
Kembali ke masa saat Leo sedang ditarik oleh istrinya Shena agar ia keluar dari pusaran medan magnet yang mengurungnya bersama dengan Refald. Shena tak mengizinkan Fey untuk membantu menarik talinya karena ia sedang hamil muda. Istri Leo itu meminta Fey supaya duduk diam dan melihat saja, biar dia sendiri yang menarik talinya dibantu dengan mbak Kun yang pastinya, tanpa sepengetahuan Shena.
Jantung Shena semakin berdetak kencang saat sebuah bayangan yang sangat ia kenal muncul dari kejauhan. Yah, itulah Leo. Suami nggak ada akhlaknya itu datang tepat dihadapannya dengan raut wajah tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Leo sendiri juga terpaku begitu tahu siapakah wanita penarik tali yang ia pegang. Spontan, Leo melepas pegangan talinya dan berjalan normal menuju ke arah Shena setelah ia melewati garis pembatas pusaran mendan magnet bumi. Suami Shena itu berdiri dekat di tempat istrinya berdiri. Leo masih menatap Shena tanpa kedip beharap bahwa yang ia lihat ini memang benar-benar Shena dan bukan khayalannya semata.
“Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya Shena yang juga menatap wajah tampan suaminya.
“Shena, kau benar-benar Shena?” tanya Leo masih belum berani menyentuh Shena, sebab, ia trauma kalau saja wanita yang barada didepannya ini adalah monster bertopeng yang menyamar sebagai Shena.
“Aku rasa, kau sudah tak ingin lagi mendapat jatah bulan tertusuk ilalang dariku. Bisa-bisanya kau tak mengenali istrimu sendiri.” Shena tersenyum menatap wajah sumringah suaminya setelah mendegar ucapan Shena. Kata-kata bulan tertusuk ilalang, memang hanya Leo dan Shena saja yang tahu.
Tanpa pikir panjang lagi, Leo memeluk erat Shena sampai membuat dongkol dua wanita berbeda dunia yang ada di belakang Shena dan Leo. Pasangan sejoli itu benar-benar dilanda mabuk asmara karena beberapa jam lamanya tak jumpa.
“Oey, Leo! Dimana suamiku? Kenapa kau keluar sendiri, ha?” tanya Fey dengan ketus.
“Astaga! Aku lupa! Si biksu Tong itu menyuruhku melempar batu lagi ke dalam sana lalu memintaku untuk menariknya.”
“Haish! Kenapa kau tidak bilang dari tadi, bodooh! Dasar kau ini!” Fey langsung menoleh ke arah mbak Kun dan salah satu pasukan dedemit Refald itupun mengerti apa yang harus ia lakukan.
__ADS_1
Mbak Kun mengambil batu besar dan melemparkannya kembali seperti yang ia lakukan tadi. Batu tersebut mendarat mulus di tempat Refald berada dan suami Fey itupun langsung menarik tali tersebut tanda ia siap untuk ditarik dari luar seperti halnya Leo.
“Baiklah, sepertinya si biksu Tong itu sudah memegang talinya. Sayang, istirahatlah, kau pasti lelah setelah menarikku tadi, biar aku saja yang menarik si biksu Tong ini,” seru Leo pada Shena yang langsung menurut apapaun yang dikatakan suaminya.
Menit-menit pertama, Leo bisa menarik tali itu dengan mudah, tapi begitu Refald mendekati batasan medan magnet bumi dengan bagian diluar pusaran medan megnet, tiba-tiba saja tarikan Refald terasa begitu berat sampai Leo tak kuat dan sekan dirinyalah yang ditarik kembali ke dalam pusaran medan magnet tempat Refald berada.
“Gawat! Kenapa jadi aku yang tertarik ke sana! Sial!” umpat Leo. Ia memerhatikan kedua kakinya yang ikut terseret maju, bukannya mundur.
Melihat hal itu, Shena bergegas membantu dan iapun juga ikut tertarik ke dalam seperti Leo. Mbak Kun pun tak tinggal diam. Dia membantu Leo dan Shena menarik tali itu. Awalnya sih berhasil, dengan kekuatan yang mbak Kun kerahkan, tali yang ditarik Leo dan Shena akhirnya kembali ke posisi semula. Namun, ketika Refald lagi-lagi akan mendekati garis pembatas medan magnet, tali yang dipegang Leo seakan menarik dirinya lagi bersama yang lainnya untuk kembali ke dalam pusaran medan magnet bumi. Sekali lagi, Leo, Shena dan mbak Kun kembali terseret masuk ke dalam pusaran medan magnet bumi.
