Menikahi Seorang Putra Raja

Menikahi Seorang Putra Raja
episode 157 Meletus


__ADS_3

Mata Shena tak berkedip melihat sosok pria yang entah darimana datangnya sedang menatap lurus kearah Shena dan Fey berada. Tiba-tiba saja, pria yang tidak asing lagi bagi Shena tengah berdiri tegak tanpa luka sedikitpun di belakang punggung Fey. Awalnya, Shena tidak percaya pada apa yang ia lihat. Namun ia yakin kalau ini bukanlah mimpi. Shena tahu betul siapa sosok pria tampan itu. Hanya saja, Shena tidak tahu apakah pria yang ia yakini sebagai Refald itu hantu atau bukan. Apakah Refald yang ia lihat itu masih hidup atau sudah tiada, Shena tidak bisa memastikannya.


“Kakak, itu … bukan suara bayangan, i-itu … sungguhan.” Shena gelagapan melihat apa yang ia lihat di depan matanya. Masih antara percaya dan tidak percaya, Shena benar-benar melihat sosok Refald berdiri tegak dibelakang punggung kakak iparnya.


Seketika Fey berhenti menangis, dan menatap wajah pucat Shena. “A-apa maksudmu Shena? Kau sungguh bisa mendengar suara Refald?” tanya Fey yang terkejut melihat ekspresi Shena.


“Aku tak hanya … bisa mendengar sauaranya, tapi … aku … juga bisa melihat kak Refald,” jawab Shena terbata-bata antara shock dan juga merinding. Shena masih belum tahu apakah Refald ini masih menjadi manusia atau tidak.


Raut wajah Shena yang shock, membuat Fey langsung balik badan untuk mencari tahu apa yang dilihat Shena dibalik punggungnya. Dan benar saja, dibelakang Fey sudah berdiri seseorang yang amat sangat Fey kenal. Seperti halnya Shena, Fey juga sangat terkejut melihat orang yang ia cintai kini sudah ada dihadapannya. Yah, tidak salah lagi, Refald benar-benar berdiri didepannya dalam keadaan utuh tanpa kurang apapun.


“Refald!” ujar Fey lirih. Matanya kembali berkaca-kaca berharap bahwa ini semua bukan hanya mimpi seperti yang ia alami sebelumnya. “Kau … sungguh-sungguh Refald?” tanya Fey terbata-bata.


“Iya, Honey. Ini aku, aku kembali padamu Honey,” ujar pria yang memang tidak lain adalah Refald. Wajahnya semakin tampan kala tersenyum manis pada istrinya.


Dengan berlinang air mata, Fey hendak meraih tubuh suaminya tapi langkahnya terhenti karena suami Shena sudah mencuri start duluan. Diulang … Leo … mencuri start Fey untuk memeluk Refald lebih dulu. Suami Shena yang nggak ada akhlak itu berlari cepat memeluk kakaknya yang ia kira telah tiada.


Begitu Leo memastikan bahwa orang yang ada dihadapannya benar-benar Refald dan bukanlah setan, Leo langsung berlari memeluk kakaknya sebelum Fey sempat meraih suaminya. Sontak saja dua wanita yang ada di belakang Leo langsung keki sendiri melihat adegan sesama jeruk saling berpelukan layaknya sepasang kekasih yang sudah lama tak saling berjumpa.


“Kakak! Kau masih hidup!” seru Leo yang terlihat senang dipelukan Refald tanpa peduli bagaimana perasaan kakak dan kakak iparnya akibat ulahnya ini.


“Iya, aku masih hidup! Kau puas sekarang? Bisa kau lepaskan pelukanmu? Aku ingin memeluk istriku! Kenapa kau yang memelukku lebih dulu, ha? Peluk istrimu sendiri sana!” cetus Refald yang langsung manyun karena momen romantisnya bersama Fey jadi rusak karena ulah Leo yang memeluknya tanpa permisi dulu.


Shena yang menyadari kalau suaminya sedang bikin ulah langsung menjewer telinga Leo dan menariknya ke belakang menjauh dari Refald dan Fey agar pasangan suami istri yang baru saja bertemu itu bisa saling melepas rindu dan perasaan mereka masing-masing.


“Aaaaah, sakit Sayang, kenapa kau menjewer telingaku?” teriak Leo kesakitan sambil mengusap-ngusap telinganya akibat jeweran Shena.


