Menikahi Seorang Putra Raja

Menikahi Seorang Putra Raja
episode 134


__ADS_3

Isyarat cinta yang diberikan Shena telah dimengerti oleh Leo. Walau ia bingung, Leo berusaha memahami situasi. Yang lebih penting adalah ia lega karena bisa bertemu kembali dengan Shena kembali. Syukurlah istrinya itu terlihat baik-baik saja tanpa luka sedikitpun.


Melihat tatapan mata suaminya, Shena juga tersenyum senang. Ingin rasanya ia berlari memeluk Leo dengan erat, tapi ia sadar tidak mungkin hal itu bisa Shena lakukan di tempat yang syarat akan kebudayaan dan adat istiadat yang kental. Ini bukan zaman modern dimana pria dan wanita dianggap sama dan bisa melakukan apapun yang mereka inginkan. Tata krama di tempat ini adalah prioritas utama. Makanya Shena tak boleh bertindak gegabah yang bisa melanggar norma-norma di dunia peradaban ini.


Selain itu, Shena merasa lega karena ia tetap terdampar di tempat sama. Hanya situasinya saja yang berbeda. Dalam buku yang pernah Shena baca, memang ada momen seperti ini walau ia tak bisa mengingat sepenuhnya. Momen dimana rakyat Panji Semirang semakin bertambah banyak dalam waktu singkat. Mereka semua hidup makmur dan sejahtera di bawah kepemimpiman sang raja yang tidak lain adalah kakak iparnya Fey alias putri Galuh Candra Kirana.


Istri Leo itu memberanikan diri berjalan mendekat ke arah Fey yang kini posisinya sedang menyamar sebagai Panji Semirang, seorang raja pendiri kerajaan baru ini. Hanya saja, Shena sedikit heran, bagaimana bisa dalam semalam pengikut raja panji semirang jadi sebanyak ini. Itulah yang menjadi misteri bagi Shena.


“Maafkan saya, Raja. Laki-laki yang ada di sana adalah suami saya. Kami berdua tersesat di sini dan tak sengaja terpisah. Tolong izinkan saya untuk bersama dengan suami saya, saya mohon Raja?” ujar Shena sambil menundukkan kepalanya serta mengatupkan kedua tangannya agar terlihat seperti masyarakat setempat saat menghadap rajanya.


“Bagaimana aku bisa percaya kalau kau dan orang itu adalah sepasang suami istri?” tanya Fey. Semua rakyat Fey juga saling pandang karena meragukan pengakuan Shena.


Shena sendiri juga bingung harus dengan cara apa ia membuktikan pada Fey selaku raja di wilayah ini kalau Leo memang benar-benar suaminya. Malangnya, ia dan Leo juga kehilangan cincin kawin mereka saat melewati lorong waktu. Dan meskipun mereka memakai cincin kawin yang sama, dalam masyarakat sini belum tentu keduannya dianggap suami istri karena adat dan kebudayaan mereka sangat berbeda dari zaman dulu dan sekarang.


Di zaman dulu, suami istri yang menikah harus disaksikan banyak orang, dan melakukan serangkaian ritual pernikahan yang tidak diketahui oleh Shena tapi diketahui oleh Fey. Sebab, Fey dan Refald melakukan serangkaian ritual itu saat keduanya menikah. Sedangkan di dunia ini, tak ada satupun saksi mata yang menyaksikan Leo dan Shena sudah menikah, sehingga oang-orang ragu akan status pernikahan keduanya.


“Aku bisa buktikan kalau wanita cantik itu adalah istriku!” ujar Leo dengan lantang.

__ADS_1


Dan tentu saja, kata-kata Leo mengundang banyak perhatian orang termasuk Shena sendiri. Entah mengapa firasatnya jadi tidak enak saat melihat betapa santainya Leo sekarang.


“Apa buktinya?” tanya Fey tak kalah lantang. Sebagai Raja, ia harus terlihat tegas dan berwibawa.


