Menikahi Seorang Putra Raja

Menikahi Seorang Putra Raja
Episode 51 Aksi Refald


__ADS_3

Pak Po mengira ia sudah berhasil mengalahkan semua iblis jahat yang ada disini. Ayah Rey itu senang karena akhirnya bisa melakukan pemanasan setelah vakum 3 tahun lamanya.


"Masih belum!" Seru Refald dari kejauhan. Ia mengedipkan salah satu matanya pada Fey dan memamerkan senyum manisnya. "Lihatlah pesonaku, Honey. Kau ... akan semakin jatuh cinta padaku."


Apa yang dikatakan Refald memang benar. Pertarungan ini belum selesai. Dari kejauhan, muncul iblis terkuat diantara iblis-iblis yang lainya. Iblis tersebut melesat cepat secepat kilatan cahaya dan hendak menyerang pak Po yang kebetulan posisinya ada di garis terdepan. Namun dengan gerakan tak kalah cepat pula, Refald menuju kearah pak Po, menarik kerah bajunya dan langsung melempar makhluk astral itu jauh terbang tinggi ke udara.


Refald menghalau serangan iblis terkuat itu hanya dengan satu pukulan Iblis itupun langsung hancur seketika bagai butiran debu setelah menerima pukulan telak dari Refald. Sedangkan pak Po, masih terlempar ke udara dan belum bisa berhenti melesat saking kuatnya lemparan Raja dedemitnya.


"Huuaaaaaa ... Rajaa! Lain kali kontrol dulu kekuatan anda sebelum melempar saya?" Teriak pak Po dari kejauhan dan semakin lama teriakannya semakin menghilang. Entah ada dimana pocong tampan itu mendarat nanti.


"Sorry, pak Po. Aku kelepasan. Cepatlah kembali dan bawakan aku oleh-oleh!" Refald balas berteriak.


Fey dan Rey yang menyaksikan aksi Refald tadi, hanya bisa menganga lebar melihat betapa luar biasanya kekuatan Refald yang sekarang. Bahkan mata Refald juga terlihat semakin tajam. Dia benar-benar berubah menjadi raja dedemit luar biasa yang tak terkalahkan.


"Sugoi!" ucap Fey takjub, matanya tak bisa berkedip melihat betapa hebatnya Refald yang sekarang. Kharismanya semakin bertalenta di mata Fey.


"Ayah! Kau semakin kuat saja? Bagaimana bisa kau mengalahkan makhluk menyeramkan itu hanya dengan sekali bogem?" tanya Rey tak kalah takjub dari ibunya.


"Tentu saja, itu karena kau adalah Raja. Kelak, kau pun juga sama sepertiku." Refald berjalan ke arah putranya dengan gayanya yang keren.


"Tidak, Ayah. Sampai kapanpun, kau satu-satunya raja terkuat sepanjang masa. Tidak ada yang bisa mengalahkanmu. Aku sendiri tidak yakin akan bisa jadi sepertimu, Ayah!" ujar Rey masih sambil memeluk Rhea yang masih belum sadarkan diri.


Refald hanya tersenyum dan menepuk pelan bahu putranya. "Kau semakin tampan sepertiku. Kau perpaduan antara aku dan Leo. Suatu hari nanti, kau akan jadi sepertiku, karena kau adalah putraku." Refald beralih menatap menantunya dan menyentuh kening Rhea untuk mengetahui kondisinya. Tak berselang lama, iapun tersenyum simpul. "Bawa istrimu kembali kerumah. Dan temani dia sampai sadar kembali."

__ADS_1


"Baik, Ayah." Tanpa basa-basi, Rey mengangkat tubuh Rhea dalam gendongannya dan langsung menghilang pergi.


Rey bangga dan bahagia menjadi putra raja dedemit Refald. Tidak ada kata-kata yang bisa melukiskan betapa senangnya ia bisa melihat ayahnya kembali. Tadinya Rey pikir dengan padamnya lilin yang dibawa Rhea, ia tak bisa melihat ayahnya lagi.


