Menikahi Seorang Putra Raja

Menikahi Seorang Putra Raja
episode 59 Pak Po vs Refald


__ADS_3

Kehadiran pak Po sukses membuat semua orang membelalakkan mata mereka masing-masing. Bagaimana tidak, dengan gaya sok imutnya, pak Po datang mengendarai sepeda pancal ala anak SMA yang hendak berangkat ke sekolah. Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah dibelakangnya, ada banyak sekali segerombolan besar wanita, mulai dari remaja, emak-emak berdaster hingga nenek-nenek zaman now mengikut dibelakang pak Po yang sedang asyik mengendarai sepedanya.


Para kaum hawa dari berbagai kalangan itu terpikat oleh pesona pak Po yang terlihat sok keren karena tebar pesona di mana-mana. Mata para wanita yang mengikuti pak Po tak pernah berkedip. Bagi mereka, pak Po adalah sebuah medan magnet yang memiliki daya tarik kuat sehingga tubuh mereka secara otomatis bergerak sendiri mengikuti kemanapun pak Po pergi.


Halaman rumah sakit, mendadak dipenuhi kaum hawa gara-gara kedatangan pak Po. Sedangkan pak Po sendiri malah senyam-senyum kesana kemari tanpa merasa bersalah sedikitpun.


Pak Po menghentikan laju sepeda pancalnya tepat dihadapan Refald dan Fey yang sedang menahan geram sejak kemunculannya tadi. Tentu saja, kaum hawa yang terdiri dari para remaja hingga nenek-nenek itu juga berhenti bergerak dan langsung berdiam diri di tempatnya.


"Saya kembali yang mulia raja Refald dan ratu Fey," ujar pak Po setelah ia turun dan memarkir sepedanya. Pak Po menundukkan kepala sebagai tanda penghormatan.


"Apa yang kau lakukan pak, Po?" Bentak Refald langsung tanpa basa basi. "Aku menyuruhmu membawakan oleh-oleh, kenapa kau malah membawa banyak wanita kemari, ha? Mau kau apakan mereka?" Refald benar-benar tidak habis pikir dengan pak Po. Ini rumah sakit, bukan tempat konser. Namun pak Po sudah membuat rumah sakit yang harusnya hanya untuk orang sakit berubah menjadi sebuah tempat layaknya pertunjukan konser spektakuler yang didominasi kaum hawa dari berbagai macam kalangan saat menghadiri pertunjukan artis idola mereka.


"Tidak saya apa-apakan, Raja. Awalnya, saya cuma pinjam sepeda salah satu wanita yang ada di belakang saya ini. Namun, tiba-tiba saja wanita lainnya ikut muncul. Dan semua wanita yang saya temui di jalan, juga ikut bergabung dengan para wanita lainnya," terang pak Po dengan wajah polosnya.


"Tapi, kan kau bukan artis? Kau juga sudah punya istri dan anak. Bahkan kau punya menantu juga? Apa yang kau pikirkan, ha?" Refald sungguh tak percaya, pesona pak Po bisa sampai segitunya.


"Saya sudah jelaskan itu pada mereka semua, Raja. Tapi mereka tidak percaya dan tetap kukuh ingin ikut kemari. Mereka juga bersedia membawakan oleh-oleh yang anda minta."


Wajah Refald dan Fey shock begitu pula dengan Rey dan Rhea. Dua remaja yang beranjak dewasa ini benar-benar tidak percaya dengan apa yang ada dihadapan mereka.


"I-itu sungguh, ayahku?" tanya Rhea antara percaya dan tidak percaya.

__ADS_1


"Aku juga baru tahu kalau pria tampan itu adalah mertuaku. Bahkan ia punya banyak sekali fans." Rey juga shock.


Disaat semua tercengang melihat kedatangan pak Po dengan segudang kejutan yang melekat pada suaminya. Hanya Divani saja yang sejak tadi bersikap sangat tenang setenang permukaan air kolam. Wanita cantik itu hanya diam mengamati keadaan dan terus menatap lurus suaminya.


"Lalu, oleh-oleh apa yang kau bawakan untukku?" tanya Refald masih menahan kesal.


