
Refald menatap sendu wajah istrinya yang bila di dunia ini, telah menjelma menjadi leluhurnya. Ia tak pernah menyangka kehidupan seorang Putri Candra Kirana terlalu berat untuk dilalui. Sama halnya seperti Fey di dunia nyata, Putri Candra Kirana juga kehilangan sosok ibunya dan memilih untuk mengasingkan diri.
Bedanya, Candra Kirana menyamar sebagai laki-laki dan mendirikan kerajaannya sendiri. Sedangkan Fey lebih memilih menyembunyikan identitas dirinya di tempat kelahiran almarhum ibunya sehingga tak ada seorangpun yang bisa mengenalinya termasuk Refald sendiri. Dua kisah menyedihkan di dua dunia yang berbeda zaman.
Sambil terus menatap wajah cantik Fey yang masih belum sadarkan diri, Refald kembali teringat pertemuan pertamanya dengan wanita yang amat sangat ia cintai ini.
Saat itu adalah hari ulang tahun pernikahan ayah dan ibu Refald. Ayahnya sengaja mengundang keluarga Kinomoto yang tak lain adalah keluarga dari Fey sendiri. Hubungan ayahnya dan ayah Fey sangat dekat. Apalagi ibu Fey berasal dari negara yang sama dengan ayah Refald. Semakin akrablah dua keluarga ini. Tak hanya sebagai sesama rekan bisnis, tapi ayah Refald ingin mengubah hubungan dekat itu menjadi hubungan kekeluargaan dengan sebuah ikatan pernikahan.
Keluarga Refald sangat menyukai putri kedua dari keluarga Kinomoto yaitu Shiyuri Kinomoto alias Fey. Sebab, Fey yang saat itu masih berumur kurang lebih 10 tahun, sudah mahir bermain biola dan piano serta ikut memeriahkan acara pesta anniversary pernikahan ayah dan ibu Refald. Fey kecil memainkan lagu dengan diiringi biola kesukaannya dan berhasil menghipnotis semua orang yang ada di pesta dengan penampilan memukaunya. Semakin jatuh cintalah kedua orang tua Refald pada Fey sehingga mereka menginginkan Fey kecil menjadi calon menantu untuk Refald yang kala itu juga masih seumuran dengan Fey kecil.
Keluarga Refald akhirnya meminta keluarga Kinomoto untuk menjodohkan Fey dengan Refald. Tentu saja mister Kinomoto sama sekali tidak keberatan dan malah sangat senang dengan perjodohan ini. Tanpa perlu menunggu waktu lama, Fey dan Refald bertunangan.
Awalnya, baik Refald ataupun Fey, menolak perjodohan itu, tapi lambat Laun, Refald mulai jatuh hati pada Fey yang memang sangat berbeda dengan gadis lain pada umumnya. Sayangnya, disaat cinta Refald untuk Fey mulai tumbuh, ia dan keluarganya harus dideportasi karena sesuatu hal sehingga ia tak bisa bertemu dengan Fey lagi dalam kurun waktu yang lumayan lama sampai keduanya sama-sama berusia remaja.
Lebih parahnya lagi, Fey harus melewati kesedihan yang mendalam akibat ibunya meninggal. Harusnya, Refald ada untuknya di kala Fey membutuhkannya, tapi Fey malah melewati masa-masa kelam itu sendirian tanpanya. Syukurlah takdir masih bisa mempertemukan mereka kembali dengan kisah cinta yang unik dan menarik hingga detik ini.
"Honey," panggil Refald lirih. Melihat keadaan Fey seperti ini, ia jadi kembali merasa bersalah. "Maaf. Tak ada yang bisa kulakukan untukmu sekarang, sama halnya di pertemuan pertama kita setelah sekian lama terpisah. Aku tak punya kekuatan apapun di dunia ini. Bangunlah Honey. Kau harus sadar dan selesaikan cerita ini supaya kita bisa kembali ke dunia kita yang sesungguhnya. Aku bersumpah, akan aku buat perhitungan dengan orang yang telah berani membuat kita terseret dalam dunia lampau ini." Refald menggenggam erat tangan Fey sambil terus mengusap-usap tangannya.
__ADS_1
Sementara Leo dan Shena, berjalan beriringan menuju kerajaan Daha. Shena melakukan segala hal yang ia bisa agar bisa melaksanakan tugas yang diembannya padanya. Yaitu menghancurkan pesta pernikahan seperti yang ada dalam cerita.
"Kau yakin ini adalah jalan menuju kerajaan Daha, Sayang?" tanya Leo pada istrinya.
