Menikahi Seorang Putra Raja

Menikahi Seorang Putra Raja
episode 100 Protes Leo


__ADS_3

Melihat tamu tak diundang ini sangat berbahaya, Refald meminta seluruh keluarganya untuk segera berdiri dibelakangnya. Jauh-jauh hari sebelumnya, Refald sudah memberitahu semua angggota keluarga yang hendak hadir dalam acara pesta resepsi pernikahan Rey dan Rhea kalau akan ada bahaya besar yang bakal mengacaukan pesta mereka nantinya.


Suami Fey itu memberikan kebebasan mutlak kepada seluruh keluarga besarnya untuk memilih apakah mereka tetap akan hadir atau tidak dalam pesta ini mengingat bahaya yang mengancam keselamatan mereka bukanlah permainan semata, tapi benar-benar terjadi dan pastinya akan sangat berbeda dengan pengacau yang ada di pesta resepsi pernikahan Leo dan Shena beberapa tahun silam.


Namun, keluarga Refald ini adalah keluarga yang sangat suka sekali dengan tantangan. Apalagi mereka semua tahu seperti apa Refald sebenarnya. Otomatis mereka tidak akan mundur hanya karena kedatangan tamu tak diundang, musuh dari raja dedemit Mirza Banta ini. Akhirnya, semua sepakat memutuskan untuk tetap hadir memeriahkan acara pesta resepsi pernikahan yang sengaja digelar megah dan mewah oleh Refald meskipun mereka tahu kalau bakal ada bahaya menyerang.


Semuanya percaya pada kekuatan yang dimiliki Refald. Tak ada satupun makhluk yang bisa mengalahkan raja dedemit itu. Alasan utama mereka semua tetap datang dalam pesta megah ini adalah ingin melihat aksi memukau Refald dalam menangani musuh-musuhnya. Momen penting dan langka ini tidak akan mungkin dilewatkan keluarga besar Refald begitu saja. Kapan lagi mereka semua bisa menyaksikan dahsyatnya kekuatan Refald kalau bukan sekarang.


Seperti saat ini, semua perhatian terpusat pada kedatangan sekelompok orang tak dikenal dengan wajah sangar mulai memasuki area pesta. Seluruh keluarga Refaldpun mulai berdiri tegap tak gentar dibelakang Refald. Tidak ada rasa takut sama sekali diraut wajah mereka saat melihat orang-orang sangar itu memasuki ruangan. Justru mereka terlihat santai seolah memang inilah momen yang sudah mereka tunggu-tunggu sejak tadi.


“Hei biksu Tong, kau kenal mereka?” tanya Leo yang berdiri disisi kanan Refald.


Seluruh pasukan dedemit Refald juga sudah siap siaga disekelilingnya. Pastinya minus pak Po sekeluarga karena mereka sedang berada di ruang rias. Yang bisa melihat wujud transparan pasukan dedemit Refald selain Fey hanyalah Leo sekeluarga, karena mereka semua sudah pernah melihat para dedemit Refald sewaktu kakak sepupu Leo itu memainkan drama ikan terbang untuk Rey dan Rhea di goa larva.


“Tentu, bukankah aku sudah bilang padamu dan yang lainnya, kalau bakalan ada pengacau dalam pesta ini sama seperti yang terjadi di pesta pernikahanmu dulu. Bedanya, mereka semua bukanlah manusia, melainkan monster,” jawab Refald santai. Ia dan Fey saling pandang sambil tersenyum.


Refald bahkan menggenggam erat tangan istrinya seolah enggan ia lepaskan. Melihat hal itu, Leopun tak mau kalah, ia juga menggenggam erat tangan Shena bahkan ia masih sempat-sempatnya mencium mesra istrinya itu di depan banyak orang. Dasar Leo memang tidak pernah tahu tempat dan sikon. Dimanapun dan dalam keadaan apapun ia selalu minta jatah pada Shena. Sedangkan Yeon dan Bima, cuma bisa berdecak kesal melihat betapa konyolnya kakak beradik itu ketika bersama dengan pasangan mereka masing-masing.


“Mereka berdua sengaja bikin kita iri saja, Kak! Mentang-mentang aku masih belum punya pasangan disini,” bisik Bima pada Yeon.


“Paman bilang, pesta ini bakal berbahaya, makanya aku tidak mengajak Yonna, kalau tahu begini, harusnya kuajak saja dia. Menyebalkan sekali, pantas saja mereka berdua bisa saudaraan.” Yeon ikutan kesal melihat aksi ayah dan pamannya. Kadua kakak beradik itu sengaja unjuk kemesraan ditengah-tengah badai yang akan menghantam pesta.

