
Sungguh Fey masih belum bisa percaya pada apa yang ada dihadapannya. Makhluk air itu begitu besar dan sangat menakutkan. Berkali-kali Fey mengusap-ngusap matanya untuk memastikan bahwa apa yang ia lihat ini bukan khayalannya semata.
"Ikan apa ini? Besar sekali?" Fey masih tertegun melihat makhluk besar hitam didepannya.
"Dia salah satu penghuni lautan ini, Honey. Tidak ada seorangpun yang tahu keberadaannya kecuali aku," terang Refald.
"Salah satu? Berarti mereka ada banyak?" mata Fey semakin terbelalak mendengar jawaban Refald.
"Jenisnya banyak Honey," ujar Refald sambil tersenyum. Ia beralih menatap makhluk besar yang ada dihadapannya. "Hai Pau, bagaimana kabarmu. Aku sudah memenuhi janjiku mengajak istriku kemari. Bagaimana dia? Cantik kan?"
"Pau?" tanya Fey terkejut. "Nama ikan ini 'Pau'?"
"Honey, makhluk ini adalah jenis ikan paus terbesar di dunia. Aku memanggilnya 'Pau'!" Refald tersenyum melihat ekspresi Fey yang terkejut.
"Ehm, cantik paduka." Pau menjawab pertanyaan Refald. "Salam kenal dariku, yang mulia Ratu Fey?" ujar makhluk besar itu pada Fey yang ternyata ikan itu bisa juga bicara.
Mulut Fey kembali menganga lebar lagi mendengar ada ikan paus besar bicara seperti manusia. "Di-dia ... bisa bicara?" Fey melihat Refald saking shocknya. "Sebenarnya, dia ... makhluk apa? Bagaimana bisa ia bicara seperti kita?"
"Dia siluman ikan," jawab Refald lagi. Ia suka sekali melihat ekspresi shock istrinya.
"Apa? Siluman? Memang ada, ya? Aku kira, makhluk-makhluk seperti ini cuma ada di dunia dongeng atau film saja?"
"Mereka ada Honey, dan nyata. Kau mau menyentuhnya?"
"Tidak," Jawab Fey cepat.
__ADS_1
Dasar raja dedemit, tak cukup hanya, setan dan iblis saja yang menjadi pasukannya, silumanpun dia jadikan pasukan juga, batin Fey.
"Itu karena kekuatanku yang sekarang semakin bertambah Honey." Refald menjawab pikiran Fey "Ayolah, jangan shock begitu. Bagaimana kalau kita bersenang-senang dengan Pau!" Refald mencoba menangkan istrinya. "Pau, sekarang giliranmu memenuhi janjimu padaku."
"Siap Yang mulia, masuklah kedalam mulut, hamba." Paus itupun membuka mulutnya lebar-lebar sehingga sebagian air laut ikut masuk juga kedalamnya.
"Tidak, apa yang kau lakukan? Kenapa kita harus masuk kemulutnya? Refald lakukan sesuatu!" Fey panik karena dirinya sudah mulai ikut terbawa air masuk kedalam mulut ikan.
"Tenanglah Honey, ini menyenangkan sekali. Percayalah padaku. Sini, aku peluk supaya kau tidak gemetar seperti itu." Refald meraih tubuh istrinya sambil tersenyum. "Anggap kita bersenang-senang seperti di wahana permainan." Refald menatap mesra istrinya. "Aku hanya ingin berbagi dunia denganmu, Honey. Ini bukanlah mimpi atau halusinasi. Inilah duniaku, dan kau adalah ratuku. Kau harus tahu apa saja yang aku lakukan selama aku menghilang dari hidup kalian semua." Refald mencium Fey tepat saat keduanya sudah berada di dalam mulut ikan paus.
Suasana dalam ikan ini sangat gelap. Namun, Fey dan Refald tetap terombang-ambing di dalam air. Fey sendiri mulai sedikit tenang berkat ciuman suaminya.
Ikan itupun mulai bergerak timbul tenggelam di didalam luasnya Samudera. Tak pernah ada yang menyangka kalau makhluk besar ini sungguh ada dan dia sedang bermain-main dengan Refald beserta istrinya. Beberapa saat kemudian, ikan itu bicara pada Refald melalui pikirannya tanpa membuka mulutnya.
"Yang mulia, sudah saatnya. Hamba akan menghitungnya mundur," ujar ikan itu.
"Siap apa?" tanya Fey.
"Terjun kebawah."
