Menikahi Seorang Putra Raja

Menikahi Seorang Putra Raja
episode 74


__ADS_3

“Tidak ada gunanya kau menangis seperti itu, Pangeran. Taktik yang kugunakan untuk mengalahkan ayahmu, sama seperti yang kugunakan padamu. Aku memanfaatkan istri dan menantunya agar ayahmu tak menggunakan kekuatannya saat melawanku. Ayahmu memang seorang raja yang tak terkalahkan dan paling kuat sepanjang masa. Tapi … ia hanyalah seorang suami dan seorang ayah saat ia tak menggunakan kekuatannya. Itulah kenapa aku bisa mengalahkannya dengan mudah saat bertarung dengannya. Sebab, ayahmu hanyalah manusia biasa tanpa kekuatannya.”


Tangan Rey semakin mengepal kuat saat mendengar kata-kata dari naga hitam yang duduk rileks disinggasananya. Sementara itu, ibunya masih terus menangis pilu. Kali ini, pandangan mata Fey terlihat kosong seolah tak ada lagi jiwa yang bersemayam didalam tubuh istri Refald itu.


“Kau … ambillah nyawaku sekarang juga. Tapi … bebaskan semua orang yang ada disini.” Rey masih menunduk lesu saat berbicara. “Biarkan aku yang menggantikan mereka. Paman, Bibi dan saudara-saudaraku, tidak ada hubungannya dengan semua ini. Aku rela menukar nyawaku asal kau mau membebaskan mereka,” tandas Rey masih sambil berlinang air mata. Tidak ada cara lain lagi, hanya inilah yang bisa Rey lakukan untuk menyelamatkan nyawa orang-orang yang dicintai Rey.


“Yang kubutuhkan bukan nyawamu, Pangeran. Tapi … aku ingin kau menikahi putriku,” ujar naga hitam itu.


“Sudah kubilang aku tidak bisa menikah dengan siapapun selain dengan istriku, Rhea. Bahkan menyentuh wanita lain saja aku tidak bisa. Meski kau memaksaku menikah dengan putrimu, aku tidak akan pernah bisa bersanding dengannya. Sebab, hati dan jiwaku … hanya untuk Rhea. Jika aku melanggar, maka aku akan mati.”


“Ada satu cara untuk membebaskan jiwamu yang terikat dengan istri ghaibmu. Kau … harus menghisap kembali jiwamu yang bercampur dengan jiwa Rhea dan mengembalikan jiwanya yang bercampur dengan jiwamu ke tubuhnya. Caranya … kalian berdua harus berciuman untuk menukar jiwa kalian kembali ketubuh kalian masing-masing. Sampai proses itu selesai, kalian tidak boleh berhenti. Kau harus melakukannya dengan baik, jika tidak … ibumu … dan seluruh anggota keluargamu akan lenyap ke dalam aliran larva itu.”


Rey terdiam, pandangan matanya lurus menatap aliran sungai larva yang mengalir deras dibawah kakinya. Sepertinya, ia mulai menemukan cara untuk menyelamatkan Rhea dan yang lainnya meski resikonya adalah kehilangan nyawanya sendiri. Rey mengamati satu persatu orang-orang yang disandera monster mengerikan itu dan Rey sudah mengambil keputusan. Ia rela berkorban nyawa demi menyelamatkan mereka semua.

__ADS_1


“Dimana istriku sekarang, aku … akan melakukan yang kau perintahkan.” Rey mengepalkan kedua tangannya tanpa mau menatap sang naga.


“Huh, jangan buru-buru. Aku tahu kau sudah tidak sabar ingin mencium kekasihmu. Tapi … sebelum kau bertemui dengannya, kau harus melakukan ritual pernikahan dengan putriku terlebih dulu.”


“Apa?” teriak Rey seketika. Ia sungguh sangat terkejut mendengar ucapan sang naga. Ternyata, monster ini licik juga. Dia sengaja tidak memberikan ruang Rey untuk meloloskan diri,.


