Menikahi Seorang Putra Raja

Menikahi Seorang Putra Raja
episode 68


__ADS_3

Yang menjadi pertanyaan adalah, kenapa makhluk mitos yang melegenda itu sangat menginginkan Rhea dan menculiknya tepat disaat Rhea akan menikah dengan Rey. Siapakah naga itu? Dan apa tujuannya? Mungkinlah menghilangnya Refald dan Fey serta seluruh pasukan Refald ada hubungannya dengan naga itu?


Itulah pertanyaan-pertanyaan yang mucul di benak Rey saat ini. Jika apa yang dipikirkan Rey itu benar, maka hal pertama yang harus Rey lakukan adalah menyelamatkan semua orang yang menghilang, termasuk Rhea. Sayangnya, Rey tidak tahu bagaimana cara menyelamatkan mereka semua. Rey yakin pasti ada cara dan ia harus segera menemukan cara itu.


“Ada apa, Rey? Kenapa kau diam saja?” tanya Leo.


“Paman, yang diakatakan Yeon itu benar. Naga itu ada ... dan ....” Rey tidak sanggup melanjutkan kalimatnya.


Rasa marah, takut khawatir dan juga kesal menyelimuti seluruh hati dan pikiran Rey saat ini. Jika ayahnya saja bisa menghilang tanpa kabar, apalagi dirinya yang hanya memilik secuil kekuatan Refald. Rey bingung harus bagaimana tapi ia juga tidak bisa berdiam diri saja. Kini, satu-satunya orang yang bisa memecahkan misteri dari hilangnya orang-orang yang Rey cintai, hanyalah Rey sendiri. Mungkin ini adalah takdir dari seorang putra raja. Rey harus bisa menghadapi makhluk luar biasa itu seorang diri.


“Dan apa, Rey? Katakan ada apa?” desak Leo. Ia jadi ikut geram melihat Rey hanya diam saja.


Sementara Shena sendiri tak bisa berkata apa-apa. Ia masih berusaha menyadarkan Bima dengan terus mengusap kedua tangannya. Rasa cemas yang amat sangat menyelimuti ibu 3 anak itu. Ia juga sangat mengkhawatirkan keadaan kakak iparnya. Sebab, teriakan Fey yang sempat ia dengar tadi benar-benar menakutkan sekali dan hanya Shena saja yang bisa mendengarnya di detik-detik terakhir sebelum sambungannya terputus.


“Makhluk itu sangat berbahaya, Paman. Ini sudah diluar kemampuan Paman. Naga itu pasti dalang dibalik semua hilangnya keluargaku. dan satu-satunya orang yang harus menyelamatkan mereka adalah aku. Manusia biasa seperti Paman tidak bisa ikut campur dalam hal ini. Paman bisa kehilangan nyawa.” Rey melirik Bima yang masih belum sadar dari pingsannya.


Dengan langkah cepat, Rey menghampiri adik sepupunya dan mencoba menyembuhkan Bima. Rey sangat terkejut melihat kondisi putra kedua Leo. Wajahnya sampai mengeluarkan keringat dingin saat ia mencoba mengobati luka dalam Bima. Dari luar, adik sepupunya itu memang tidak mengalami luka lecet sedikitpun, tapi ternyata bagian jantung dan paru-paru Bima bengkak dan memar. Entah bagaimana bisa hal itu terjadi. Makhluk mitos itu rupanya tidak main-main.

__ADS_1


“Paman.” Rey menatap tajam wajah Leo. “Kondisi Bima sedang kritis, aku tidak tahu apa yang dilakukan naga itu padanya. Aku sudah menyembuhkan luka dalamnya, tapi Bima harus segera mendapat perawatan medis. Cepat bawa Bima kerumah sakit, Paman. Biarkan aku yang akan mencari keberadaan naga itu dan menyelamatkan semuanya.” Rey terlihat sangat serius dengan ucapannya.


Terlihat jelas kalau Rey mengkhawatirkan kondisi Bima dan juga yang lainnya. Reypun bergegas pergi dan hendak mencari keberadaan sang naga untuk membereskan semua kekacauan ini, tapi langkahnya langsung dicegah oleh Leo.


“Tunggu, Rey.” Leo berdiri tepat dihadapan keponakannya. “Bagaimana bisa kau mencari makhluk besar itu tanpa memiliki petunjuk apapun? Kau tidak bisa mencari naga itu sedirian. Jika ayahmu yang seorang raja dedemit saja bisa dikalahkan dengan mudah, bagaimana denganmu? Sebaiknya kita pikirkan cara lain untuk menyelamatkan keluargamu.”


