
Ketegangan yang terjadi di dunia nyata, masih belum selesai. Bila Fey dan Shena serta Leo bisa bernapas lega karena Refald sudah kembali, lain halnya dengan Rey dan Rhea serta Divani yang masih sangat shock melihat pak Po tiba-tiba saja lenyap dari dunia ini. Mereka semua mengira Bima telah berhasil mengalahkan pak Po sehingga jiwanya menghilang tanpa jejak.
Melihat hal tak terduga itu, Divani langsung lemas. Berada di dunia medan magnet ini, membuat istri pak Po merasa seperti setengah manusia setengah bukan. Rasa shock yang mendera akibat hilangnya pak Po yang tak dinyana-nyana, telah menjadikan hati wanita itu serasa teriris pilu. Pak Po bahkan tak mengucapkan apapun pada Divani saat ia lenyap dari pandangan. Hal itu membuat ibu Rhea merasakan penyesalan yang amat dalam, apalagi ia baru saja melempari suaminya dengan balok kayu.
“Ezi,” ujar Divani dengan bibir gemetar. “Jika kau memang harus pergi, setidaknya ucapkan salam perpisahan padaku. Kenapa kau malah pergi begitu saja seperti itu, tanpa pamit … tanpa ada kata-kata terkahir, aku bahkan belum minta maaf padamu karena telah melukaimu,” isak Divani.
Pandangan matanya mulai tak terarah. Meskipun bloonnya pak Po sering membautnya emosi dan darah tinggi. Divani tetap mencintai suaminya. Senyum pak Po yang menawan, tingkah dan perangainya yang jenaka, mampu membuat hidup Divani yang tadinya suram menjadi lebih berwarna. Karena itulah Divani bersedi mati demi bisa terus bersama dengan pak Po. Namun, menghilangnya pak Po, membuat ibu satu anak itu kembali merasakan kegelapan yang dulu pernah menyerang hidupnya.
Mengetahui kondisi ibunya sedang tidak baik, Rhea ingin mendekat, tapi Bima dan Yeon menyerangnya bersamaan. Beruntung Rey sigap dan menghalau serangan adik-adiknya demi melindungi Rhea yang sedang galau dan juga kalut. Sepertinya kedua adik ipar Rhea itu masih saja kerasukan dan secara membabi buta terus menyerang Rey dan Rhea tanpa ampun.
Karena hilangnya pak Po meninggalkan luka yang begitu dalam di hati Rhea dan Rey, keduanya tak bisa berkosentrasi penuh saat menghadapi serangan putra-putra Leo itu. Alhasil, mereka berdua kalah dari Bima dan Yeon. Bima kembali mencekik Rey dan Yeon mencekik Rhea secara berdekatan. Dua kakak beradik itu berdiri sejajar sambil terus memancarkan kilatan api kemerahan dimata mereka. Tangan kanan keduanya sama-sama mencengkeram erat leher Rey dan Rhea sehingga pasangan suami itu kesulitan bernapas.
Rey berusaha melepaskan cekalan tangan adiknya, tapi ia sudah kehabisan tenaga. Sedangkan Rhea, yang masih dirundung duka, hanya bisa pasrah bila hidupnya harus berakhir sekarang juga. Namun, di detik-detik terakhir kesadarannya, Rhea menggamit tangan Rey dan menggengamnya dengan erat.
Tak ada kata-kata yang bisa Rhea ucapkan karena ia kesulitan bicara akibat lehernya tercekik tangan Bima. Wajah istri Rey itu semakin pucat. Sebisa mungkin Rhea mengarahkan pandangannya ke arah Rey untuk memberitahu betapa ia sangat mencintai suaminya. Cinta Rhea yang begitu besar, mengisyaratkan bahwa ia tidak pernah menyesal atas semua hal yang ia alami bersama dengan Rey sepanjang hidupnya, termasuk saat ini.
“Aku … mencintaimu, Rey.” Itulah isyarat cinta yang diberikan Rhea untuk Rey didetik-detik terakhir sebelum Rhea kehilangan kesadarannya.
Rey yang melihat itu, semakin berontak kuat dan melawan kekuatan tangan Bima. Sayangnya, Rey sudah kehabisan tenaga sehingga tak kuasa melawan Bima yang masih dalam kendali iblis jahat. Dengan senyum sinis menakutkan, putra kedua Leo itu menikmati detik-detik Rey kehabisan napasnya.
__ADS_1
“Huh, matilah kalian semua!” teriak Irene senang melihat lawannya telah berhasil dikalahkan, ia pun tertawa terbahak-bahak karena sangat puas dengan apa yang ia lihat. Tak ada hal yang paling menyenangkan baginya selain melihat musuh-musuhnya tumbang. “Kau lihat itu Rey? Akulah yang menang! Hahahaha …. Aku, menang! Kau kalah Rey, dan akulah yang menang!” teriak Irene girang bahkan ia langsung loncat-loncat seperti anak kecil.