"Ehm, aku yakin. Meskipun aku tidak pernah tinggal disini dan sangat asing dengan tempat ini, feelingku mengatakan kalau tempat ini adalah jalan menuju istana tempat leluhurku dilahirkan."
"Aku tak pernah menyangka, ternyata istriku ini salah satu keturunan darah biru. Pantas saja kau punya aura yang menarik dan sangat berbeda dengan wanita-wanita pada umumnya. Dan yang mengejutkanku lagi, kau mudah sekali akrab dengan kakak ipar, padahal ia terkenal sangat sulit bergaul dengan orang asing yang tidak ia kenal. Rupanya kalian masih satu garis keturunan."
"Aku juga tidak akan pernah tahu jika kakak ipar tidak memberitahuku ..." Shena tak melanjutkan kata-katanya.
Langkah Shena mendadak berhenti saat melihat dua sosok orang yang sangat ia kenal sedang menuntun dua kuda kerajaan berdiri terpaku dihadapan Shena dan Leo. Mereka berdua adalah dayang setia putri Galuh Candra Kirana. Ken Bayan dan Ken Sangit.
****
Leo memacu kudanya sambil memeluk Shena dari belakang. Tatapan mata keduanya lurus memandang kedepan berharap mereka tepat waktu untuk menghancurkan pesta pernikahan paksa pangeran Inu Kartapati dengah Galuh Ajeng atas rencana keji Paduka Liku.
Begitu, melihat Ken Bayan dan Ken Sangit. Shena langsung menceritakan keadaan Fey yang sekarang sedang tidak sehat, dan juga alasan kenapa ia ada disini bersama Leo. Syukurlah dayang setia Fey ini cepat mengerti dan meminjamkan kudanya pada Leo dan Shena sehingga mereka berdua bisa segera melaksanakan tugas yang diberikan padanya.
__ADS_1
Didalam cerita dikisahkan bahwa malam disaat pesta pernikahan Pangeran Inu, seseorang datang dengan menunggangi kuda dan memacu kudanya untuk menghancurkan pesta tepat disaat semua orang sudah mulai terlelap diatas meja pesta. Semua meja, kursi, gelas dan piring serta benda-benda lainnya langsung hancur lebur dan berserakan dimana-mana.
Pangeran Inu Kartapati yang tidak bisa tidur karena merasa ditipupun ikut keluar tepat dimalam pertamanya dengan galuh Ajeng. Ia terkejut melihat sosok penunggang kuda tersebut dan jadi teringat akan sosok Panji Semirang yang pernah ia temui beberapa waktu lalu. Alhasil di malam itu juga, pangeran Inu menceraikan Galuh Ajeng tanpa mau menyentuhnya dan langsung pergi meninggalkan istana Daha untuk mencari keberadaan wanita yang dicintainya. Sayangnya kedatangannya terlambat karena orang yang ia cari sudah pergi meninggalkan istana yang sudah ia bangun bersama rakyatnya.
Agar masyarakat di sini tidak terlantar, maka mereka semua diboyong ke kerajaan Kahuripan. Pangeran Inu Kartapati sendiri langsung pergi ke kerajaan Gagelang untuk bertemu dengan pamannya, adik dari ayahnya sendiri. Tentu saja kali ini, pangeran Inu menyamar sebagai rakyat jelata biasa sehingga sosoknya tak dikenali oleh orang lain termasuk pamannya sendiri.
***
"Kami kembali," ujar Leo dan Shena setelah keduanya berhasil memporak-porandakan pesta pernikahan keluarga kerajaan dengan bangga. Sebab, buat onar memang sudah menjadi keahlian Leo dimanapun ia berada.
"Bagaimana keadaan kakak ipar?" tanya Shena pada Refald.
"Masih belum sadar, mungkin ia terlalu lelah. Ditambah lagi ..." Refald sengaja tidak bisa meneruskan kalimatnya karena tak enak di dengar oleh dayang leluhur istrinya. "Kau tahu makasudku kan, Shena?" tanya Refald.
Awalnya Shena tidak paham maksud Refald, tapi setelah dipikir-pikir, ada sesuatu hal yang baru saja di sadari oleh istri Leo itu. "Astaga! Benar juga!" Shena menutup mulutmya dengan kedua tangan dan menatap Fey lekat-lekat. Namun, buru-buru ia menyembunyikan rasa terkejutnya agar tidak menimbulkan kecurigaan pada dayang leluhurnya yang bisa berakibat fatal jika sampai kedua dayang itu tahu.
BERSAMBUNG
__ADS_1
***