Menikahi Seorang Putra Raja

Menikahi Seorang Putra Raja
episode 89 Yeon?


__ADS_3

Suara Rhea yang terdengar merdu ditelinga Rey, seketika berhasil menghentikan amarah yang sedang melanda relung hatinya. Kilatan mata merah menyala Rey, langsung tertuju pada sosok gadis cantik yang kini berdiri tegang dibawahnya. Perlahan, Rey melayang turun kebawah sembari mengubah sinar matanya yang tadinya menakutkan menjadi sendu dan penuh cinta saat melihat wajah ayu Rhea.


Begitu Rey mendaratkan kakinya ditanah, tanpa peringatan Rhea langsung berlari memeluk tubuh suami tercintanya hingga Rey tersentak kebelakang saking kerasnya Rhea saat menabraknya. Kebahagiaan kedua insan yang baru saja dikerjai habis-habisan oleh keluarganya sendiri begitu kuat terpancar. Rey memeluk tubuh istrinya dengan segenap hati dan jiwanya begitupula dengan Rhea.


“Jangan marah lagi, ayah melakukan semua ini hanya demi kebahagiaan kita berdua. Ibu sudah menceritakan semuanya padaku. Rasa sakit ini … sudah kita lewati bersama dan sekarang … kita bisa bahagia bersama, Rey. Kita … akan selalu bersama-sama selamanya. Tidak akan yang bisa memisahkan kita lagi,” ujar Rhea masih dalam pelukan suaminya. Senyum mengembang terus saja menghiasi wajah cantik jelita Rhea.


Sementara Rey masih terdiam sembari memejamkan mata. Ia ingin memeluk Rhea seperti ini lebih lama terlepas dari rasa sedih yang sempat ia rasakan sebelumnya. Sandiwara ayahnya membuat Rey menyadari satu hal bahwa ia tak bisa hidup tanpa Rhea dan betapa ia sangat mencintai gadis yang ada dalam pelukannya ini. Meski sekarang, gadis cantik ini, kini sudah benar-benar menjadi miliknya seutuhnya. Rhea … telah menjadi istri Rey.


“Ada satu hal tidak belum kumengerti, bagaimana bisa kita sekarang menjadi suami istri, padahal aku tak menyebut namamu dalam sumpah pernikahan itu?” tanya Rey lirih.


Bola matanya yang tadinya merah, kini sudah berubah menjadi hitam. Sepertinya, emosi Rey sudah mereda seiring dengan tumbuhnya perasaan cinta yang ada didalam hati Rey untuk Rhea.


“Kau menikahi putri dari seekor naga hitam yang tidak lain adalah sosok dari ayah mertuamu sendiri,” terang Refald setelah kondisi Rey membaik kembali seperti sedia kala. “Secara otomatis, Rhea adalah putri naga hitam yang kau sebutkan. Selain itu, dihatimu … kau menyebut nama lengkap Rhea. Dengan sumpah pernikahan yang kau ucapkan, kau sudah menikahai Rhea secara resmi.


“Seandainya kau tidak menyebut nama Rhea dihatimu, maka kau terpaksa harus mengulang lagi mengucapkan sumpah pernikahanmu. Tapi sekarang itu tidak perlu. Kau sudah melakukannya dengan baik Rey … dan selamat untuk kalian berdua. Semoga pernikahan kalian ini, akan abadi selamanya terlepas dari drama ikan terbang yang sudah kuciptakan.” Kata-kata Refald sangat menyentuh hati Rey dan Rhea. Walau awalnya mereka berdua dilanda perasaan sakit yang amat sangat, tapi kini semua itu sudah berakhir dan terganti dengan rasa bahagia yang tak terkira.


Fey datang menggenggam erat tangan suaminya sambil tersenyum manis dan itu membuat Refald semakin terpesona dengan istrinya. Apalagi, raja dedemit ini masih begitu merindukan istrinya setelah 3 tahun lamanya tak berjumpa. Berhubung ada hal yang harus Refald lakukan, ia menahan sangat rasa rindu yang terpendam dihatinya dan sudah minta segera disalurkan ia sudah melakukan apa yang harus dilakukan.

__ADS_1


“Karena tugasku disini sudah selesai, dan kalian sudah resmi menjadi pasangan suami istri, maka aku harus segera pergi. Namun, sebelum itu … aku punya hadiah untuk pernikahan kalian ini,” ujar Refald dengan lantang.


“Memang, Ayah mau kemana?” Tanya Rey.


