Menikahi Seorang Putra Raja

Menikahi Seorang Putra Raja
episode 113 Medan Magnet


__ADS_3

Leo terkejut karena tiba-tiba saja ia terjatuh dari ketinggian bersama dengan Refald. Ini sangat aneh, seumur-umur baru kali ini Leo diajak Refald terjun langsung dari atas tanpa menggunakan pengaman dan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Tidak biasanya kakaknya seperti itu.


“Woy, biksu Tong! Kira-kira dong? Kau pikir aku ini setan sepertimu, apa? Bagaimana jika aku mengalami patah tulang, tadi? Harusnya kasih aba-aba kek, biar bisa siap-siap! ” protes Leo, tapi aksi protesnya itu tak dihiraukan oleh Refald.


Suami Fey itu malah sibuk dengan dirinya sendiri seolah merasakan ada sesuatu yang buruk telah terjadi disini. Melihat kakaknya tak bereaksi dan hanya diam tak menyahut, Leo jadi penasaran tentang apa yang terjadi sebenarnya.


“Kakak! Ada apa?” tanya Leo yang langsung bangun dari posisinya setelah sempat terjatuh bersama Refald. Untung keduanya tidak mengalami luka yang serius karena posisi jatuhnya tidak terlalu tinggi.


“Ini gawat Leo, aku tak bisa menggunakan kekuatanku di tempat ini.” Mata Refald terbelalak seolah sedang menyadari sesuatu. Wajahnya agak sedikit bingung dan terus mengamati area sekitar tempatnya berada saat ini. “Tidak mungkin, ini … sungguh tidak mungkin … jangan-jangan ini ….” Refald masih bergelut dengan dirinya sendiri sehingga membuat Leo jadi semakin bingung juga.


“Ada apa? Katakan! Apa yang terjadi?” Leo jadi semakin tidak mengerti.


“Pantas saja semua perkiraanku, salah! Ternyata ini penyebabnya, sial!” ujar Refald sambil mengamati kedua tangannya.


“Sebenarnya ku ini kenapa, sih? Jangan buat aku seperti orang linglung dengan tingkahmu itu. Sebaiknya ayo kita cepat cari Yeon dan Bima!”


“Tidak bisa, kita tidak bisa mencari Bima dan Yeon dalam keadaanku seperti ini.” Dari nada suara Refald terdengar jelas kalau suami Fey ini sangat shock.


“Kenapa? Kau, kan raja? Sudah tak ada lagi peraturan yang mengikatmu untuk menggunakan kekuatanmu dalam keadaan apapun."


“Tidak Leo, walau aku seorang raja, aku tetaplah manusia biasa. Ketahuilah Leo, kekuatanku … bersumber dari alam. Itulah mengapa setiap kali aku selesai bertapa, kekuatanku semakin lama semakin meningkat. Sebab, tubuhku ini sudah bersatu padu dengan alam. Namun, masalahnya adalah … aku baru sadar, kalau tempat kita berdiri ini, adalah tempat bertemunya medan magnet bumi. Kekuatanku tak bisa berfungsi di tempat ini. Jika aku ingin menggunakan kekuatanku, maka aku harus keluar dari hutan ini,” terang Refald.

__ADS_1


“Apa? Bagaimana bisa kau tidak tahu kalau ini adalah tempat medan magnet bumi? Kau kan bisa melihat masa depan, harusnya kau tahu apa yang bakal terjadi?”


“Bukannya tidak tahu, Leo. Medan magnet bumi, kadang bisa berubah-ubah posisi. Dan itu bisa mengacaukan sistem kekuatanku. Ibarat ponsel yang sedang mengalami gangguan sinyal sehingga tak dapat digunakan. Itulah yang terjadi pada kekuatanku sekarang. Semua kekuatan yang kupunya, tak bisa kugunakan jika aku berada di tempat ini.


“Tidak ada yang tahu arah perubahan medan magnet di bumi ini, Leo. Itu merupakan rahasia alam dan hanya Tuhanlah yang mengetahuinya. Aku yang hanya manusia biasa, tak mungkin bisa memprediksikan letak pergeseran medan magnet ini yang berubah-ubah. Sepertinya, medan magnet ini baru saja bergeser kemari dan menetralisir segala sesuatu yang ada di sini termasuk kekuatanku.


“Sehebat apapun diriku, bila sudah berada disini, maka aku taka ada bedanya denganmu. Dengan kata lain, saat ini aku hanyalah manusia biasa sama sepertimu. Bahkan, senjata apimu juga tak akan berfungsi di sini. Coba saja kalau kau tak percaya?” Refald menatap serius wajah Leo yang jadi tegang setelah mendengar penjelasan panjang lebar Refald.


