Menikahi Seorang Putra Raja

Menikahi Seorang Putra Raja
episode 137


__ADS_3

Entah apa yang merasuki pikiran Leo sehingga ia berniat menikah dengan Shena lagi di dunia lampau ini. Padahal masalah yang mereka hadapi sekarang sangat genting dan mereka tidak tahu bagaimana cara memecahkan misteri ini agar bisa secepatnya kembali kedunia nyata mereka.


Namun, Leo malah memikirkan pernikahannya dengan Shena yang belum tentu bisa disetujui oleh masyarakat setempat mengingat mereka berdua adalah orang asing di negeri ini. Shena sendiri hanya bisa terkesima menatap wajah Leo yang sangat antusias ingin menikahinya sekarang.


“Apa kau sudah gila, Leo? Kau kerasukan setan nuikah kah? Bagaimana kau bisa berkata seeprti itu padaku? Kita kan sudah menikah? Untuk apa menikah lagi?” pekik Shena. Ia memicingkan matanya menatap wajah santai Leo.


“Tak ada seorangpun di dunia ini yang percaya kalau kita ini suami istri, Sayang. Jika mereka percaya, mana mungkin mereka memisahkanku denganmu. Satu-satunya cara agar kita bisa terus bersama adalah kau harus menikah denganku. Baru kita bisa memikirkan cara untuk bisa kembali kedunia kita tanpa harus terpisah begini. Kan aku juga ingin memelukmu, Sayang. Aku sangat merindukanmu, tidakkah kau juga merindukan suami tampanmu ini?” Leo memasang wajah melas supaya Shena bersimpati padanya dan setuju untuk menikah dengannya lagi.


“Entah kenapa aku merasa ngeri sendiri saat mendengar ucapanmu itu.”


“Memangnya kenapa? Aku mengajakmu menikah denganku, harusnya kau senang Sayang, karena kita … bisa bulan madu lagi. Kenapa kau malah ngeri?” Leo memamerkan gigi putihnya pada Shena.


“Itulah masalahnya, kau sudah kerasukan setan mesum, makanya isi otakmu itu cuma mesum saja. Kau mengajakku menikah seperti mengajak mati saja.” Shena memalingkan wajahnya dari Leo.


“Kau benar, Sayang. Aku memang mengajakmu mati dan aku ingin sekali menguburmu dalam lautan cintaku yang begitu besar dan takkan pernah bisa diukur dengan alat ukur manapun saking luasnya cintaku padamu. Demi lautan cinta bagai api yang membara, Shena Narendra Bonscha, maukah kau menikah denganku?” dalam situasi seperti ini bisa-bisanya Leo mengeluarkan jurus rayuan gombalnya seolah melamar Shena.


“Dasar buaya! Aku menolak menikah dengamu! Puas?” ujar Shena ketus.


“Kau akan menyesal, Sayang. Sebab aku tak suka ditolak. Sebaiknya, kau ubah jawabanmu.” Leo mengedipkan salah satu matanya sambil tersenyum senang. Shena jadi bingung sendiri melihat tingkah aneh suaminya ini.


Tiba-tiba saja, satu tangan Leo terulur dan meraih tangan Shena, lalu ia mendekatkan tubuh Shena kearahnya. “Bersiaplah, Sayang. Seharusnya tadi kau tak menolak ajakan menikah denganku.” Leo memaksa memutar balikkan tubuh Shena hingga membelakanginya lalu dengan gerakan cepat Leo membekap leher istrinya kuat-kuat.


“Leo! A-apa yang kau lakukan? Le-lepaskan aku! A-aku kesulitan … bernapas.” Shena berusaha keras melepaskan diri dari cengkeraman tangan Leo dilehernya, tapi usahanya sama sekali tak membuahkan hasil karena Leo jauh lebih kuat darinya.


“Jangan melawan, Sayang. Kau akan kesakitan jika melawanku, rileks saja, oke. Ini hanya akting kok,” bisik Leo pelan ditelinga Shena.