Ternyata dugaannya salah, seorang Refald tidak akan bisa musnah begitu saja sampai sang raja sendiri yang menginginkannya. Pasti ada cara untuk membuat Refald bisa kembali ke dunia ini walau ritual yang dilakukan Rhea dinyatakan gagal. Sayangnya, Rey tidak mengetahui cara apa itu.


Sementara itu, Refald meminta Di dan mbak Kun menyamar menjadi manusia dan membawa Rara pergi kerumah sakit secepatnya agar kakak angkat Rhea yang sedang dalam keadaan koma segera mendapat pertolongan.


"Jangan tinggalkan Rara sampai Arka kembali, mbak Kun. Dia akan menjemputmu setelah semuanya selesai," ujar Refald pada mbak Kun sebelum pergi. "Kau juga, Di. Tunggu suamimu kembali."


"Baik Raja," jawab mbak Kun dan Di kompak.


Mereka berdua langsung berubah wujud menjadi manusia. Sebenarnya, tidak ada yang berubah sih, pada dasarnya baik mbak Kun ataupun Di sudah cantik dari sononya. Jadi yang perlu mereka ubah hanya penampilannya saja agar terlihat sama dengan wanita muda lainnya. Sebab, selain Refald, semua pasukan dedemit termasuk pak Po juga terlihat awet muda bahkan seperti kumpulan anak-anak remaja. Padahal, baik pak Po maupun Refald sudah punya anak yang sebentar lagi juga akan berkeluarga.


"Iya, Raja. Ada apa?" tanya mbak Kun.


"Apa kau tidak merindukannya?" tanya Refald kepo. Sebab, mbak Kun tidak seheboh dirinya saat bertemu dengan Fey. Padahal tadinya, salah satu pasukan dedemit Refald ini bakal histeris mencari-cari dimana keberadaan Arka, suaminya.


"Ada waktunya kami melepas kerinduan kami, Raja. Tapi tidak disini."


Entah kenapa jawaban mbak Kun seolah menyindir Refald yang tidak bisa mengontrol diri saat bertemu orang yang amat ia sayangi.


"Huh, begitu. Oke! Cepat bawa Rara pergi. Kenapa aku jadi merasa tersindir?" gumam Refald, ia langsung melangkah mendekati Fey lagi.

__ADS_1


Refald memerintahkan seluruh pasukannya yang baru saja selesai bertarung untuk membereskan kekacauan di tempat ini supaya tidak ada manusia yang curiga kalau disini, baru saja terjadi pertempuran para kumpulan makhluk astral.


"Kembalikan keadaan seperti semula, pastikan tidak ada manusia hidup yang melihat peristiwa ini. Jika kalian menemukan orang yang meyaksikan kejadian tadi, segera hapus ingatan mereka."


"Siap yang mulia," seru seluruh pasukan dedemit Refald dan mereka semua langsung berpencar terbang menyebar kesegala arah.


Kini, di tepi sebuah danau. Tinggallah Refald dan Fey berdua saja. Tidak ada siapa-siapa lagi ditempat ini. Keadaan, tiba-tiba saja mendadak sunyi, sepi dan bahkan binatang kecilpun tak bersuara.


Menyadari apa yang bakal terjadi setelah ini, jantung Fey tiba-tiba saja berdetak dengan kencang melihat Refald berdiri dihadapannya dengan sejuta pesona yang ia punya.


"Ka-kau sedang apa? Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Fey gugup.


Refald mendekat ke arah Fey dan memang terus saja memandanginya seolah jngin memakan Fey hidup-hidup. "Menurutmu, aku sedang apa?" Refald balik bertanya.


Tanpa suara, Refald meraih pinggang istrinya dan dalam sekejap, keduanya sudah berada didimensi lain. Yaitu dunia cinta Refald dan Fey.


BERSAMBUNG


****


Apa yang akan dilakukan Refald ke Fey ya? hehehe ....


untuk yang kangen visual para tokoh di putra raja ini, sabar dulu, nanti akan aku buatkan video visual mereka dan aku up di igku ... kalau di YouTube masih belum bisa ... jadi sementara ini, cuma bisa aku up di Ig ....

__ADS_1


terimakasih atas semua dukungannya all ... love you all


__ADS_2