"Banyak, Raja." Pak Po menghadap kebelakang dan meminta para wanita yang membawakan oleh-oleh maju kedepan. "Ada buah, sayur, panci, teflon, spatula, piring, baju, alat make up, kemoceng, bunga dan masih banyak lagi barang-barang lainnya, Raja." Pak Po menunjuk satu persatu wanita pembawa barang-barang yang disebutkan pak Po tadi.


Tak bisa digambarkan lagi seperti apa ekspresi Refald dan Fey sekarang. Refald mengangkat satu tangannya dikepala agar tidak terkena darah tinggi menghadapi betapa bloonnya pak Po ini.


"Kenapa aku bisa punya anak buah sepertimu, ha? Kau pikir ini rumah panti jompo apa? Untuk apa kau membawa semua barang-barang itu? Apa kau pikir aku ini fakir miskin?" bentak Refald. Ia tidak tahu harus berkata apa lagi. "Kembalikan semua barang-barang itu ketempatnya dan suruh semua wanita-wanita ini pergi dari sini!" geram Refald marah. Emosinya hampir saja meledak bagai bom atom.


"Sekarang, Raja?" tanya pak Po masih dengan ekspresi polosnya.


"Baik, Raja." Pak Po menundukkan kepalanya, dan kembali menghadap para kaum hawa yang berdiri dibelakangnya. "Kalian semua baru boleh pergi dari sini tahun depan."


Refald yang mendengar itu langsung shock begitu pula Fey dan yang lainnya. Mereka tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis melihat betapa oonnya dedemit satu ini. Refald sudah tidak tahan lagi, ia maju selangkah dan menjitak kepala pak Po hingga terjungkal ke lantai. Kaki pak Po ada diatas dan kepalanya dibawah, tapi pak Po tidak terluka. Hanya postur tubuhnya saja yang bikin semua orang tertawa melihat tingkah lucu pak Po ini.


"Hei tampan, kau tidak apa-apa?" Para wanita itu membantu mengangkat tubuh pak Po agar kembali seperti semula.


Karena kekuatan pak Po menghilang akibat tekanan dari Refald, suami Divani itu kini berubah menjadi manusia biasa untuk sementara sampai kekuatannya kembali. Memang aneh, tapi itulah yang terjadi. Kekuatan baru Refald, bisa mengubah pasukannya menjadi manusia biasa tanpa melalui ritual apapun hanya dengan penekanan kekuatan seperti yang terjadi pada pak Po sekarang.

__ADS_1


"Aku tidak apa-apa. Kalian tenang saja, terimakasih atas bantuannya!" Pak Po tersenyum manis dan itu membuat para wanita jadi lebih terpesona lagi dengan pak Po.


"Kenapa pria tampan yang kau panggil raja itu bersikap kasar padamu?" tanya salah satu emak-emak berdaster. Beberapa diantaranya maju mendekati Refald dengan tatapan tidak terima, tapi dengan cepat Fey langsung pasang badan didepan suaminya.


"Berani mendekati suamiku, aku pastikan kalian akan menyesal seumur hidup karena kehilangan sebagian anggota tubuh kalian!" ancam Fey dengan kilatan mata yang menakutkan.


Tentu saja nyali emak-emak berdaster itu langsung ciut dan melangkah mundur ke belakang. Sementara para remaja, mengincar Rey yang sejak tadi berdiri disamping Rhea. Menyadari hal itu, Rey langsung bersembunyi dibalik punggung Rhea.


"Kami sudah menikah, jadi jangan coba-coba berani mendekati suamiku!" gertak Rhea. Ia juga menatap tajam pada semua remaja yang mencoba tebar pesona pada Rey.


Karena dua pria tampan ini sudah beristri, tinggallah pak Po yang menjadi sasaran. Namun, siapa sangka, hal tak terduga terjadi dihadapan mereka semua. Dengan langkah anggun dan mempesona bak pramugari yang berjalan di bandara, Divani maju melangkah mendekati suaminya dan langsung menciumnya mesra tepat didepan semua orang.


BERSAMBUNG


***


yang ingin tahu seperti apa pesona pak Po dan geramnya Refald bisa simak video visualnya di igku


Semua video yang ada di igku hanya murni Halu supaya makin komplit aja .. tunggu saja video-video semua visual tokoh di karya-karyaku yang lainnya ...


Dan terimakasih atas semua dukungannya. love you ...

__ADS_1



__ADS_2