Menikahi Seorang Putra Raja

Menikahi Seorang Putra Raja
episode 60


__ADS_3

Apa yang dilakukan Divani terhadap suaminya membuat semua orang jadi terkejut. Terutama para kaum hawa yang terpesona oleh ketampanan pak Po. Mulut mereka semua menganga lebar melihat ada seorang wanita bule cantik mencium mesra idola mereka tepat didepan mata. Tentu saja hal itu menimbulkan pro kontra diantara mereka semua. Dan pastinya, lebih banyak kontranya daripada pronya.


Pak Po sendiri juga terkejut, tapi tak dapat dipungkiri lagi, iapun merasa sangat bahagia melihat istrinya bersikap sweet padanya. Satu-satunya wanita yang bisa membuatnya bahagia hanyalah Divani seorang. Dari dulu hingga sekarang, hanya Divanilah yang membuat jiwa pak Po bergejolak kuat dan mendorongnya untuk selalu ingin bersama dengan wanita yang kini sudah menjadi istrinya.


Ciuman maut dari Divani, membuat pak Po mulai merasakan kekuatannya kembali. Dan tanpa pikir panjang, ia memeluk tubuh istrinya lalu menghilang seketika dari pandangan mata semua orang tanpa mengucap sepatah katapun.


Peristiwa itu membuat kaget semua wanita yang melihat bingung hal yang tidak masuk akal terjadi dihadapan mereka. Bagaimana bisa pria tampan dan wanita yang menciumnya menghilang begitu saja. Mereka semua langsung buyar mencari kesegala arah dimana keberadaan pak Po seakan masih belum terima kalau idolanya raib tanpa meninggalkan jejak apapun.


“Dimana mereka? Apa yang terjadi? Kenapa mereka tiba-tiba saja menghilang?” tanya para wanita-wanita itu. Mereka mulai berbisik-bisik tetangga dan saling bergunjing satu sama lain. Tindakan para kaum hawa itu membuat Refald menjadi semakin geram.


“Hei kalian semua, orang yang kalian cari sudah beristri! Wanita tadi adalah istrinya. Sebaiknya kalian semua pergi dari sini. Tidak ada gunanya juga bagi kalian semua menyukai orang yang sudah berkeluarga.”


Setelah berkata demikian, Refald memeluk Fey dan mengajaknya kembali masuk ke dalam untuk melihat kondisi terakhir Rara apakah sudah sadar atau belum tanpa memedulikan para fansanya pak Po. Begitu juga dengan Rey yang langsung memeluk Rhea mengikuti ayahnya dibelakang.


“Aku tidak percaya ini, ayahku ... dia ... kenapa bisa jadi seumuranku?” Rhea masih shock dan yang lebih terlihat parah adalah Rey. Kekaksih Rhea itu terlihat sangat berantakan. Wajahnya bagaikan benang kusut yang tak bisa lagi diluruskan.


“Kenapa aku kalah pamor dengan mertuaku sendiri?” gumam Rey lirih. Ia terus menundukkan kepalanya. Ayah mertua Rey begitu tampan, bahkan jauh lebih keren dari ayahnya sendiri. Entah kenapa Rey jadi minder sendiri.


Dengan rasa patah hati akut. Seluruh kaum hawa penggemar pak Po pergi meninggalkan rumah sakit dan terpaksa harus kembali ke dunia nyata mereka masing-masing. Pupus sudah harapan mereka karena pak Po ternyata tidak nyata dan hanya khayalan sementara. Namun pesona pak Po tetap melekat dihati mereka sampai kapanpun walau mereka tidak tahu apakah bisa bertemu dengan pak Po lagi atau tidak.

__ADS_1


“Rhea, kita harus segera melakukan ritual pemakaman nenek Haida,” ujar Refald sambil melihat kondisi Rara yang belum sadar. “Kakakmu, sebenarnya bisa saja sadar kembali kalau dia mau. Masalahnya, ia kehilangan semangat hidup. Itulah yang membuatnya belum sadar hingga sekarang,” terang Refald lagi.


“Lalu ... apa yang harus aku lakukan, Ayah?” mata Rhea berkaca-kaca melihat kondisi kakaknya. Seketika rasa kesalnya terhadap ayah kandungnya jadi sirna.


