
Dengan sabar Shena menjelaskan semua yang ia ketahui pada suaminya tentang situasi tengah terjadi di dunia ini. Fakta bahwa mereka telah terdampar di zaman peradaban dimana para leluhur Shena dan Fey masih hidup di zaman istana sentris ini dan mereka terseret dalam kisah romansa di novel era balai pustaka membuat Leo tak bisa mengedipkan mata. Mulutnya bahkan menganga lebar setelah tahu ada dimana dia sekarang.
“Tidak mungkin, ini sungguh tidak masuk akal.” Leo berkomentar dan merasa lucu sendiri. Ia tak pernah menyangka hal seperti ini bakal dialaminya.
“Tapi inilah yang terjadi. Awalnya aku juga tak bisa percaya, sama seperti yang kau rasakan sekarang," tegas Shena.
Leo dan Shena saling pandang. Meskipun ini adalah hal paling mustahil dan sangat sulit diterima oleh akal sehat, setidaknya Leo dan Shena masih bisa bersama. Yang masih menjadi misteri bagi Shena hingga detik ini adalah, mengapa Fey tak bisa mengenalinya dan bahkan tak tahu menahu tentang siapa Shena dan Leo. Sedangkan Leo, masih mengenali Shena begitupula sebaliknya. Itulah yang menjadi misteri bagi Shena.
“Apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Leo setelah memahami penjelaskan Shena.
“Seingatku, kak Fey pernah bilang kalau kita harus menyelesaikan kisah ini sampai ending ceritanya berakhir, baru kita bisa kembali kedunia kita yang sebenarnya. Tapi jika kita tidak bisa mengikuti alur cerita yang ada dalam kisah romansa istana sentris ini, maka kita akan terjebak selamanya di sini.” Shena menatap lurus Leo yang juga menatapnya. Masalah ini rupanya tak bisa dianggap remeh. Leo sampai tak bisa berkata-kata saking terkejutnya. “Hanya saja ….” Shena ingin melanjutkan kalimatnya tapi ia tak sanggup mengatakannya.
“Hanya saja apa?” tanya Leo gelisah, tapi ia mencoba untuk tetap bersikap tenang sekaligus memikirkan cara agar bisa secepatnya keluar dari belenggu dunia peradaban ini.
“Kita tidak tahu seperti apa kak Refald sekarang, apakah yang menjadi Raden Inu Kartapati itu kak Refald apa bukan. Jika iya sih tidak masalah, tapi jika tidak ….” Shena tak sanggup lagi meneruskan kata-katanya.
“Sayang, tolong jangan bicara setengah-setengah begitu. Kau buat aku semakin deg degan saja, aku lebih memilih baku hantam dengan para gangster atau mafia ketimbang harus terjebak dalam dunia yang aneh bin ajaib ini.”
“Ini zaman leluhurku, Leo. Tidak ada yang aneh bagiku. Kau tak tahu adat dan istiadat kami di zaman dahulu. Budaya di zaman dulu, sangat kental terutama soal moral dan kehidupan sosial. Gengster sepertimu mana mungkin mengerti kehidupan di zaman ini.” Shena jadi keki sendiri mendengar kalimat suaminya yang mengatakan dunia leluhurnya aneh.
“Maaf Sayang, bukan itu maksudku. Kau benar, aku tak bisa memahami adat istiadat semua orang yang ada di sini. Termasuk pakaian yang kau kenakan? Terbuka sekali? Apa tidak ada pakaian lain, apa?” protes Leo. Ia menanggalkan jaket hitamnya dan menyerahkannya pada Shena. "Pakai itu," perintah Leo.
“Mau bagaimana lagi? Zaman dahulu pria hidung belang sepertimu tak sebanyak di zaman sekarang," sindir Shena sambil mengenakan jaket suaminya.
__ADS_1
“Aku tidak belang, Sayang …,” sela Leo tak terima karena dirinya dikatai belang.
“Terserahlah, yang jelas meskipun ada wanita telanjang di dunia ini, para pria pasti akan senantiasa melindungi mereka semua meskipun mereka tak memiliki ikatan apapun. Setahuku sih begitu. Coba kalau di zaman sekarang, kau bisa bayangkan sendiri.”
“Aku tidak mau membayangkan wanita lain selain dirimu,” ujar Leo seenaknya.
“Itu cuma perumpamaan Leo, siapa yang memintamu membayangkan wanita lain selain aku! Kau ini menyebalkan sekali, sih!” Shena langsung manyun di depan Leo. Bisa-bisanya suaminya itu mengajaknya bercanda ditengah suasana genting begini.
“Sekarang katakan padaku, apa yang terjadi jika tunangan kak Fey di dunia ini bukan Refald?” Leo mengubah topik pembicaraan agar Shena tidak jadi ngambek padanya.
