
Rey bangun berdiri dan langung bergerak cepat menuju pintu keluar kamar. Ia mencoba membuka pintu tersebut, tapi tidak bisa. Sepertinya pintu ini sengaja dikunci dari luar. Dengan keras, Rey mendobrak pintunya tapi ia tetap tidak bisa membukanya. Pintu ini terlalu kuat dan Rey juga belum bisa menggunakan kekuatannya. Ia baru sadar, sekarang kondisi Rey sangat lemah akibat banyanknya emisi jiwa yang keluar.
“Ayaahhh!” teriak Rey marah. “Aku tahu kau bisa mendengarku. Apa yang kau lakukan? Cepat buka pintunya! Kita harus bicara! Lihat saja! Begitu aku keluar dari sini, habislah kalian semua! Yeon! Bima! Kalain berdua dengar aku? Cepat buka pintunya. Aku tahu kalianla marshmello itu. Dasar bengek kalian!” Rey terus berteriak sambil terus mendobrak pintu, tapi usahanya hanya akan jadi sia-sia karena pintu kamar masih tertutup rapat.
“Rey,” panggil Rhea. ia sungguh tidakmengerti apa yangs edang terjadi. danyang lebih mebuatnay penasaran lagi adalah amarah Rey yang menggebu-gebu seperti sekarang ini. “Ada apa? Kenapa kaus emarah itu? kekuatanmu bisa hilang. Dan juga ... ada dimana kita? Sebanrnya ... ada apa ini? bukankah tadi kau bilang kalau ayah, Yeon dan Bima ... mereka ....”
“Mereka mengerja kita habis-habisan Sayang.” Rey memotong kata-kata Rhea. “Dasar menyebalkan. Pantas saja paman Leo memanggil ayahku dengan sebutan biksu Tong, dia benar-benar ... “ Rey mencoba mengatur napasnya yang naik turun akibat emosi. “Haish, aku tidak tahu sebutan apa yang pantas aku sematkan untuk ayahku yang menyebalkan itu. Dia sungguh raja dedemit paling gila yang pernah aku lihat sepanjang hidupku dan aku adalah putranya? Hah, aku tidak percaya ini.” Rey mengusap kepalanya dengan satu tangan. Tenaganya berkurang karena Refald berhasil menguras habis emosi jiwanya. Hal itu membuat kekuatan Rey semakin melemah.
“Lalu ... ada dimana istrimu? Dan kenapa ... kita berdua malah terkurung disini?” tanya Rhea yang masih belum ngeh kalau dirinya juga dikerjai mertuanya sendiri.
“Istriku ada disini, didepanku, dan dia sedang menatapku,” jawab Rey. Ia tidak tahu apakah harus sedih atau bahagia menyadari kalau yang dimaksud menikahi putri naga hitam adalah menikahi Rhea.
Rhea menoleh kesegala arah, memerhatikan seisi ruangan yang bernuansa putih dan bahkan ia baru sadar kalau tempat tidur yang ia tempati juga berwarna putih lengkap dengan bunga mawar merah bertarburan diatasnya. Rhea yang tiba-tiba jadi lelet hanya bingung dan masih belum ngeh dengan apa yang dikatakan Rey.
“Aku tidak melihat siapapun selain aku disini. Apakah istrimu ... adalah makhluk astral tak kasat mata?” tanya Rhea, matanya berkaca-kaca saat melihat Rey yang berdiri diam didepannya. Lucunya, sampai detik ini, Rhea masih juga belum sadar bahwa dirinyalah istri Rey sesungguhnya.
Mendengar Rhea berkata seperti itu, Rey hanya menundukkan kepala. Ia masih terlalu shock untuk bisa tertawa. Rey berjalan pelan dan duduk disamping Rhea. Ia memegang tangan Rhea dan mengusapnya lembut.
“Aku tidak tahu, bagaimana cara menjelaskan semuanya padamu. Tapi ... kaulah istriku. Aku tidak menikah dengan wania lain selain dirimu. Wanita yang kunikahi adalah kau, Rhea. Kaulah putri dari naga hitam yang kusebutkan saat aku mengucap janji pernikahan.”
__ADS_1
Bagai tersambar petir mata Rhea terbelalak menatap Rey. Seketika ia menarik tangannya yang dipegang oleh suaminya. “Apa? Ka-kau bilang apa, tadi? Putri naga hitam? Apakah itu ... adalah aku?” tanya Rhea butuh kepastian.