“Aku bisa menyebutkan seluruh detail bagian tubuh istriku. Kami adalah sepasang suami istri, tentu aku tahu semuanya. Kalau kau tidak percaya … aku bisa membisikkannya padamu, sekarang juga!”


“Hah?” ujar Shena tak percaya, suami nggak ada akhlaknya itu berani berkata seperti itu di depan seorang raja dan dihadapan khalayak umum pula. “Apa yang dia ucapkan sih?” gerutu Shena menatap marah pada Leo. “Dasar Leo mesum! Bisa-bisanya dia bicara seperti itu di sini? Dia pikir dunia ini milik nenek moyangnya apa?”


“Bawa laki-laki itu dan masukkan ke dalam penjara!” perintah Fey yang jadi geram mendengar jawaban tak sopan Leo. Iapun langsung pergi meninggalkan kerumunan dengan wajah kesal.


“Woy! Kakak! Kenapa kau memasukkan aku ke penjara! Memangnya apa salahku? Kau ingin bukti dan aku bisa membuktikannya, aku kan hanya tinggal mengucapkannya dan kau bisa memeriksa tubuh Shena, gampang kan?” teriak Leo membela diri saat tubuhnay mulau diseret paksa para pengwal Fey yang betubuh kekar dan sangat kuat.


“Apa-apaan orang itu? Bagaimana bisa ia berkata seperti itu didepanku? Siapa dia? Dasar orang gila!” gumam Fey dari atas kuda kencananya.


“Dasar cah edan! (Dasar orang gila)!” ujar salah satu perempuan desa yang melintas di depan Leo.


“Apa lihat-lihat!” sengal Leo langsung, ia tak bisa banyak bergerak karena kedua tangannya dicekal kuat kebelakang punggungnya oleh pengawal Fey. “Hei pelan-pelan dong? Sebenarnya kau itu makan apa, sih? Kenapa ototmu kekar semua, jangan-jangan kau kakek moyangnya Ade Rai, ya?” tanya Leo pada pengawal yang mencekalnya. Namun pengawal tersebut cuek dan tak menggubris ocehan Leo.

__ADS_1


“Oooh, cah gemblung! Ora nduwe isin! (Oh dasar gemblung, tidak punya malu)!” umpat seorang laki-laki yang menatap sinis wahjah bingung Leo.


"Apaan?" sengal Leo kesal. Ia sama sekali tak mengerti dimana letak kesalahannya hiingga ia diperlakukan tidak adil begini.


Leo diseret paksa olah beberapa pengawal Fey. Ia hendak berontak tapi lagi-lagi Shena memberi isyarat pada Leo supaya menurut saja.


Aku akan menemuimu, nanti. Jangan lakukan apapun yang bisa mempersulit keadaan. Itulah makna dari tatapan mata Shena.


Tak ada yang bisa dilakukan Leo selain menuruti kata-kata istrinya. Sejujurnya, Leo masih belum bisa terbiasa dengan lingkungan yang menurutnya aneh bin ajaib ini. Ia tidak tahu apa kesalahannya hingga ia dipenjara. Seumur-umur, baru kali ini Leo merasakan dinginnya berada dibalik jeruji kayu, bukan besi. Sebab di zaman dulu, penjara istana terbuat dari kayu paling kuat dan tak mudah dipatahkan serta dijaga dengan ketat selama 24 jam non stop.


Seorang gengster dan tuan muda dari keluarga sultan harus diperlalukan layaknya kaum sudra. Status Leo yang notabennya sebagai keturunan bangsawan Jerman, sama sekali tak berlaku di dunia lorong waktu ini. Lebih parahnya lagi adalah ia tak bisa beraksi ataupun berkelahi, sebab nyawanya bisa saja melayang dan hal yang lebih parah bisa saja terjadi, yaitu tak bisa kembali ke zaman modern lagi.


“Cepat tolong aku Shena,” gumam Leo.


Shenapun juga tak bisa membantu untuk saat ini. Sebab, ia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Satu-satunya cara adalah menunggu sampai malam tiba, baru Shena bisa beraksi.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2