
Kedatangan angin topan yang menyerang tiba-tiba, membuat kaget semua orang tak terkecuali Refald dan Fey sendiri. Refald sama sekali tak menduga akan ada badai datang menerjangnya. Tidak hanya satu pusaran topan, melainkan ada banyak topan dan semuanya datang dari setiap arah yang berbeda. Situasi jadi semakin genting tatkala hampir semua orang tersapu dalam arus badai topan. Ditambah lagi, suasana masih dalam keadaan gelap gulita, membuat Refald tak bisa memastikan siapa saja yang terbawa arus pusaran angin tersebut.
Melihat kepanikan seluruh anggota keluarga Refald, sepertinya genggaman tangan beberapa pasangan terlepas akibat serangan badai itu. Refald sudah menduga kalau hal seperti ini bakal terjadi dan sebisa mungkin ia menghempaskan pusaran angin yang menyerang agar lekas menghilang dari tempat ini dan menyelamatkan semuanya. Dengan merentangkan kedua tangannya, Refald mengerahkan kekuatannya untuk balik menerjang angin itu. Sang raja dedemit berhasil menghalau pusaran angin topan sehingga dalam sekejap, badainya menghilang.
Anehnya, seluruh pasukan dedemit Refald juga ikut menghilang, kemungkinan besar mereka semua terbawa badai topan yang lain. Namun Refald tak khawatir, karena seluruh pasukannya bisa mengatasi sendiri pusaran angin yang menerjang mereka.
Semua orang yang terbawa angin langsung terjatuh ke tanah dari atas ketinggian bertepatan dengan hilangnya topan, tapi berkat pelindung Refald, mereka semua selamat dan tak ada yang mengalami luka serius. Sayangnya, masalah tak berhenti sampai disitu, rupanya angin topan itu hanyalah jebakan atau modus untuk memulai peperangan ini dengan cara yang tak biasa dan sangat luar biasa. Peperangan ini bukanlah peperangan adu kekuatan melainkan uji kesetian.
“Apa ini?” tanya semua orang sedikit terkejut ketika melihat keanehan yang terjadi di sini.
Bagaimana tidak aneh? Seluruh pria yang ada dalam pesta ini, tiba-tiba saja … ada dua orang. Sekali lagi, semua pria atau lebih tepatnya, setiap orang yang berjenis kelamin pria dan berpasangan … memiliki kembaran, kloningan, atau duplikat masing-masing yang sangat sama persis dengan aslinya.
Bahkan tak ada yang bisa membedakan mana yang asli dan mana yang palsu. Mereka semua sama persis dari ujung rambut sampai ujung kaki. Semua pria di sini seolah sedang berdiri menghadap cermim mereka sendiri. Yang lebih mengejutkan lagi adalah setiap gerakan yang mereka lakukanpun sama, termasuk suara mereka. Ini benar-benar fenomena aneh bin ajaib.
Byon dan ayah Refald ada dua, Leo dan pastinya Refald sendiri, juga ada dua, begitu juga dengan para pria lainnya. Kalau Leo memang punya kembaran yaitu Kun, tapi sang artis idola Shena itu tak bisa ikut datang dalam acara ini karena Kun bukanlah anggota keluarga besar Refald. Jadi, yang menjadi kembaran Leo kali ini pastilah orang lain yang ternyata adalah monster bertopeng tadi. Yah, tidak salah lagi, monster betopeng itu telah berubah wujud menjadi kembaran seluruh pria yang ada di pesta ini.
Pantas saja mereka semua memakai topeng dan berpencar mendekat kesetiap pasangan yang bergandengan tangan. Dan untuk mengecoh semuanya, pemimpin para monster bertopeng itu sengaja mematikan listrik disemua tempat dan mendatangkan badai angin untuk melepaskan genggaman tangan para pasangan ini sekaligus melancarkan aksi ajaib tak terduga.
Tujuan monster bertopeng itu, tentu saja membuat bingung para wanita yang ada di pesta ini dengan menyamar sebagai pria yang mirip dengan pasangan mereka. Terkecuali Bima dan Yeon pastinya. Sebab, hanya mereka berdua yang tak memiliki gandengan di sini sehingga kakak beradik itu otomatis tak memiliki kembaran.
“Astaga, kenapa semua pria disini ada dua orang? Mana yang asli? Mereka benar-benar sama persis.” ujar Bima ikut bingung. “Tapi … kenapa cuma kita saja yang tidak punya kembaran ya, Kak? Yang lainnya punya?” Bima bertambah bingung karena ia tak bisa membedakan para kloningan pria-pria yang rata-rata sudah beristri itu.
