat, kan sama kelakuan mereka yang terakhir?" Wawan mengingatkan Desta peristiwa setahun yang lalu
"Gue masih inget, nanti malam saatnya gue balas dendam. Udah lama gua tunggu tantangan mereka," ucap Desta sambari menggeretakkan giginya.
"Kak, kakak yakin?" tanya Aqeela dengan suara lembut.
"Yakin dan sangat yakin," seru Desta
"Tanpa taruhan apapun! Bisa?" pinta Aqeela.
"What?" kali ini Wawan dan Ronald saling menatap mendengar permintaan Aqeela.
"Mana ada kayak gitu?" seru Ronald.
"Ya, kalian adainlah,!" jawab Aqeela dengan santai tanpa merasa ada beban sama sekali.
"Kamu kira mudah apa?" sahut Wawan.
"Ya, dibikin mudahlah. Ngapain dibikin susah. Ntar kalian sendiri yang susah," balas Aqeela datar.
"Sumpah, ya Des. Bini elo ini bikin gue gemes. Pengen aku kekepin." Kesal Ronald mendengar Aqeela membalas ucapannya dengan santai.
"Udah kalian diem, urusan gimbal biar gue entar yang urus!" ucap Desta.
"Dan elo jangan gemes ama bini gue. Sekali lagi elo bilang gemes, musuhnya aku," ancam Desta.
❤️❤️❤️❤️
__ADS_1
Lah, si Bapak main ancem gaeess.