__ADS_1


“Aku bisa mendengar gerutuan kalian berdua Yeon, Bima. Sekali lagi kalian buka suara akan kupatahkan leher kalian!” ancam Leo sambil melirik kedua putranya. Yeon dan Bima saling buang muka tanpa berani lagi membantah ayahnya.


“Bersiaplah kalian semua, jangan sampai keluar dari garis putih yang sudah kubuat.” Refald mulai memberi aba-aba pada seluruh anggota keluarganya. “Jika kalian tersentuh oleh mereka, maka tubuh kalian akan menyusut, sebab mereka semua adalah monster penghisap darah.”


“Vampir?” tanya Shena spontan.


“Bukan, Shena. Vampir yang pernah kutemui lebih beradab dibanding mereka. Mereka tidak akan melukai manusia walaupun makanan utama mereka adalah darah manusia.” Refald tersenyum seolah ia sedang menyembunyikan sesuatu.


Sedangkan Fey, hanya fokus pada ruang Rhea dan Rey, tugasnya kali ini adalah melindungi putranya, sebab Rey saat ini sedang dalam kondisi kehilangan kekuatan sementara. Mungkin sekarang, baik Rey ataupun Rhea berserta pak Po juga istrinya tak tahu menahu soal kedatangan tamu tak diundang ini.


“Huh, tapi mereka tak kelihatan seperti apa yang kau ceritakan pada kami?” ujar Leo memerhatikan gerak-gerik orang-orang yang disebut Refald sebagai monster itu.


“Semuanya masih memakai topeng,” jawab Refald mulai serius menatap tajam semua tamu tak diundangnya. “Jangan ada yang melakukan apapun dan tetap berdiri dibelakangku. Mereka agak berbahaya. Sebab mereka semua … bukanlah manusia.”


“Siapa yang membawa mereka kemari?” tanya Leo lagi.


“Kau akan tahu nanti, sementara ini biar pasukanku yang membereskan mereka semua.”


“Lalu … apa yang harus kami lakukan?” Leo terdengar sedikit protes. Padahal ia sudah membawa senjata andalannya yang sudah ia siapkan untuk membasmi kecoak pengacau pesta pernikahan keponakan kesayangannya.


“Diam, dan duduk manis saja!” ujar Refald singkat, padat dan jelas.

__ADS_1


“Ck, itu tidak asyik namanya. Masa kau ingin kami semua hanya berdiam diri saja disini?” decak Leo.


“Kalian akan mendapatkan giliran nanti, kenapa kau kebanyakan protes, ha? Lihat yang lainnya. Semua menikmati pestanya. Bergabunglah dengan mereka daripada kau terus-terusan mengoceh disini. Mengganggu konsentrasiku saja!” Refald mulai kesal juga dengan Leo yang sejak tadi protes melulu.


Shena mengajak suaminya menjauh dari kakak sepupunya sebelum Refald benar-benar marah. “Sudahlah Sayang, jangan ganggu kak Refald. Sebaiknya, kita bergabung saja dengan ayah dan ibu beserta keluarga yang lainnya.” Shena menatap wajah cemberut suaminya. Dalam diam, Leo menuruti ajakan Shena dan bergabung dengan anggota keluarganya yang lain.


“Pemimpinnya masih belum datang,” ujar Fey setelah Leo dan Shena berpindah tempat ke belakang.


“Dia pasti datang, tapi tidak sekarang. Jangan musnahkan mereka dulu, Honey. Kita bermain-main dengan mereka sembari mengulur waktu. Ini juga berlaku untuk kalian semua. Tunggu aba-aba dariku, baru serang mereka. Tapi jangan dimusnahkan dulu. Apa kalian mengerti?” tanya Refald pada seluruh pasukan dedemitnya.


“Kau akan membuat lubang hitam?” tanya Fey penasaran dengan rencana suaminya.


“Tidak Honey, mereka akan menghadapi kehancuran lebih dari lubang hitam. Hanya saja, membutuhkan waktu sedikit lebih lama. Karena itu, kita ulur waktu saja sampai semuanya siap.”


Refald mulai merentangkan kedua tangannya dan membuat pelindung untuk menutupi seluruh anggota keluarganya yang sedang berkumpul menjadi satu sambil menikmati pesta. Suami Fey itu juga sudah memagari lokasi ini dengan kekuatannya sehingga para monster itu tak mungkin bisa menyentuh anggota keluarganya. Tempat ini juga sudah Refald kunci. Sekali monster itu masuk, maka mereka tidak akan pernah bisa keluar dari tempat ini dalam keadaan selamat.


BERSAMBUNG


***


Sebentar lagi sudah mulai masuk fantasi. Seperti apa serunya, tetap tunggu episode selanjutnya ya … siap-siap tegang!

__ADS_1


__ADS_2