Untuk membuktikan bahwa ucapan kakaknya ini benar atau tidak, Leo langsung mengeluarkan pistolnya dan mencoba menembakkan pelurunya sembarang arah. Namun, yang aneh dengan senjatanya. Berkali-kali Leo menarik pelatuk pistolnya, tetap saja pelurunya tidak mau keluar. Sekali lagi, Leo memeriksa pistol goldnya apakah ada yang rusak atau tidak.


Ternyata, pistolnya masih baik-baik saja, tidak ada yang masalah dengan senjata apinya. Peluru yang ada dalam pistol itu juga masih utuh. Tapi entah mengapa setiap kali Leo menembak, pelurunya tetap tidak mau keluar. Ini sungguh aneh tetapi juga sangat luar biasa. Dari sini, bisa disimpulkan kalau ternyata bukan hanya kekuatan supranatural Refald saja yang tidak befungsi, senjata dalam bentuk apapun juga tak dapat digunakan di tempat ini.


“Kau benar, Kak. Tempat ini … benar-benar berbeda dengan tempat-tempat yang lain. Lalu … apa yang harus kita lakukan sekarang? Apa kau bisa memanggil pasukanmu supaya menjemput kita kemari? Aku sangat mengkhawatirkan putra-putraku,” tanya Leo penuh harap.


Jika Refald sang raja dedemit saja ak bsia menggunakan kekuatannya, maka tak menuntut kemungkinan, yang lainnya pun juga sama. Artinya, bukan hanya Refald dan Leo saja yang mengalami kesulitan di sini, Rhea dan Rey serta pak Po dan Divani, pasti juga mengalami hal sama seperti yang dialami dua orang kakak beradik ini. Hanya saja, mereka semua berada di tempat yang berbeda.


“Aku tidak bisa memanggil pasukanku sekarang, aku sudah tidak lagi terhubung dengan pasukanku karena kekuatanku sudah dinetralisir di tempat ini. Dengan kata lain, aku tidak bisa menghubungi mereka. Yang aku khawatirkan adalah mereka semua tidak bisa masuk ke dalam area ini. Sebab, mereka bukanlah manusia.”


Leo terhuyung mundur mendengar kesulitan yang sedang mereka hadapi saat ini.


Yeon dan Bima masih belum bisa diketahui keberadaannya dan kini dirinya dan Refald malah terjebak di tempat aneh seperti ini. Leo sungguh tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang. Namun leo tidak mau menyerah. Dengan atau tanpa kekuatan Refald, Leo akan terus mencari keberadaan putranya sampai dapat.

__ADS_1


Suami Shena itu sudah memantapkan hati dan mulai beranjak pergi. Namun, baru saja Leo berjalan, langkahnya dicegah oleh Refald. “Mau kemana kau?” tanya Refald.


“Mencari anak-anakku!”


“Jangan bertindak gegabah Leo, kita masih belum tahu apa yang sedang menanti disekitar kita.” Refald mengingatkan adiknya agar lebih berhati-hati.


“Aku tidak takut!” tandas Leo. “Aku tak bisa hanya duduk diam di sini tanpa melakukan apa-apa. Paling tidak, aku harus memastikan apakah kedua putraku baik-baik saja atau tidak. Silahkan kau tetap di sini sesuka hatimu. Biar aku yang akan mencari keberadaan putra-putraku sendiri.” Leo manatap tajam kakaknya.


Mata Refald tertuju pada sesuatu, yaitu istana tempat Fey dan Shena beserta seluruh keluarganya berada. Satu-satunya harapan Refald saat ini adalah istri dan keluarganya itu. Mendadak, Refald tersenyum simpul setelah memikirkan Fey dan anggota keluarganya yang lain.


“Oey Leo, apa kau pernah dengar?”


“Apa?” cetus Leo langsung.


“Ada pepatah yang mengatakan, kalau kesuksesan dan keberhasilan seorang pria, pasti dibelakangnya ada seorang wanita yang selalu setia bersamanya,” ujar Refald melenceng dari topik pembicaraan.


“Ehm, aku pernah dengar. Tapi apa hubungannya dengan situasi kita sekarang ini?” tanya Leo merasa aneh dengan ucapan Refald.


“Ada.” Refald mulai kembali tersenyum seolah ia mengetahui solusi dari masalah yang Refald dan Leo hadapi sekarang ini.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


Mulai masuk fantasi lagi, semoga tidak bosan dengan cerita fantasi ini ya …


__ADS_2