“Entahlah, aku takut bakal terjadi perang yang bakal mengubah jalan cerita dan itu artinya kita akan terjebak selamanya di dunia ini seandainya itu terjadi. Bayangkan saja, ini kisah cinta putri Candra kirana dan Pangeran Inu Kartapati , kisah mereka begitu sweet dan romantis, apa yang akan dirasakan kak Refald jika istrinya menjadi pendamping pengeran lain dalam cerita ini?” wajah Shena terlihat cemas memikirkan teka-teki Refald dalam dunia ini.
Wajah Leo juga langsung berubah dingin. “Kalau begitu gawat,” gumam Leo sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. “Bagaimana kita bisa menemukan si biksu Tong itu? Sepertinya kekuatannya tak bisa digunakan di dunia ini, jika ia bisa maka sudah dari kemarin-kemarin kita bertemu dengan kakakku itu.”
“Itulah yang aku pikirkan, Leo. Tak ada petunjuk apapun di sini. Bertemu denganmu saja sudah sangat membuatku lega. Aku cuma berharap kak Fey juga segera bertemu dengan kak Refald.” Shena terlihat lesu dan Leo memerhatikan tubuh istrinya semakin kurus saja.
“Bagaimana bisa aku istirahat sementara suamiku berada ditempat seperti ini. Aku akan tetap di sini bersamamu.” Shena semakin mempererat genggaman tangannya pada tangan Leo.
Ada satu hal yang baru Leo sadari sekarang, wajah Shena tak terlihat seperti usia mau kepala empat. Sebaliknya, istri cantiknya ini malah terlihat remaja bak anak kuliahan.
“Sayang, wajahmu ….” Leo memegang lembut pipi istrinya.
“Kenapa dengan wajahku?” Shenapun jadi ikutan memegangi pipinya.
__ADS_1
“Kau terlihat lebih muda, seperti saat pertama kali kita bertemu.”
Shena terkejut mendengar ucapan suaminya. Pantas saja para pengawal kakak iparnya memanggilnya dengan sebutan, ‘Nyai’ sebagai pengganti kata ‘Nona’. Ternyata wajahnya tidak menua. Dan yang lebih mengejutkan Shena lagi, wajah Leo juga kembali muda. Ia jadi teringat saat pertama kali melihat wajah tampan suaminya.
“Kau sangat tampan sekarang, sama sekali tak terlihat kalau kau sudah punya 2 anak berusia dewasa.”
Leo tersenyum, pantas ia merasakan gejolak remaja lagi saat berada didekat Shena.“Kalau begitu, lorong waktu itu menjadikan kita kembali muda. Karena di dunia ini tak ada identitas untuk kita, maka kita tetap menjadi diri kita sendiri saat terlempar kemari. Artinya kak Refald, kemungkinan besar juga akan tetap menjadi Refald.”
“Apa?” mata Shena menatap tajam Leo.
Selama ini perkiraan Leo tidak pernah salah, jika benar Refald tetap menjadi Refald di dunia ini, maka apa yang dikhawatirkan Shena bisa saja terjadi. Refald takkan pernah membiarkan Fey bersanding dengan pangeran lain selain dirinya.
“Gawat, bagaimana ini Leo?” Shena mulai was was dan juga cemas.
Leo terdiam memikirkan sesuatu sambil terus menatap istrinya. Baru kali ini ia tahu ada pasangan suami istri tapi tak bisa bersama hanya karena terbentur adat dan kebiasaan suatu zaman yang berbeda dengan zaman mereka. Namun, hal itu juga tak bisa disalahkan. Ini sudah menjadi takdir yang harus dijalani Shena dan Leo serta Refald-Fey selama mereka berada di dunia istana sentris.
Malam sudah semakin larut, tak terasa sekarang sudah lewat tengah malam. Harusnya sudah waktunya Shena kembali dan beristirahat, tapi Leo enggan mengizinkan Shena pergi darisini. Akan sangat berbahaya jika Shena berkeliaran diluar sendirian. Sedangkan dirinya juga tak bisa berbuat banyak ditempat asing. Namun tiba-tiba saja, sebersit ide, muncul di kepala Leo.
“Sayang, ayo kita menikah,” seru Leo tiba-tiba dan penjaga yang ada di belakang Leo langsung menyemburkan air saat ia meneguk air minumnya setelah selesai makan.
“Apa?” pekik Shena. Dua sejoli yang ada di belakang Shena dan Leo, langsung saling pandang.
BERSAMBUNG
__ADS_1
***
Siap-siap habis ini Refald muncul. Seperti apa ya … jangan bosan menunggu next episodenya.