__ADS_1
Yeon terdiam. Ia hanya mengamati gerak-gerik semua pria yang terlihat bingung seperti orang linglung. Meskipun para pria itu memiliki kembaran sama persis, pasti ada hal yang bisa membedakan mana yang asli dan mana yang palsu diantara mereka. Dan Yeon, sedang mencari perbedaan itu dalam diri setiap para pria yang dikloning monster bertopeng.
Sedangkan Fey, Shena dan Biyanca, serta para wanita-wanita lainnya, ikut bingung, heran, dan juga shock melihat para suami-suami mereka ada dua. Mata mereka semua tak bisa berhenti menatap wajah suami dan kembarannya.
“Ada apa ini Refald? Kenapa … kau … ada dua?” tanya Fey terbata-bata.
“Aku juga tidak tahu, Honey?” jawab Refald dan kembarannya secara bersamaan sehingga Fey semakin bingung manakah suaminya yang asli. Bahkan suara berat Refaldpun terdengar sama. Dua orang Refald ini saling menatap tajam satu sama lain.
“Tidak mungkin,” gumam Fey lirih. Rasa shock, bingung, heran dan tak percya bercampur aduk jadi satu.
“Honey, percayalah. Akulah yang asli,” ujar Refald.
“Tidak Honey, akulah yang asli! Percayalah.” Refald satunya juga tak mau kalah.
“Jangan terkecoh, akulah suami aslimu. Tidakkah kau lebih percaya padaku, Honey? Banyak hal yang sudah kita lalui bersama. Masa kau tidak mengenal suamimu sendiri?” Refald satunya lebih meyakinkan lagi.
Fey terdiam dan menatap tajam Refald dan kembarannya secara bergantian. Ia kembali teringat ucapan Refald tentang ujian cinta sejati yang sempat Refald utarakan tadi.
Jadi, inilah yang dimaksud Refald, jika cinta setiap sejoli yang ada disini memiliki cinta sejati, maka wanita-wanita yang ada di sini pasti bisa membedakan manakah suami mereka yang asli. Sebaliknya, jika cinta mereka tidak tulus, maka pasangan mereka tak bisa membedakan mana yang asli dan yang bukan.
Fey berpikir sejenak untuk mencari jalan keluar dari masalah ini. Ia yakin semua wanita yang ada disini juga sedang memikirkan hal yang sama dengannya. Hanya ada satu cara untuk mengetahui siapakah suami mereka yang asli. Dan Fey harus segera memberitahu para wanita-wanita yang ada di sini tentang bagaimana cara mengenali suami mereka yang asli.
__ADS_1
Tak hanya Fey saja yang mengalami kebingungan luar biasa, Shena juga sedang menatap wajah tampan suami dan kembarannya. Walau suaminya ini punya kembaran, Shena selalu bisa membedakan manakah suaminya yang asli dan yang bukan. Namun kali ini, kembaran Leo tak sama dengan Kun. Hampir tak ada celah untuk membedakan manakah Leo asli dan Leo palsu.
Dan apa yang dialami Fey, juga terjadi pada Leo dan Shena. “Sayang, akulah Leo suamimu, dan dia yang palsu! Percayalah!” ujar Leo meyakinkan Shena.
“Hei bodoh! Enak saja kau mengaku-ngaku asli dan menuduhku palsu! Kau mau cari mati, ha?” bentak Leo yang satunya dengan gaya coolnya.
“Kau yang bodoh karena sok keren meniru gayaku! Kau pikir kau siapa, ha?” bentak Leo lainnya.
“Kurang ajar kau!” geram Leo.
“Mau berkelahi? Ayo!” Leo lainnya pun tak mau kalah dan malah menantang kloningannya.
“Hei kalian berdua! Hentikan dan jangan berkelahi! Diam di tempat kalian masing-masing dan biarkan aku berpikir! Jika sampai kalian berkelahi atau saling pukul memukul, aku tak segan-segan melenyapkan kalian berdua!” bentak Shena dengan lantang. Kedua Leo itu berhenti berdebat dan sama-sama menatap bingung Shena.
“Sayang, kau bisa jadi janda jika kau membunuhku! Bunuh saja kloninganku itu!” tunjuk Leo pada Leo satunya.
“Siapa yang kau sebut kloningan! Dasar laaknat!” bentak Leo, entah ini Leo yang asli atau yang palsu, tidak ada yang tahu.
BERSAMBUNG
***
__ADS_1
Tetap tunggu episode selanjutnya, apakah para wanita-wanita ini bisa mengenali suami-suami mereka, bagaimana dengan yang lainnya?
Menurut kalian gimana? Seru nggak? Hehe … Cerita ini hanya fantasi murni dari imajiansiku, semoga kalian yang baca suka dengan dunia fantasi yang kuciptakan. Lucu kali ya kalau Refald, Leo, Rey dan pak Po ada dua, hehe …