Refald beralih menatap putranya. “Ke tempat yang diamana aku ingin menghabskan waktuku dengan ibumu. Gara-gara kau, apa yang seharusnya aku lakukan terpaksa tertunda. Dasar bocah tengik! Ah satu lagi, kau punya waktu 24 jam sebelum kehilangan kekuatanmu, Rey. Kau melanggar peraturan yang membuatmu harus kehilangan kekuatanmu selama satu bulan. Sebagai seorang pangeran, tidak seharusnya kau marah padaku! Nikmati hukumanmu sebagai manusia biasa setelah ini.


“Dan untuk malam pertama kalian … aku sudah menyiapkan satu tempat dimana tidak akan ada yang mengganggu kalian berdua. Kita akan bertemu lagi dipesta resepsimu besok malam. Sampai jumpa lagi!” tanpa memberi aba-aba terlebih dulu, Refald langsung merentangkan kedua tangannya dan mendorong tubuh Rey dan Rhea masuk kedalam lubang hitam ciptaan Refald dimana, disitulah nantinya putra dan menantunya menunaikan apa yang harus mereka tunaikan sebegai pengantin baru. “Semoga kalian berdua memberiku cucu yang manis dan cute,” gumam Refald sambil tertawa membayangkan dirinya dipanggil ‘kakek’.


Pak Po dan Divani hanya melongo melihat apa yang terjadi paad Rey dan Rhea, tapi keduanya tak dapat berbuat apa-apa. Sebab, semua keputusan ada ditangan rajanya. Mereka berdua hanya bisa mengikuti apapun yang dilakukan Refald.


“Sampai kapan kalian berdua berdiam diri disitu, Besan?” Lagi-lagi Refald tertawa mendengar dirinya memanggil pak Po dengan sebutan ‘besan’. “Tidakkah kalian ingin merayakan pernikahan putri kalian?” tanya Refald pada pak Po dan Divani.


“Hadeuh, aku lupa kalau kau itu bodoh sekali.” Refald beralih menatap istri pak Po. “Di, kau saja yang bawa suamimu pergi dari sini. Aku bisa stress melihatnya terus berada ditempat ini.”


“Baik Raja,” ujar Divani yang langsung mengerti maksud Refald. “Ayo Ezi, ikut aku!”


“Kita mau kemana? Kan resepsinya besok!” sungguh pak Po masih tidak mengerti apa-apa.

__ADS_1


“Sudah, ikut saja! Nanti aku jelaskan!” Divani dan pak Po lansung menghilang begitu saja dari pandangan semua orang yang ada ditempat ini.


“Oey, biksu Tong! Bagaimana dengan kami? Kembalikan aku kerumahku! Kau membuang waktu kebersamaanku dengan Shena!” teriak Leo dari kejauhan.


“Ah, hampir saja aku melupakanmu! Terimakasih atas kerjasamnya Leo. Datanglah ke pesta penikahan keponakan kesayanganmu besok. Bye!” Refald menjetikkan jarinya, lalu Leo dan shena juga langsung menghilang. Kini, tinggal Yeon dan Bima saja yang masih standby ditempatnya. “Bagaimana denganmu, Yeon? Kau mAu pergi kemana?” tanya Refald pada keponakan kesayangannya.


“Aku ingin menemui Yonna, Paman. Aku kangen dengan kepolosannya dan sikap ndesonya.” Entah kerasukan setan apa, tiba-tiba saja Yeon berkata seperti itu. Sebab, biasanya dia sama sekali tidak peduli dengan Yonna.


Refald tertawa mendengar Yeon mengatakan logat jawa yang dibuat-buat. Terdengar aneh menurut Refald. “Siapa yang mengajarimu berbicara seperti itu? Yonna?”


“Dia wanita super duper katrok yang pernah ku temui di dunia ini Paman, dengan logat jawanya yang medok dan selalu membuatku ingin tertawa jika mendengar dia berbicara. Sungguh, aku ingin mendengar ocehannya.” Yeon mulai senyam-senyum sendiri.


“Baiklah, aku paham. Aku juga pernah muda sepertimu. Mulai sekarang, kau juga harus bersiap-siap untuk segera menikah dengan gadis ndesomu itu.”


“Aku tidak mau!” sahut Yeon cepat dan itu membuat tawa Refald menghilang.


Yeon dan Refald saling pandang dengan perasaan mereka masing-masing.

__ADS_1


BERSAMBUNG


****


__ADS_2