“Ehm.” Rey mengangguk pelan. “Aku baru menyadari itu, dan aku butuh penjelasan semua ini dari ayahku. Dialah dalam dibalik semua ini. Kematiannya serta kematian kedua sepupuku itu hanyalah sandiwara. Mereka semua masih hidup dan baik-baik saja, bahkan mungkin mereka semua sedang berpesta karena telah berhasil membat batin kita menderita. Aku benar-benar kesal sekarang. Saking kesalnya, aku ... sampai tidak bisa menikmati malam pengantin kita yang harusnya berjalan dengan indah.”
“A-apa? Malam pengantin? Tapi ... aku merasaa aku belum menikah denganmu, bagaimana bisa kita ....” Rhea tidak bisa melanjutkan kalimatnya.
Tiba-tiba saja, Rhea jadi merasa aneh sendiri. Padahal sebelumnya, ia merasa hancur sehancur-hancurnya dan dalam sekejap, ia kembali dibuat melayang mendengar bahwa dirinyalah wanita yang dinikahi oleh Rey. Itu artinya, tidak ada wanita lain dalam hubungannya dengan Rey.
“Tu-tunggu, jika aku adalah istrimu, lalu ... untuk apa kita berdua menangis pilu? Aku bahkan ... ingin merencanakan bunuh diri begitu keluar darisini. Rasanya ... aku ... Oh tidak, ternyata ini tidak benar? Ada apa denganku?” Rhea menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Ia teringat betapa sesak dadanya saat memikirkan bahwa Rey bukan lagi miliknya. Tapi ternyata, itu hanyalah sandiwara belaka.
Sungguh Rhea tidak tahu harus bagaimana sekarang, ia jadi malu melihat Rey karena tadi sudah bersikap sok sedih seperti itu. Tidak hanya Rhea sediri yang malu, Reypun juga merasakan hal yang sama. Dan diluar sana, seluruh keluarga Rey sedang berpesta foya menikmati betapa lucunya saat Rey dan Rhea patah hati tepat dihari pernikahan mereka sendiri.
Sedangkan Rhea sendiri masih belum bisa menatap Rey. Sungguh ia malu sekali. Sudah nangis-nangis sampai sebegitunya dan mengira hubungannya dengan Rey telah berakhir begitu saja, eh tenyata ... dugaannya salah besar. Hubungan keduanya tidak berakhir, tapi malah semakin erat karena sudah terikat dengan pernikahan yang resmi.
“Tatap amtaku Sayang,” pinta Rey karena Rhea masih menunduk.
“Tidak mau, apa kau idak lihat, aku malu sekali. Sebaiknya tinggalkan aku, aku ingin sendiri dulu.” Rhea terus saja menundukkan kepalanya.
“Sebenarnya aku juga ingin keluar dari sini dan menghabisi mereka semua yang sudah membuat kita seperti ini. Namun, sekarang kita berdua terkunci disini. Sepertinya, mereka sengaja mengurung kita berdua.”
__ADS_1
“Tapi sampai kapan?” tanya Rhea yang spontan menatap wajah orang yang kini sudah menjadi suaminya.
“Entahlah, aku juga tidak tahu. Kau sendiri juga lihat aku tidak bsia membuka pintu keluar itu. Mereka sengaja mengunci kita dari luar. Tidak ada yang bisa kita lakukan selain menunggu mereka membuka kuncinya.” Rey mencoba merebahkan kepalanya dipangkuan Rhea dan itu membuat Rhea jadi terkejut. “Aku sangat lelah Sayang, tapi aku juga lega, karena kaulah satu-satunya wanita yang menjadi istriku sekarang,” ujar Rey sambil memejamkan mata dengan perasaan bahagia.
Rhea terdiam dan mulai memikirkan banyak hal. Ia mengusap lembut kepala suaminya yang memang terlihat letih. Sudah banyak sekali hal yang ia alami dalam menghadapi sandiwara pernikahan yang diciptakan seluruh keluarganya. Rhea sendiri juga tidak bisa berkata apa-apa selain menerima semua ini sampai semuanya jelas.
Sementara diluar ruangan kamar pengantin Rey dan Rhea, seluruh keluarga besar Rey, sedang berkumpul dan merayakan keberhasilan mereka dalam menciptkan mahakarya luar biasa untuk membuat Rey dan Rhea menangis pilu dihari pernikahan keduanya. Semuanya sedang asyik berbincang-bincang membicarakan bagaimana suksesnya pangung sandiwara yang berhasil mereka mainkan.
“Sampai kapan Paman mengurung mereka berdua didalam kamar?’ Tanya Yeon sambil bersulang menikmati red wine-nya.
“Sebentar lagi, dan kalian semua harus bersiap-siap menghadapi amukan Rey.” Refald terkekeh dan menghabiskan minumannya hanya dalam sekali teguk.
***
yang ingin tahu video visual papah Refald, langsung
cek aja di igku hehehe ...
__ADS_1