“Harusnya aku yang bertanya, apa yang kau lakukan, ha? Apa kau tidak lihat bagaimana perasaan kak Fey? Seenak jidatmu saja kau memeluk kak Refald mendahului kak Fey! Dasar kau ini!” geram Shena dengan kesal.

__ADS_1


“Kau cemburu karena aku tak memelukmu? Sini aku peluk!” Leo malah merentangkan kedua tangannya hendak memeluk Shena tapi istrinya itu menepis kuat-kuat rentangan tangan Leo.


“Siapa yang cemburu? Aku hanya kesal karena kau merusak momen romantis mereka? Kenapa kau jadi pengganggu kak Refald dan kal Fey?” pekik Shena mengomeli suaminya dan Leo sama sekali tidak peduli, ia langsung memeluk Shena dengan erat karena ia sedang senang melihat kakaknya telah kembali.


Awalnya, Shena memberontak tapi sedikit banyak, ia sangat mengerti seperti apa perasaan suaminya yang juga sempat terpukul karena mengira telah kehilangan Refald selamanya. Kakak yang selalu ada dan melindungi Leo.


Tak dapat dipungkiri, akhirnya hati Shena lega juga mengetahui kalau Refald baik-baik saja dan kembali kepada Fey. Syukurlah apa yang Shena khawatirkan tidak benar-benar terjadi. Entah ia harus bagaimana jika Refald benar-benar tiada dan meninggalkan Fey yang sedang dalam keadaan hamil muda sendirian.


Beralih kepasangan sejoli yang kini saling menatap satu sama lain dengan hati yang sulit dilukiskan dengan kata-kata. Rasa senang, sedih, dan haru telah bercampur menjadi satu menyelimuti hati Refald dan Fey. Mereka berdua bungkam dan hanya bicara melalui mata. Refald berjalan mendekat ke arah Fey yang masih berdiri tegak dan mencoba menguatkan tubuhnya agar tidak ambruk lagi. Sebab, Fey merasa tubuhnya sangat lemas sekali. Namun ia tidak ingin pingsan dulu sebelum puas menatap wajah tampan suaminya.


Tanpa suara, Refald langsung menggendong tubuh istrinya yang sudah tak ada tenaga lagi akibat terlalu banyak menguras emosi. “Bertahanlah sebentar lagi Honey, aku akan membawamu keluar dari sini,” ujar Refald pada istrinya yang sedang ada dalam gendongannya.


“Ehm.” Fey menganggguk senang. Matanya tak pernah lepas dari sosok suaminya yang selalu keren disetiap kemunculannya.


“Pegangan yang erat, Honey. Aku tahu aku sangat tampan, tapi kau tak perlu memandangiku seperti itu. Aku bisa jatuh cinta padamu,” ujar Rerfald mulai menggoda Fey dengan senyuman manisnya. Disaat seperti ini, sifat narsis Refald bisa mulai kumat keluar.


“Bagus.” Refald balas tersenyum sambil mencium mesra kening istrinya kemudian beralih menatap Leo dan Shena. “Kalian berdua! Kemarilah … pegang bahuku! Kita semua harus pergi dari sini karena sebentar lagi, gunung ini akan meletus dalam kurun waktu kurang dari satu menit!” seru Refald.


Seketika Leo dan Shena melepas pelukan mereka dan langsung berdiri di belakang punggung Refald sambil memegang bahu suami Fey seperti yang diperintahkan tanpa berkomentar apa-apa. Kembalinya Refald artinya pemecahan masalah. Kalau Refald sudah bicara maka ia tak bisa dibantah sebab yang ia katakan selalu benar.


“Pak Po! Arka! Kalian berdua juga cepat susul aku, jangan sampai larva itu menyentuh jiwa kalian!” teriak Refald dengan kencang mengagetkan Fey, Leo dan juga Shena. Mereka bertiga terkejut mendengar Refald tak hanya memanggil nama pak Po saja, melainkan iblis Arka yang tak lain adalah suami mbak Kun juga.


“Arka? Apa maksudmu Refald? Bagaimana bisa suami mbak Kun ada di dunia ini?” pertanyaan Fey mewakili Shena dan juga Leo yang juga penasaran.