Prediksi Irene yang menyatakan dirinya sebagai pemenang dalam pertarungan kali ini ternyata salah besar. Mendadak ada sekumpulan angin berhembus kencang berputar-putar mengelilingi area medan magnet bumi. Tiba-tiba, dari atas langit-langit, terbukalah sebuah lubang dan tak lama kemudian turunlah sosok seperti manusia yang tak lain dan tak bukan adalah Refald.
Melalui kekuatannya, Raja dedemit itu turun melesat cepat turun bersama dengan Fey yang ada dalam gendongannya serta Leo dan Shena yang ada dipunggungnya. Dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya, Refald mendaratkan kakinya di tanah lalu menurunkan Fey pelan-pelan. Leo dan Shena juga ikut turun begitu Refald memukul tengkuk kedua keponakannya dari belakang.
Tubuh Bima dan Yeon langsung ambruk dan dengan sigap, langsung ditangkap oleh kedua orang tuanya, yaitu Leo dan Shena. Mereka berdua sudah standby dibelakang kedua putranya. Sementara, Refald dan Fey … bergerak secepat kilat kebelakang Rey dan Rhea yang juga sudah tak sadarkan diri alias pingsan. Refald menangkap tubuh Rey sedangkan Fey menangkap tubuh Rhea.
“Kami semua sudah datang, maaf ayah terlambat Rey,” ujar Refald sambil mengusap kepala putranay untuk menyembuhkan luka-luka Rey.
Refald memejamkan matanya dan memanggil seluruh pasukan dedemitnya untuk membantu mengamankan seluruh keluarganya yang terluka termasuk Divani.
“Ehm, hati-hati …” ujar Fey dan Refald menyambutnya dengan senyuman manisanya.
Begitu memastikan seluruh keluarganya berada di tempat yang aman dari jangkauan Refald. Raja dedemit itupun mulai menunjukkan performanya. Dimulai dari dua iblis yang sudah berani marasuki tubuh Bima dan Yeon sehingga membuat putra dan menantunya pingsan.
Tanpa ampun lagi, Refald menangkap kedua iblis jahat tadi dengan mudah tepat dihadapan mata Irene yang sejak tadi mulutnya tak berhenti menganga lebar. Jika saja Irene bukan iblis jahat, mungkin lalat dan nyamuk sudah masuk ke dalam rongga mulutnya. Sayangnya, wanita itu bukanlah manusia sehingga binatang-binatang kecil, enggan mendekatinya.
“Ti-dak! I-ini … tidak mungkin. Ka-kau … harusnya … sudah mati di dunia lain!” pekik Irene masih antara percaya dan tidak percaya karena sekarang situasinya telah berbanding terbalik dengan yang tadi. Dan semua itu terjadi hanya dalam kurun waktu kurang dari satu menit.
__ADS_1
Dalam diam, dan kilatan api kemarahan, Refald melakukan hal sama seperti yang sudah iblis jahat itu lakukan pada Rey dan Rhea, yaitu mengcengkeram kuat kepala mereka. Bedanya, kedua iblis jahat tersebut langsung melebur jadi abu hanya dalam hitungan detik saja di tangan Refald.
Otomatis Irene langsung terhuyung mundur menyaksikan betapa mengerikannya kekuatan suami Fey. Namun, yang membuatnya tidak habis pikir adalah, bagaimana bisa raja dedemit itu menggunakan kekuatannya di dalam medan magnet ini. Harusnya kekuatan Refald menghilang seperti sebelumnya, tapi mengapa malah sebaliknya. Bahkan wanita jahat itu bisa merasakan seluruh alam, telah menyatu dengan kekuatan Refald.
“Ka-kau ….” Irene tergeragap saking shocknya. Secara tak sadar, seluruh tubuhnya gemetar merasakan betapa besarnya kekuatan raja dedemit yang berdiri tegak dihadapannya.
“Bersiaplah kau wahai setan, rajaku akan mengirimmu ke tempat terindah dalam hidupmu, yaitu … alam baka,” ujar pak Po yang tiba-tiba saja berdiri disamping kanan Refald. Mungkin pak Po lupa, kalau dia sebenarnya juga setan yang masih satu spesies dengan Irene.
“Kau sudah melakukan apa yang sudah aku katakan, kan pak Po?” Refald melirik salah satu anak buah kesayangannya tanpa beranjak dari posisinya.
“Sudah, Raja … sekarang giliran, anda.” Pak Po sudah tidak sabar melihat aksi rajanya yang pastinya bakal memukau dunia.
Dari kedua tangan Refald muncul bara api panas yang entah ia datangkan darimana. Mata Refald juga berubah warna menjadi hitam kemerahan menandakan bahwa ia sudah siap untuk mengamuk.
BERSAMBUNG
***
Visual Refald yang mengeluarkan bara api ditangannya, aku posting di Instagram ku .. cek aja ya ... love you all
__ADS_1