Menikahi Seorang Putra Raja

Menikahi Seorang Putra Raja
episode 48 Cara Refald


__ADS_3

Kedatangan Refald tentu saja mengejutkan semua orang. Termasuk Fey dan juga Rey. Meski tak percaya dengan kemunculan Refald yang tak terduga, tapi Rey benar-benar bisa melihat ayahnya datang dan menyelamatkan ibunya tepat waktu.


"Akhirnya, kau datang ayah," gumam Rey sedikit lega. Kini pandangannya masih terpusat pada badai topan yang sejak tadi ingin memporak-porandakan tempat ini. Rey melirik Rhea yang masih tertegun ditempatnya. Tubuh Rhea mematung karena terlalu shock. Kekasih Rey itu merasa telah gagal melakukan ritual dan malah kehilangan Rara untuk selama-lamanya. Sepertinya, Rhea belum sadar, kalau Refald sudah kembali. Mata gadis itu masih tertuju pada tubuh Rara yang memucat.


Sementara Refald sendiri, menatap sendu mata indah Fey yang amat sangat ia rindukan saat keduanya berada di atas langit-langit. Agar tidak ada yang menggangu momen manis pertemuan dengan permaisuri hatinya, Refald pun menghentikan waktu sementara untuk melihat wajah cantik Fey sepuasnya.


"Bagaimana kabarmu, Honey?" tanya Refald tanpa pernah berpaling dari tatapan mata indah Fey.


Fey tidak langsung menjawab karena masih belum sepenuhnya percaya bahwa laki-laki yang sedang menggendongnya terbang tinggi melayang adalah suaminya sendiri, Refald.


"Refald, benarkah ini kau? Aku tidak sedang bermimpi, kan?" Mata Fey masih memandang lekat-lekat suaminya.


Refald tersenyum, dan itu semakin membuat Fey terpesona. "Tidak, Honey. Kau tidak bermimpi, aku suamimu. Dan aku sudah datang. Aku kembali padamu. Apa kau baik-baik saja?"


Fey mengamati tubuh suaminya dan merasakan aura Refald yang hangat mengalir deras merasuki jiwanya.


"Ternyata benar, kau Refaldku."


"Ehm, aku Refaldmu. Bagaimana perasaanmu sekarang?" tanya Refald lagi.


"Sekarang jadi lebih baik, karena, kau datang tepat waktu," jawab Fey lirih. Matanya berkaca-kaca melihat Refald, orang yang selama ini sangat ia rindukan.


Sungguh, Fey jadi kehilangan kata-kata saat bertemu dengan suaminya. Padahal ia sudah berencana akan mengatakan banyak hal pada suaminya ketika mereka kembali bertemu, tapi nyatanya, semua kata-kata yang sudah Fey siapkan mendadak hilang.

__ADS_1


"Aku rindu padamu, kau semakin cantik saja Honey, dan sama sekali tidak menua." Refald melempar senyum tampannya dan itu membuat Fey jadi semakin kencang menangis karena sudah merindukan senyuman menghanyutkan ini.


"Kau juga," isak Fey. "Kau semakin tampan dan juga kuat. Aku bahkan kehilangan kata-kata saat bersamamu. Kau membuatku gugup sampai jantungku mau copot saking senangnya. Aku sangat merindukanmu, Refald ... sangat sangat sangat merindukanmu." Tanpa peringatan, Refald mencium mesra istrinya tepat dibawah sinar rembulan yang bersinar terang.


Ciuman ini ... adalah ciuman pertama yang diberikan Refald untuk Fey pasca ia kembali setelah 3 tahun lamanya menghilang. Air mata Fey semakin deras mengalir. Namun, air mata ini bukanlah air mata kesedihan, melainkan air mata kebahagiaan. Fey bisa merasakan besarnya cinta Refald untuknya dan betapa Refald juga sangat merindukannya. Melalui ciuman ini ... Fey tahu seperti apa perasaan Refald saat ini.


Sayangnya, ini bukan waktu yang tepat untuk melepas rindu lama-lama. Ada banyak hal yang harus dilakukan Refald setelah mereka kembali bersama.