"Apa?" teriak Fey. "Maksudmu, kita akan masuk kedalam perut siluman ikan ini?" Fey semakin shock. Hal gila apa lagi yang dilakukan Refald sekarang. Berkali-kali ia hampir jantungan.
"Ini menyenangkan, Honey. Anggap saja kita sedang main rollercoaster." Refald bergeser kebelakang tubuh Fey yang tertegun lalu memeluknya erat. "Ayo, Pau. Kami siap!" ujar Refald dan Fey langsung memejamkan mata.
Tiba-tiba saja, posisi air yang tadinya memenuhi hampir seluruh tubuh Fey dan Refald, secara perlahan bergeser ke masuk ke dalam perut ikan paus besar ini. Melihat itu, jantung Fey berdetak semakin cepat. Ia jadi tegang dan juga takut, tapi tidak ada yang bisa ia lakukan karena Refald mendekapnya dengan sangat erat.
__ADS_1
"Ini sih lebih menakutkan daripada naik wahana rollercoaster sungguhan!" Teriak Fey dengan lantang. Sungguh ia tidak berani lagi membuka matanya
"Tidak Honey, ini jauh menyenangkan." Refald balas berteriak.
Berbeda dengan Fey yang sedang dilanda ketakutan tingkat tinggi, Refald malah terlihat santai dan tenang. Sang raja dedemit itu menukar posisi tubuhnya sehingga membelakangi rongga mulut ikan.
Keduanya terbawa arus air dan mulai terjun bebas kebawah masuk kedalam perut makhluk terbesar di dunia ini. Namun, belum juga keduanya sampai kedasar perut, mendadak muncul semburat air mancur dari bawah perut ikan dan mendorong tubuh Refald yang sedang memeluk Fey melesat cepat keatas atap ikan hingga keduanya muncul kepermukaan. Fey tersentak saat menyadari ia keluar dari tubuh ikan melalui lubang yang ada di punggung ikan tersebut.
Tak dapat dipungkiri, ia langsung takjub dengan apa yang terjadi. Kini, ia dan Refald kembali melayang di udara sedangkan ikan besar itu kembali masuk ke dalam air. Refald masih terus memeluk istrinya dan keduanya saling berhadap-hadapan. Fey tidak sadar kalau ia dan suaminya masih melayang di udara. Ia terlalu kagum akan keindahan samudera yang luas ini. Bagi Fey, semua yang ia lihat ini, bak seperti dinegeri dongeng saja.
"Honey," panggil Refald. "Kau senang?" Refald menyentuh pipi lembut Fey.
"Kau bisa mendengar seperti apa detak jantungku, kan? Tidak ada kata-kata yang bisa aku katakan saking takjubnya aku. Bahkan seandainya kau tidak memelukku, mungkin aku sudah pingsan. Ini sungguh luar bisa Refald. Kau membawaku ke dunia yang sama sekali tak pernah kubayangkan bakal mengalami hal mistis, tapi menyenangkan ini. Terimakasih Refald, terimakasih karena telah membawaku keduniamu." Fey ingin melompat senang, sayangnya ia tidak bisa melakukannya karena posisinya sedang melayang di udara.
Refald memeluk Fey yang terlihat bahagia. "Sama-sama, Honey. Sebenarnya, aku masih ingin mengajakmu melakukan hal-hal menyenangkan lainnya. Tapi, sudah waktunya kita kembali. Aku harus mengembalikan Arka pada mbak Kun."
Fey melepaskan pelukannya dari Refald seolah menyadari sesuatu. "Oh iya, ini yang ingin aku tanyakan padamu. Dimana Arka? Kenapa aku tidak melihatnya selama 3 tahun ini."
"Ayo, ikutlah denganku, aku akan jelaskan semuanya." Refald menggandeng tangan Fey. "Pau, kami pergi dulu, terimakasih untuk yang tadi, istriku menyukainya. Begitu urusan kami selesai, kami akan kembali lagi kemari," ujar pak Po dari udara. Ia menatap kebawah air laut.
Mendadak ikan paus itu muncul dan terbang keatas melompati tubuh Fey dan Refald sambil berkata, "Baik yang mulia raja Refald." siluman ikan besar itupun kembali masuk kedalam air dan menghilang.
Fey jangan ditanya lagi, wajahnya sudah tidak bisa digambarkan lagi betapa shocknya dia sekarang. Dan dalam waktu sekejap, Fey dan Refald sudah kembali ke tepi danau. Bila di samudera tadi suasananya terang benderang, lain halnya dengan disini. Sepertinya, disini masih gelap. Matahari juga belum terbit.
BERSAMBUNG
__ADS_1
***