
Daffa menekan tombol kursi rodanya menuju bangku di depan Aqeela. Sesuatu perintah Bu Indah.
Aqeela terhenyak.
"Bu mohon maaf, saya pindah ke belakang." Pinta Aqeela.
"Kenapa Qee?" Tanya Bu indah heran.
"Gak pa_pa Bu. Saya tadi lupa kalo di suruh Kak Desta untuk duduk di sebelah Doni." Aqeela beralibi.
Mendengar nama Desta disebut Bu Indah hanya mengiyakan. Entah apa yang dipikirikannya. Yang penting bagi Aqeela, ia menjauh dari Daffa.
Nabila yang disebelahnyapun sangat terkejut. Ada banyak pertanyaan di otaknya. Seakan ini bukan Aqeela.
"Anton, kamu pindah ke depan ya.. sama Aqeela." Pinta Aqeela.
Anton hanya bisa pasrah melihat tatapan memohon Aqeela yang begitu menyedihkan.
Aqeela menggantikan posisi Anton di pojok sebelah Doni.
Tubuhnya dipepetkan ke tembok yang saat ini berasa membantunya menopang beban tubuhnya yang sangat lemah.
Doni ingin menanyakan kejadian apa ini. Tapi harus ditahannya karena Bu Indah sudah kembali melanjutkan pelajarannya.
💔💔💔💔💔💔💕💕💕💕💕💕💕💕💔💔
Jam Istirahat...
"Aqeela..." Panggil seseorang memangilnya dengan mesra.
"Wisnu..." Gimana Aqeela setelah tahu pemilik suara itu.
Wisnu clingak clinguk mencari Aqeela yang tak ada di bangkunya. Begitu melihat Aqeela ada di pojok, Wisnu segera menghampirinya.
Setangkai mawar merah, diulurkan penuh harap oleh Wisnu.
Seisi kelas tentu saja terpana dengan kelakuan Wisnu yang terlihat begitu romantis.
Aqeela juga sama dengan teman-temanmu terkejut. Tapi ia berusaha menguasai keadaan.
"Don....urus nee anak..." Ucap Aqeela mencuekkan mawar Wisnu.
Malah berdiri melangkah keluar kelas, "Ikut aku Bil..." Ucap Aqeela maksa.
Nabilapun pasrah, menuruti sahabatnya itu. Nabila ingin bertanya, tapi diurungkannya karena saat ini mood Aqeela pasti sedang buruk. Ntar yang ada malah masalah baru.
Aqeela menggandeng Nabila menuju ruang BK. Nabila sudah tidak heran dengan kelakuan sahabatnya ini. Ruang BK akhir-akhir ini menjadi ruangan ternyaman bagi Aqeela.
Beruntung di dalam ada Ustadz Zainal dan Ustadzah Dewi. Selain Pak Jamal salah satu guru BKnya.
Aqeela segera memeluk Ustadzah Dewi.
"Hei... kenapa ini?"Tanya Ustadzah Dewi keheranan. Bagi Aqeela Ustadzah sudah seperti ibu baginya. Jadi tak heran jika Aqeela terkadang bermanfaat dengan beliau.
Ustadz Zainal dan Pak Jamal sampai ikut mendekat.
__ADS_1
"Aqeela kenapa Bil?" Tanya Ustadz Zainal.
"Nabila juga tidak tahu Ustadz, tapi Aqeela hari ini agak aneh juga sih." Jawab Nabila.
Hening.. Semua penghuni ruangan masih membiarkan Aqeela menyelesaikan tangisnya.
"Ustadz sebentar.. sepertinya Doni mencari kita." Kata Nabila sambil keluar. Sebentar kemudian Nabila sudah kembali dengan Doni.
"Aqeela kenapa Don?" Tanya Ustadz Zainal yang memang sudah mengerti keberadaan Doni.
"Entahlah Ustadz. Aqeela belum bercerita apapun." Jawaban yang sama dengan Nabila.
"Qee... nee anak udah dewasa sebelum waktunya." Oceh Ustadzah Dewi sambil tetap memeluk Aqeela.
Namun Aqeela masih bergeming.
"Makanya ya gini nee kalo nikah dini." Oceh Ustadzah Dewi kembali.
"Ustadzah ini, apaan siih..." Aqeela akhirnya bersuara sambil melepas pelukan dari Ustadzah Dewi.
Ustadzah Dewi tertawa lebar, usahanya membuat Aqeela bersuara sukses.