“Kenapa kau terkejut? Aturannya hanyalah kau tidak boleh menyentuh wanita lain selain istrimu, tapi tidak ada larangan bagimu melakukan ritual pernikahan tanpa harus bersentuhan dengan putriku. Kau baru bisa menyentuhnya setelah kau melepas segel penyatuan jiwamu dengan istrimu yang sekarang. Begitu segel kalian terlepas, dan jiwa kalian sudah tak bercampur lagi, maka kau adalah suami dari putriku, bukan suami gadis yang bernama Rhea lagi.” Naga itu tertawa melihat ekspresi Rey.


Rey sendiri langsung terhuyung mundur mendengar ucapan naga hitam yang ternyata tahu banyak tentang pernikahan ghaibnya dengan Rhea. “Siapa kau? Bagaimana kau bisa tahu sebanyak itu tentang pernikahan ghaib ini?” Tanya Rey masih shock berat.


“Beedebah kau! Akan aku bunuh kau sekarang juga!” teriak Rey dan iapun melompat tinggi untuk menyerang sang naga.


Namun, hanya dengan satu kibasan tangan, naga itu berhasil menumbangkan Rey hingga terlempar jauh. Tubuhnya sampai menabrak dinding goa dengan sangat keras. Rey jatuh terkapar tak berdaya dan darah segar langsung keluar dari mulutnya. Rey mencoba bangkit dan menyerang naga itu lagi dan hal samapun terjadi. Berapa kalipun Rey berusaha menyerang makhluk besar itu, ia tetap tidak bisa mengalahkan sang naga.

__ADS_1


“Jika kau masih berusaha menyerangku seperti itu, maka aku tidak punya pilihan lain lagi selain melempar ibumu masuk ke dalam aliran sungai larva,” ancam naga itu dengan kilatan mata api kemarahan.


Langkah Rey langsung berhenti mendengar ancaman dari sang naga. Tangannya hanya bisa ia kepalkan sambil menahan rasa marah yang amat sangat. Giginya juga bergeretak saking emosinya. Lagi-lagi, monster itu menggunakan orang yang ia sayangi untuk menjatuhkannya. Akhirnya Rey mengerti, mungkin Refald juga mengalami hal yang sama seperti yang dialaminya sekarang. Ayahnya bisa saja tak berdaya saat monster licik itu mengancamnya menggunakan nyawa Fey dan Rhea.


“Ayah!” Rey memejamkan mata berharap ia bisa menemukan sosok ayahnya. Sebab, sampai detik ini, Rey masih belum percaya bahwa Refald benar-benar tiada. “Pinjamkan aku kekuatanmu, kita … akan segera bertemu lagi di alam sana.” Rey mencoba mencari bantuan melalui kekuatan tambahan untuk mengalahkan naga hitam ini. Rey sangat berharap jiwa ayahnya bersedia membantunya jika benar Refald telah tiada.


Namun, belum juga Rey mendapatkan jawaban, tiba-tiba sebuah gelembung besar tiba-tiba saja terjatuh dan masuk kedalam sungai larva dengan kencang. Seketika Rey membuka matanya dan ia terkejut, Bima … sudah tidak ada diantara mereka semua.


“Apa yang kau lakukan?” teriak Rey marah. Matanya sampai memerah menahan api kemarahan yang sudah tak bisa terbendung lagi.


“Aku sudah memperingatkanmu untuk tidak macam-macam denganku, jadi aku menunjukkan padamu bahwa ucapanku ini bukanlah permainan anak kecil. Aku tahu kau sedang mengumpulkanm kekuatan untuk melawanku. Jangan lakukan tindakan yang bisa membuatmu menyesal. Cepat lakukan apa yang aku katakan jika kau tidak ingin seluruh anggota keluargamu masuk kedalam aliran sungai itu satu persatu. Aku selalu tahu setiap apa yang akan kau lakukan, jangan sekali-kali kau berbuat kesalahan. Kalau tidak, kau akan menjadi saksi mata terakhir orang-orang yang aku cintai ini menjadi abu.” Naga hitam itu mulai marah melihat Rey. Kata-katanya juga terdengar tandas dan tegas yang artinya, semua yang terjadi ini bukanlah gertakan semata.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2