“Ceritanya sangat panjang, Honey. Akan aku ceritakan begitu kita keluar dari tempat ini!” tanpa bicara panjang lebar lagi, Refald melompat ke udara dengan cepat bersamaan dengan meletusanya gunung yang ada di bawah kaki mereka.


Awalnya, Leo dan Shena kaget karena mereka diajak terbang oleh Refald melesat cepat di udara hingga menembus beberapa awan tipis. Namun, dengan cepat pula, keduanya bisa menguasai diri masing-masing karena inilah kekuatan yang dimiliki seorang raja dedemit Refald.

__ADS_1


Letusan yang begitu mendadak dari gunung itu begitu dahsyat dan menakutkan sampai-sampai suara letusan tersebut memekikkan telinga siapa saja yang mendengar. Semburan larva merah muncrat keluar seolah sedang mengobrak-abrik tempat yang baru saja menjadi pijakan Fey dan juga yang lainya. Syukurlah Refald melesat cepat terbang di atas langit-langit sehingga tak terkena cipratan larva merah panas yang mengerikan itu.


Asab tebal juga menyembur dimana-mana. Taburan abu vulkanik akibat dari letusan gunung berapi itu langsung menyebar luas dengan cepat meluluhlantakkan semua yang ada disekitar gunung yang sedang ngamuk itu.


Mata Leo dan Shena serta Fey tak bisa berhenti berkedip melihat betapa dahsyatnya kekuatan alam ketika gunung itu memuntahkan seluruh isi perutnya. Mulut mereka semua menganga lebar tanpa bisa berkomentar apa-apa. Ini baru satu gunung saja yang meletus dan kekuataannya sudah sedashyat itu. Bagaimana jika semua gunung yang ada di dunia ini meletus bersamaan? Sungguh tragedi yang tidak bisa dibayangkan lagi.


Entah apa yang terjadi pada gunung itu selanjutnya, tidak ada yang tahu karena Refald telah membawa seluruh keluarganya pergi meninggalkan tempat ini dan sebentar lagi, juga akan meninggalkan dunia istana sentris ini.


Dari kejauhan, tepat di bawah kaki Refald yang sedang melayang tinggi di udara, muncul pak Po dan iblis Arka yang ikut melayang di belakang Refald. Semakin kaget dan terkejutlah Fey dan pasangan suami istri Leo-Shena saat melihat para dedemit itu melayang bebas di udara seperti halnya Refald. Kedua makhluk astral itu tampak senang sekali. Mereka berdua bahkan tertawa riang seolah mereka baru saja memenangkan pertandingan.


“Huuuu … Raja! Ini seru sekali! Sering-seringlah seperti ini!” teriak pak Po masih sambil tertawa lepas.


“Seru kepalamu! Putrimu dan putraku, juga putra putra Leo sedang dalam bahaya di dunia sana! Berhenti tertawa dan jangan banyak bicara! Kalian berdua pergilah ke sisi yang berbeda dan hentikan medan magnet ini supaya kekuatan kita tidak hilang kembali begitu kita tiba di dunia nyata!” seru Refald dengan memasang wajah seriusnya.


Raja dedemit itu semakin menambah kecepatan terbangnya agar lekas sampai ke tempat tujuan. Dilihat dari segi manapun, mau marah, tersenyum, atau serius, Refald benar-benar terlihat sangat tampan. Aura kepemimpinannya benar-benar kuat tarasa. Apalagi kekuatan Refald sudah kembali, yang artinya tak ada yang tak bisa diatasi oleh sorang Refald selaku raja dedemit terkuat dimasanya.


Tanpa bicara, Arka dan pak Po menghilang begitu saja dan langsung melaksanakan perintah Refald untuk menyelamatkan orang-orang yang harus mereka selamatkan.


“Tunggu aku, Di … Rhea! Kami semua akan segera datang menyelamatkan kalian semua,” gumam pak Po lirih sambil melesat terbang dengan kecepatan tinggi melebihi kecepatan cahaya.


BERSAMBUNG


***


NB : ini murni dari dunia fanstasi haluku. Kalau ada kesamaan nama, dan kejadian berarti itu hanya kebetulan yang tidak disengaja. Harap maklum kalau dunia fantasiku mulai kumat. Hehe …


Video visual kemunculan Refald, menyusul di Instagram ku ya ... ditunggu saja.

__ADS_1


Love you all ….


__ADS_2