"Wi... ternyata kamu udah ketularan virus jahilnya mereka ya..." Ledek Ustadz Zainal tanpa menyebut Ustadzah kepada Ustadzah Dewi.
"Aku kok ikut pusing ya... Qee... Ustad... Ustadzah... Siapa yang nikah dini?" Kepo Pak Jamal.
Ustadz Zainal dan Ustadzah Dewi tersenyum ke arah Aqeela seakan meminta persetujuannya untuk menjelaskan yang sebenarnya.
Aqeela hanya manyun tapi mengangguk.
"Aqeela sama Desta." Jawab Ustadz Zainal dan Ustadzah Dewi bareng.
"What...? Yang bener saja kalian?" Oceh Pak Jamal.
"Serius Pak..." Kata Aqeela.
"Berarti kamu sama Desta udah pernah.."
"Iih.. Pak Jamal mesum banget siih..." Potong Aqeela
"Tuh kan nee anak udah dewasa sebelum waktunya." Ujar Ustadzah Dewi.
"Hee hee hee..." Aqeela hanya nyengir mendengarnya.
"Eh, Don.. kamu apain tadi si Wisnu?" Tanya Aqeela
"Gak aku apa2in. Aku pelototin doang terus dianya kabur." Ucap Doni santuy.
Langsung gelak tawa Aqeela membahana.
"Sinting kamu Qee..." Ujar Nabila.
"Ooh.. karena Wisnu..." Kata Pak Jamal.
Aqeela hanya mengangguk pelan.
__ADS_1
"Dia gangguin kamu?" Tanya Pak Jamal
"Bukan ganggu Pak, lebih tepatnya menggoda. Padahal tadi itu romantis banget." Ledek Nabila yang membuat Aqeela mendelik. Membuat yang lain tertawa renyah.
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
Selesai makan malam...
"Gimana di sekolah tadi, Don?" Tanya Desta
"Aman Ta... feeling kamu gak salah. Si Wisnu memang ngejar2 Aqeela. Untung Aqeela cuek. Tapi ...." Doni ragu2 untuk melanjutkan.
"Tapi kenapa, Don?" Desta tampak cemas
"Gimana Qee? Aku ato kamu yang cerita?" Doni nampak meminta persetujuan Aqeela.
"He, ada apa ini?" Desta semakin khawatir.
"Biar aku aja Don." Putus Aqeela
"Kenapa Yang?" Tanya Doni lembut
"Kak, Kakak masih ingat dengan Daffa?" Aqeela balik nanya
"Daffa yang ketemu kita di rumah sakit pas jenguk Doni waktu itu?" Aqeela hanya mengangguk.
Doni ikut menyimak cerita Aqeela.
"Dia pindah ke sekolah kita. Sekelas pula sama aku dan Doni." Jawab Aqeela membuat Desta melenguh.
"Memang Daffa itu siapa? Dan kenapa kamu begitu ketakutan melihat dia?" Tanya Desta.
"Kok kamu tau Ta?" Doni ikut mengernyitkan dahinya.
"Pas di rumah sakit lalu, Aqeela sampai menyembunyikan dirinya." Jawab Desta yang akhirnya sedikit dipahami sedikit oleh Doni.
"Kak....enam tahun lalu...." Aqeela bercerita.
\~\~~Skip~
(Udah pada tahukan alasannya Aqeela ketakutan, jadi biarkan Aqeela bercerita kepada Desta dan Doni)
"Uuuuhhhh...." Desta dan Doni kembali melenguh mendengar cerita Aqeela.
"Ya sudah sementara kamu duduk di bangku Doni." Desta hanya bisa menyetujui apa yang dipikirkan Aqeela.
"Don, nee... mulai besok kamu pakai brio nya Aqeela. Nanti aku yang antar jemput Aqeela." Pinta Desta membuat Doni tercengang.
"Udah kamu pakai aja... lagian juga sayang banget tuh mobil nganggur." Aqeela menyetujui permintaan Desta.
"Ta.. makasi ya... Aku berangkat kerja dulu." Pamit Doni.
"Okay.... ati-ati ya..." Kata Desta.
Yupzz untuk membantu ekonomi mamanya, Doni setiap sore bahkan malam bekerja part time di sebuah Resto yang buka 24 jam.
__ADS_1
Karena itu, Desta meminjamkan brio Aqeela supaya Doni tidak terlalu bingung dengan transportasi.
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