“Sudah tidak ada waktu lagi Paman, jika tidak bergegas, aku takut terjadi sesuatu yang buruk pada mereka semua. Aku akan menemukan naga itu bagaimanapun caranya.” Rey tetap pada pendiriannya untuk menghadapi naga itu seorang diri.


Leo ingin membantah keputusan Rey karena tidak setuju dengannya mengenai niat Rey melawan makhuk yang dikenal juga sebagai monster mengerikan. Tapi, Leo berubah pikiran setelah ia melihat tatapan api yang ada di mata keponakannya itu sedang berkobar penuh semangat 45. Leo tidak bisa mencegah langkah yang sudah diambil Rey, walaupun disisi lain ia juga sangat mengkhawatirkan keponakannya ini.


“Kak, Rey.” Yeon mulai memecah ketegangan yang terjadi diantara Leo dan Rey. “Aku merasa ada yang aneh. Aku ingat betul, kami berdua mendapat serangan yang sama dari naga itu? Kenapa aku baik-baik saja, tapi tidak dengan Bima?” tanya Yeon agak sedikit heran.


“Aku juga tidak tahu kenapa kalian berdua berbeda, Yeon.” Rey mulai mengutarakan pendapatnya setelah mengamati tubuh Yeon dari atas hingga bawah. “Kalau menurutku, kau sangat dekat dengan ayah bahkan kau lebih mirip dengannya dibandingkan denganku. Saat aku masih menjadi manusia biasa, kekuatan fisikmu jauh lebih kuat dariku. Kemungkinan besar, ayah memberikan sebagian kecil kekuatannya padamu, karena kau punya hobi sama dengannya. Yaitu naik gunung.


“Bisa jadi, serangan naga itu tidak terlalu berpengaruh padamu sehingga kau baik-baik saja sekarang, tapi berbeda dengan Bima yang kekuatan fisiknya tidak sekuat dirimu. Makanya serangan naga itu langsung mengenai organ dalamnya entah dengan cara seperti apa. Hanya itu yang bisa aku simpulkan sekarang,” jelas Rey, ia masih mengamati keadaan Bima.


Yeon tertegun setelah mendengar penjelasan dari Rey. Ternyata, pamannya itu benar-benar menyayanginya lebih dari yang ia bayangkan. “Paman,” ujar Yeon lirih. Entah kenapa ia jadi sedih mengingat pamannya yang kini menghilang tanpa jejak. “Dimana kau sekarang?” gumam Yeon lagi.

__ADS_1


“Penjelasanmu masuk akal, Rey.” kini, giliran Leo yang bicara. “Kakakku memang sangat menyayangi Yeon sejak dulu. Tidak heran jika fisik Yeon memang sangat berbeda dengan Bima. Pasti si biksu Tong itu pernah melakukan sesuatu pada Yeon sehingga ia tak mengalami luka seperti yang dialami Bima saat mendapat serangan mistis.” Leo mengingat kejadian saat Yeon masih bayi dulu, dan ia agak sedikit tersenyum mengenang masa itu.


“Sekarang begini saja,” lanjut Leo. “Aku tidak bisa membiarkanmu pergi sendirian mencari naga itu. Ajak Yeon besamamu, setidaknya ia bisa membantumu jika kau butuh bantuan karena kekuatan fisiknya sangat luar biasa. Sementara itu, aku dan Shena akan membawa Bima kerumah sakit,” tegas Leo. “Bagaimana, Yeon? Apa kau setuju ikut dengan Rey?” tanya Leo pada putranya.


“Paman, ini terlalu berbahaya, aku tidak mau ada yang terluka!” Rey yang malah tidak setuju dengan usul Leo.


“Aku setuju, Ayah.” Seru Yeon. “Aku akan menemani, kak Rey. Aku juga ingin sekali mencincang naga itu jika dia berani menyakiti pamanku!” ujar Yeon sok PeDe. Padahal baru sekali berhadapan saja Yeon sudah pingsan.


“Kau tidak bisa meremehkan naga itu Yeon, dia bukan naga biasa. Kekuatan makhluk itu sangat luar biasa. Aku bahkan tidak bisa membayangkan sebesar apa kekuatanya.”


“Aku tidak bilang kalau aku meremehkannya. Aku hanya bilang, aku bakal mencincangnya kalau kau sudah berhasil mengalahkannya karena telah berani membuat onar.”


Rey menghela napas panjang. “Aku sendiri tidak yakin apakah aku bisa mengalahkan naga itu atau tidak, Yeon. Tapi aku akan berusaha keras menyelamatkan seluruh keluargaku bagaimanapun caranya.” Rey menatap lurus langit-langit untuk meminta petunjuk dimana naga itu berada sekarang.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


Duo somplak penerus generasi Refald dan Leo beraksi, seperti apa ya?


__ADS_2