“Ada apa ini? Kenapa kita yang tertarik? Harusnya kita yang menarik?” seru Shena sambil sekuat tenaga melawan arus tarikan medan magnet tersebut. Ia agak sedikit shock melihat kakinya terus saja bergeser maju.
Istri Refald itu juga bingung, ini pertama kalinya ia dihadapkan dengan masalah melawan alam. Apalagi, suaminya dan juga keluarganya yang lain sedang dalam keadaan terdesak. Fey tidak punya banyak waktu untuk berpikir. Fey terdiam, ia memejamkan mata untuk mencari jalan keluar.
Tak berselang lama, iapun kembali membuka matanya dan berjalan tenang menuju tempat tali itu berada. Fey berdiri paling depan tepat di depan Leo berdiri memegang tali setelah istri Refald itu mendapatkan sebuah petunjuk yang mencengangkan.
“Dengarkan aku Leo, dan kau Shena. Apa yang akan kita alami setelah ini, sangatlah berat. Disinilah kalian akan tahu siapa jati diri kalian yang sesungguhnya.”
“Apa maskudmu, Kak?” tanya Leo begitupula dengan Shena.
__ADS_1
“Aku tak bisa menjelaskan karena kita tak punya banyak waktu,” jar Fey amsih menatap lurus ke depan tanpa mau menoleh pada leo dan Shena yang berdiri dibelakangnya. Shena ... kau tahu novel yang bejudul ‘Panji Semirang’?” tanya Fey pada Shena.
“Sepertinya aku pernah dengar, tapi aku tidak ingat, Kak? Ada apa dengan novel itu?”
“Kau harus mengingatnya, lakukan setiap detail yang ada dalam cerita itu. Karena selain aku … kau … adalah keturunan putri galuh Candra Kirana yang lain.” Kata-kata Fey sukses membuat Shena dan Leo terkejut. Ahkan mulut Leo menganga lebar menatap Shena.
“Apa?” Shena langsung shock mendengar penjelasan Fey barusan. “Aku?” tanya Shena.
“Ehm, tidak salah lagi Shena, selendang pelangi yang pernah kupinjamkan padamu dulu, tak menolak saat kau memakainya. Itu karena ternyata … kau juga keturunan seorang ningrat di zaman kerajaan dahulu kala. Aku harap kau mengingat detail kisah leluhur kita. Aku dan Refald bergantung padamu. Sekarang, ayo kita sama-sama menarik tali ini!” pinta Fey pada kedua adiknya yang masih bingung dengan ucapan Fey. “Mbak Kun! Kau jangan ikut menarik tali ini. Tetaplah berjaga di sini sampai kami semua kembali. Kau mengerti!” seru Fey pada salah satu pasukan dedemitnya.
“Mengerti Ratu,” ujar mbak Kun meskipun ia tak begitu paham tentang apa yang akan dilakukan ratunya. Namun sebagai pasukan, ia wajib menurut saja dan melakukan apapun yang diperintahkan ratunya tanpa syarat.
Dengan memantapkan hati, Fey mulai ikut menarik tali hingga akhirnya tali tersebut kembali menarik tubuh Refald. Bayangan suaminya sudah terlihat dan Fey tersenyum karena akhirnya bisa bertemu dengan suaminya lagi.
Namun sayang, seperti yang pernah dikatakan Irene sebelumnya, siapapaun yang melewati garis pembatas pusaran medan magnet, maka orang itu akan tersedot masuk ke dalam dimensi waktu entah itu dimasa depan ataupun di masa lalu. Hal itulah yang terjadi pada Refald sekarang. Ia tersedot masuk ke dalam lorong waktu begitu pula dengan Fey, Shena dan Leo. Sebab, tali yang di pegang Refald masih bertautan dengan tali yang dipegang istri serta adik-adiknya sehingga yang masuk ke dalam lorong waktu itu bukan hanya Refald saja, melainkan Fey, Shena dan juga Leo.
BERSAMBUNG
***
__ADS_1