“Yang bisa menyelamatkan Rara hanyalah dirinya sendiri. Baik kau atau siapapun tidak bisa menolongnya.” Refald menatap lurus tubuh Rara yang terbaring lemah dengan atribut rumah sakit yang terpasang lengkap diseluruh tubuh Rara agar wanita itu bisa bertahan hidup.


“Kapan pemakaman nenek dilakukan, Ayah?” tanya Rhea mencoba untuk bertahan agar tidak terlalu larut dalam kesedihan.


“Satu jam dari sekarang. Aku akan pergi untuk melihat apakah semua persiapannya sudah siap. Para penduduk kota meminta pemakaman nenek Haida dilakukan secara adat istiadat mereka. Sebab, bagaimanapun juga, nenek Haida adalah sesepuh wilayah ini.”


“Bolehkah aku masuk dan melihat langsung kakakku, Ayah? Ada satu hal yang ingin aku katakan padanya.”


“Baiklah, temui dia.” Refald pergi untuk menemui dokter dan tidak lama kemudian, dokter yang merawat Rara datang menghampiri Rhea.


“Anda punya waktu 10 menit untuk menjenguk kakak anda Nona,” ujar dokter itu.


Rheapun terlihat senang dan setelah memakai pakaian khusus, ia masuk kedalam ruangan Rara. Saat masuk ke dalam, Rhea berusaha kuat agar air matanya tidak tumpah keluar begitu melihat langsung kondisi kakaknya.


Perlahan, kekasih Rey itu memegang tangan Rara yang dipenuhi dengan selang infus. Rhea mulai berbicara pelan pada kakaknya dan anehnya, tangan Rara mulai bergerak. Detak jantung Rara yang tadinya lemah langsung meningkat. Rara mulai sadar dan itu membuat semua orang terkejut.

__ADS_1


Dokter yang melihat hal itu bergegas masuk ke dalam dan mengecek kondisi Rara. Sementara Rhea diminta keluar terlebih dulu. Semua orang terkejut termasuk Fey. Kondisi Rara mulai terlihat stabil sekarang. Ia juga sudah mau membuka mata. Fey menyambut Rhea dalam pelukannya karena gadis itu sedang menangis haru. Usahanya untuk membuat sadar Rara telah berhasil. Tidak ada lagi yang bisa Rhea katakan setelah melihat aura semangat hidup kakaknya telah kembali bangkit.


“Tenanglah, Rhea. Kakakmu pasti baik-baik saja. Kau sudah melakukan yang terbaik.” Fey menatap suaminya yang sedang tersenyum simpul. “Rey, temani Rhea sebentar,” ujar Fey pada putranya.


“Baik, Ibu.” Rey mendekat kearah Rhea. “Ayo, Sayang. Kau juga harus bersiap-siap untuk upacara pemakaman nenek.” Dalam diam, Rey membawa Rhea berjalan meninggalkan rumah sakit menuju tempat pemakaman yang sudah disiapkan.


“Apa yang dikatakan Rhea sehingga membuat Rara kembali sadar, Refald?” tanya Fey setelah Rey dan Rhea pergi dari sini.


“Rhea mengatakan kalau ia akan menyerahkan pabrik miliknya kepada anak Rara jika ia sudah besar kelak. Namun, bukan itu yang membuat Rara tersadar. Rhea berbohong pada kakaknya,” terang Refald sambil memerhatikan Rara. Kakak angkat Rhea itu sudah sadar sekarang.


“Apa maksudmu, Refald? Kebohongan apa yang dikatakan Rhea pada Rara? Dan ada dimana anak buahmu yang bloon itu? Kenapa disaat seperti ini ia malah menghilang. Apa ia tidak memikirkan kondisi putrinya? Dasar pak Po! ” Sekarang gantian Fey yang geram pada pasukan dedemit Refald yang satu itu.


“Nanti kau akan segera tahu, Honey. Kebohongan apa yang dikatakan Rhea untuk membuat kakaknya sadar kembali. Sekarang kau mengerti, bagaimana perasaanku, kan? Pak Po benar-benar membuatku kesal selama 3 tahun terakhir ini. Lihat saja, akan aku balas dia nanti!”


“Memangnya, apa yang akan kau lakukan padanya?”


Refald tidak menjawab pertanyaan istrinya. Ia hanya tersenyum mencurigakan.


***

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2