Refald menyudahi ciumannya karena mendengar suara hati istrinya. Perlahan, Refald melayang turun dan menurunkan tubuh Fey begitu kakinya mendarat di tanah.


"Tunggu aku disini, Honey. Akan kubereskan dulu para iblis menyebalkan itu. Beraninya mereka membuat kekacauan tepat disaat aku datang." Refald mencium lembut kening Fey dan mengusap sisa bulir air mata yang membasahi pipi istrinya.


Fey mengangguk pelan, akhirnya suami supranatural Fey sudah kembali beraksi lagi.


Refald datang ... dia menghabisi seluruh iblis yang ada dihadapannya dengan tangannya sendiri. Satu persatu Refald melenyapkan semua iblis yang tidak bisa bergerak karena Refald masih menghentikan waktu.


Refald mengatupkan kedua tangannya sambil memejamkan mata. Dalam sekejap, waktupun kembali berjalan dengan normal.


***


Musuh sudah dimusnahkan dan suasana sudah kembali seperti sebelumnya, tapi sayangnya ada hal lain yang yang masih membuat Fey sedih.


Fey ikut menangis melihat keadaan Rhea yang masih belum percaya kalau kakaknya Rara sudah tiada. Bagaimanapun juga, Fey tetap merasa bersalah karena tidak bisa menyelamatkan Rara saat iblis jahat menyerangnya.

__ADS_1


Rey sendiri tak berdaya melihat Rhea. Ia merengkuh gadis itu dalam pelukannya. Rhea sudah tidak lagi histeris seperti tadi, tapi pandangan mata dan ekspresinya kosong. Mungkin karena ia terlalu shock sehingga ia tidak punya tenaga lagi untuk meluapkan kesedihannya. Rhea hanya bisa menangis dalam diam.


Refald mendekat kearah Fey dan yang lainnya berada. Kondisi Fey juga tak jauh beda dengan Rhea.


"Aku kira ... aku tak bisa bertemu denganmu lagi," ujar Fey lirih saat Refald ada dihadapannya. "Ternyata perkiraanku salah. Kau datang dengan sejuta cinta, tapi sayangnya ... aku ... tetap saja membuat kesalahan sehingga Rara jadi seperti ini. Apa yang harus aku lakukan, Refald? Aku tidak bisa melihat Rhea seperti itu." Fey menangis, ia menyesali keputusan yang sudah ia ambil karena terlalu memaksakan kehendaknya terhadap Rara.


Sebenarnya, Fey hanya tidak ingin anak yang dikandung Rara hidup tanpa status yang jelas saat ia lahir nanti. Sebab itulah ia memaksakan pernikahan Jakson dan Rara. Fey sama sekali tidak pernah menyangka bakal berakhir tragis seperti ini.


Refald berjalan semakin dekat ke arah istrinya. Ia terdiam melihat menantunya berduka. Refald memikirkan cara agar semuanya bisa kembali normal seperti sedia kala. Refald menundukkan kepalanya karena sangat merindukan Fey. Refald juga tidak ingin ini terjadi, tapi mau bagaimana lagi. Semua sudah terlanjur, kejadian tragis ini tidak bisa dicegah.


Rasa rindu Refald terhadap Fey begitu kuat. Mereka berdua saling berpelukan untuk melepas rindu masing-masing.


"Jangan menangis, Honey. Ini semua bukan salahmu." Refald mencoba menenangkan istrinya. Ia juga sedih melihat Fey seperti ini. "Aku akan melakukan sesuatu, untuk mengembalikan semuanya."


Fey tersentak mendengar ucapan Refald. Jangan-jangan, Refald ingin menghidupkan Rara lagi. Jika itu terjadi, itu artinya ... Refald akan menghilang lagi.


"Tidak!" ujar Fey ketakutan. "Kita baru saja bertemu, masa kau mau meninggalkanku lagi?" air mata Fey semakin deras mengalir.


Refald terdiam. Ia menatap sendu wajah istrinya.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


yuk kepoin cuplikan video adegan Refald ini .... hehe jangan baper ya ... komplit kan halunya



__ADS_2