“A-apa maksudmu?” tanya Shena masih belum mengerti, tapi Leo tidak berniat menjawab pertanyaan istrinya. Sebaliknya, ia malah menatap lurus wajah-wajah tegang yang ada dihadapannya. Siapa lagi kalau bukan Laksmi dan Raynar.

__ADS_1


“Oey, penjaga! Dan kau pacarnya penjaga!” ujar Leo pada orang yang mirip dengan Laura dan Roy. “Cepat beritahu rajamu kalau aku akan membunuh wanita ini jika dia tak segera menikahkannya denganku,” tandas Leo langsung tanpa takut. Matanya terlihat serius dan tak main-main dengan apa yang dikatakannya barusan.


Deg!


Hati Shena langsung berdebar kencang mendengar ucapan Leo yang kian lama, semakin gila saja. Beraninya cecunguk itu mengancam raja hanya untuk bisa menikahi Shena disini.


Dasar si Leo bengek! Dia pikir dia sedang ada dinegeri mana, ha? Batin Shena kesal.


"Apa yang aku lakukan Leo? Apa kau cari mati?"


"Kau diam saja, Sayang. Atau kututup mulutmu dengan ciumanku. Kebetulan bibirku ini sedang ingin memakanmu hidup-hidup," ancam Leo dan Shena langsung diam. Saat ini, sepertinya Leo tak main-main dengan ucapan yang ia katakan.


Orang yang mirip Roy dan Laura pun tak bisa berkata-kata, seumur-umur, baru kali ini mereka bertemu berandal laknaat seperti Leo yang suka bicara blak-balakan dengan mengguakan bahasa yang tidak sopan. Namun, sekurang ajarnya Leo, mereka tetap harus menyampaikan apa yang diinginkan begundal satu itu pada rajanya. Keduanya bergegas pergi dan melaporkan hal ini pada panglima raja mereka yaitu kuda Persanca dan kuda Perwira.


Aksi Leo yang terbilang gila dan nekat benar-benar banyak mengundang perhatian semua orang yang tinggal di wilayah istana ini. Bahkan raja Panji Semirang alias Fey sampai ikut turun tangan gara-gara ancaman Leo yang tetap ngotot ingin menikahi Shena di malam ini juga.


“Tidak ada yang percaya bahwa aku dan wanita yang kau panggil nyai ini adalah sepasang suami istri. Kami berdua saling mencintai, tapi kalian sama sekali tak percaya pada kami. Karena kami sekarang hidup di zaman ini, maka aku ingin kau menikahkanku dengan wanita yang amat sangat aku cintai secara adat dan istiadat kalian. Jika kau adalah raja dari kerajaan ini, jangan pisahkan kami. Atau jika tidak, maka aku akan membunuh wanita ini lalu aku akan bunuh diri. Itu jauh lebih baik daripada kami harus hidup terpisah.” Leo manatap tajam wajah kakak iparnya. Meskipun ia tak bisa percaya bahwa ia ada di zaman kuno dan Fey sama sekali tak mengenalinya, Leo tetap saja menganggap Fey adalah kakak iparnya, bukan sebagai raja.


Fey sendiri juga tidak mengerti dengan apa yang ia rasakan pada pria yang menatap lurus kearahnya. Raja Panji Semirang alias Fey merasakan ada suatu ikatan yang membuatnya tak bisa menolak keinginan Leo. Sayangnya, ia tak tahu ikatan seperti apa itu.


Entah mengapa, Fey merasa kalau dua orang asing yang ada dihadapannya ini terlihat istimewa. Raja itupun tak punya hak untuk memisahkan ikatan cinta yang terjalin antara Leo dan Shena. Alhasil, usulan Leo, Fey kabulkan dan ia langsung memerintahkan seseorang untuk menikahkan Leo dan Shena sesuai dengan adat istiadat mereka di dunia istana sentris ini.


