
Rey terbangun dari posisinya, ia merasakan Rhea sedang dalam bahaya. Rey panik, tapi mencoba bersikap tenang. Air danau itu tiba-tiba terlihat mencekam. Meski diseberang sudah ada cahaya dari lampu para penduduk kota, tetap saja Rey merasa suram.
Berkali-kali, Rey mendongak ke dasar danau untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda Rhea muncul atau tidak, tapi yang ditunggu-tunggu malah tak kunjung muncul juga. Sedangkan angin disekitar danau ini semakin lama semakin berhembus dengan kencang.
Tiba-tiba saja, dari arah kanan Rey berdiri, muncullah Rhea sambil membawa tubuh Rara kepermukaan. Gadis itu terbatuk-batuk sambil menangis. Ia memegangi tubuh Rara dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya masih memegang erat lilin yang sudah padam.
Awalnya Rey terkejut melihat kemunculan Rhea yang tiba-tiba dan jauh dari ritual yang seharusnya dijalankan, tapi Rey tetap berlari ke arah Rhea untuk mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. Begitu Rey datang, Rhea langsung menangis dipelukannya.
"Aku gagal Rey. Maafkan aku ... aku gagal ...aku sudah gagal! Lilinnya padam saat aku menyelamatkan kakakku. Tolong selamatkan Kakak, Rey! Dia tak sadarkan diri. Tolong dia!" Rhea menangis sejadi-jadinya. Sedangkan Rey hanya diam terpaku memeluk Rhea.
Bukannya ia tidak mau menyelamatkan Rara, tapi ia tidak diperbolehkan menyentuh wanita lain selain Rhea. Dengan hati yang tak bisa dijabarkan dengan kata-kata, Rey hanya bisa menatap tubuh Rara yang sudah kaku.
"Kuatkan dirimu, Sayang ... Kau harus kuat. Rara ... sudah tiada," ujar Rey lirih. Ia tak kuasa melihat semua ini. Gagalnya ritual Rhea dan kematian Rara yang tak terduga. Hal itu membuat Rey menjadi orang paling buruk di dunia.
Deg!
Jantung Rhea serasa berhenti berdetak mendengar ucapan kekasihnya. Bagai disambar ribuan petir. Rhea menatap tubuh kakaknya yang memang sudah terbujur kaku. Matanya yang berkaca-kaca, tak bisa melihat jelas jasad kakaknya.
__ADS_1
Dengan lilin yang masih ada ditangannya, Rhea mencoba menekan kuat dada Rara dan memberinya bantuan pernapasan. Entah mengapa, Rhea tak ingin melepas lilin itu walau lilin tersebut sudah padam. Dengan sejuta rasa putus asa, Rhea hanya bisa berharap, lilinnya bisa menyala kembali.
"Kakak, ayo bangun! Kau dengar aku? Cepat bangun! Ada apa denganmu? Kau mau mengerjaiku? Kau bilang kau mau hidup demi aku dan anakmu? Kenapa kau meninggalkanku? Cepat bangun! Jangan pergi seperi ini, Kak! Bangun!" Rhea terus menekan dada Rara tapi tetap saja, Rara tidak bergerak.
"Kakakk!" Teriak Rhea dengan histeris. "Kakak!" tangis Rhea semakin terdengar pilu dan Rey hanya bisa memeluk Rhea untuk menenangkannya.
Semua orang yang tadi ada diseberang danau langsung berbondong-bondong datang untuk menghampiri Rhea setelah mendengar teriakan dan tangisannya. Namun, belum juga mereka sampai dijembatan penyeberangan yang menghubungkan ke seberang, sebuah angin topan besar langsung menerpa semua orang. Angin itu begitu kuat sehingga berapa orang terseret masuk kedalam pusaran angin dan melempar orang-orang itu kedalam danau. Bahkan sebagian dari mereka ada yang terbawa angin hingga memasuki pemukiman dan jatuh disembarang tempat. Sepertinya, angin itu sengaja menjauhkan orang-orang dari tempat ini.
Rey yang melihat itu langsung bangun berdiri untuk melindungi Rhea. Bersamaan dengan itu, dari arah lain, muncullah kumpulan para iblis jahat dan hendak bermaksud menyerang Rhea yang sedang berduka. Namun, sebelum iblis itu bisa menyentuh Rhea, Fey datang dan langsung menghalau semua iblis yang mencoba menyerang menantunya.
"Aku tidak akan pernah membiarkanmu menyakiti menantuku!" Bentak Fey dengan marah. Tatapan matanya yang tajam membuat para iblis jahat itu semakin tertantang melawan Fey. Mereka sudah sangat ingin melenyapkan istri dari raja dedemit.
"Huh, kita lihat saja nanti. Kau ... atau aku yang akan lenyap!" geram Fey.
Meski Fey tak sekuat suaminya, ia tak akan menyerah begitu saja. Bagaimanapun juga, Fey akan terus melawan iblis dengan semua kekuatan yang ia punya.
Namun, iblis ini terlalu kuat. Dalam sekejap Fey terkena serangan tepat diperutnya saat keduanya bertarung diudara. Alhasil, Fey terjatuh dan tepat dibawahnya, sudah ada iblis lain yang siap menghunuskan pedangnya begitu Fey jatuh kearahnya.
__ADS_1
Melihat ibunya juga terdesak, Rey yang kualahan tak bisa melakukan apa-apa. Ia sungguh ada diposisi yang sulit sekarang. Jika Rey pergi dari sini, maka Rhea akan mati, tapi jika Rey tidak pergi dari sini, maka ibunyalah yang mati. Rey bingung dan tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Yang ia hadapi ini bagai buah simalakama dan ia tidak bisa memilih salah satu diantara mereka berdua. Dengan segenap rasa yang terpendam, Rey berteriak memanggil ayahnya.
"Ayaaah! Tolong ibuuu!" Teriak Rey walau ia tahu ayahnya tidak mungkin bisa muncul kembali karena lilin yang dibawa Rhea telah padam sebelum ia sampai ke tepi danau.
Namun, dugaan Rey salah besar, secara ajaib ... lilin yang dibawa Rhea sejak tadi, mendadak lilin tersebut kembali menyala terang dan sesosok pria melesat terbang dengan cepat dari dalam danau yang langsung menangkap tubuh Fey tepat disaat ibu Rey itu hampir tertusuk sebilah pedang yang sengaja dihunuskan iblis jahat padanya.
Sosok itu membawa Fey melesat terbang tinggi diatas langit jauh meninggalkan semuanya. Tepat dibawah sinar rembulan purnama, Fey bisa melihat jelas wajah orang yang selama ini sangat ia rindukan sekaligus yang penyelamat hidupnya ini.
"Aku datang, Honey!" Refald tersenyum menatap tajam istrinya yang berada dalam gendongannya.
Saat itu juga, Refald langsung menghentikan waktu sehingga tidak ada benda dan makhluk apapun yang bisa bergerak kecuali Fey dan juga dirinya sendiri.
BERSAMBUNG
****
Kemunculan Refald ini keren nggak? hehe ... ciee yang udah kangen Refald ...
__ADS_1
Apa yang dilakukan Refald selanjutnya, cuplikan videonya ada di igku ya .. hehe ... tunggu aja kisah selanjutnya.