“Baiklah, kalau begitu, kalian berdua harus mulai bersiap-siap dari sekarang karena besok, upacara pernikahan kalian akan segera dilangsungkan tepat setalah matahari terbit. Lepaskan Nyai Shena supaya ia bisa segera melakukan serangkaian ritual pernikahan.” Fey menatap wajah sumringah Leo dan Shena tentang keputusan yang ia ambil.


Betapa senangnya dua pasangan sejoli itu setelah mendengar keputusan Fey yang setuju menikahkan ia dan Shena di dunia ini. “Apa kubilang, kau tak bisa menolak menikah denganku Sayang,” bisik Leo ditelinga Shena. “Sampai bertemu lagi besok di pelaminan, I love you.” Leo melakukan kiss bye begitu ia melepaskan genggaman tangannya di leher istrinya sendiri.


Akhirnya, sandiwara Leo berbuah manis juga. Shena hanya bisa menganga melihat aksi konyol Leo. Ini sungguh tidak masuk akal, dasar si Leo memang suka sekali bikin Shena kesal bukan kepalang. Harusnya mereka memikirkan cara untuk menemukan Refald, bukannya malah melakukan ritual pernikahan.

__ADS_1


“Apa-apaan ini?” gumam Shena kesal.


***


Keesokan harinya, Shena dan Leo benar-benar melangsungkan pernikahan setelah keduanya melakukan serangkaian ritual yang njelimet bin ribet. Upacara pernikahan tersebut dilaksanakan di sebuah pendapa terbuka yang terletak di tengah hutan belantara. Untungnya, baik Leo dan Shena berhasil menyelesaikan berbagai macam ritual sebelum pernikahan dengan baik dan lancar tanpa mengalami kendala apapun sampai hari H upacara pernikahan merekapun dilangsungkan.


Shena dan Leo dirias sedemikian rupa menggunakan pakaian adat dan budaya yang menjadi tradisi masyarakat setempat. Tak dapat dipungiri, dua insan yang dimabuk asmara itu terlihat sangat tampan dan cantik meskipun mereka menggunakan pakaian pengantin yang kental akan budaya tradisional.


Aura pengantin baru yang sebenarnya sudah lama itu juga terpancar jelas di mata orang-orang sehingga tak sedikit dari mereka iri melihat betapa serasinya Leo dan Shena saat mereka disandingkan bersama. Keduanya duduk dan berlutut didepan seseorang yang akan menikahkan keduanya.


Upacara pernikaahn Leo dan Shena disaksikan oleh seluruh penduduk istana tak terkecuali sang raja sendiri. Tanpa terasa, semua rangkaian acara demi acara upacara pernikahan telah dijalankan dengan penuh khidmad dan berjalan dengan lancar.


Dipenghujung acara, Raja Panji Semirang alias Fey diminta untuk memberikan berkatnya pada Leo dan Shena. Namun, baru saja Fey menyentuh kepala Shena dan Leo dengan kedua tangan lembutnya. Tiba-tiba saja, terdengar suara teriakan yang memekikkan telinga orang-orang yang mendengarnya.


“Aaaaaaagggghhhh!” terdengar suara teriakan seseorang dari kejauhan.


Semua orang saling pandang dan mencari-cari dimana arah sumber suara itu. Tak berselang lama, seseorang muncul dari balik semak-semak tepat dibelakang Fey yang sedang memberikan berkatnya pada Leo dan Shena.


“Minggir!” teriak seseorang itu dengan lantang sambil berlari kencang seolah-olah sedang di kejar-kejar sesuatu.


Shena dan Leo langsung tertegun melihat siapa orang yang berlari cepat kearah mereka. Sedangkan Fey, hanya bisa terpaku mendengar teriakan pria yang sangat tidak asing baginya.


BERSAMBUNG


***


Pasti tahulah siapa orang yang teriak itu, hehe … apa yang terjadi selanjutnya … tetep jangan bosan menunggu, ya?

__ADS_1


Sementara ini, masih seputar kisah Leo-Shena dan Fey-Refald yang terdampar di zaman dulu, untuk Rey dan Rhea, mohon sabar menunggu. Love you ….


__ADS_2