Menikahi Seorang Putra Raja

Menikahi Seorang Putra Raja
episode 163 Happy ending 2


__ADS_3

Pesta perayaan kehamilan Fey dan Rhea berjalan dengan sangat lancar. Berbeda dengan pesta-pesta sebelumnya yang selalu diselingi dengan kehadiran musuh. Kali ini, tak ada apapun yang mengganggu jalannya pesta keluarga Refald sehingga seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar tanpa ada kendala. Semua anggota keluarga bersyukur karena setelah ini, mereka semua hanya akan tinggal menanti kedua calon jabang bayi yang ada dikanduangan Fey dan juga Rhea.


Ucapan selamat dan doa serta berbagai macam hadiah, telah dipersembahkan untuk ibu dan calon ibu itu. Senyum bahagia terpancar jelas di wajah mereka. Dan sebagai penutup acara, Refald menggendong Fey pergi menuju suatu tempat dengan menaiki tangga disaksikan seluruh anggota keluarganya. Dan saat keduanya ada ditengah-tengan anak tangga, Refaldpun langsung menghilang tanpa jejak bersama Fey.


"Kemana mereka berdua?" tanya salah satu anggota keluarga Refald.


"Kau ini seperti tidak tahu saja, tentu mereka pergi ke tempat dunia mereka sendiri. Sudahlah, nanti mereka juga bakal kembali kalau mereka ingin kembali," jawab keluarganya yang lain dan merekapun menikmati kembali pestanya.


Rupanya, Refald telah berpindah dimensi membawa Fey ke tempat sepi di mana hanya ada mereka berdua saja dan tak ingin diganggu oleh siapapun. Dimensi ini sudah pasti, dunia Fey dan Refald yang dulu pernah Refald ciptakan saat ia masih menjadi seorang pangeran dedemit. Hanya saja, kali ini Refald membawa ke tempat sama seperti saat ia pertama kali menikahi Fey secara ajaib di dunia lain ini.


“Tempat ini ….”


“Tempat pertama kali aku menikah denganmu di dunia lain karena suatu perjanjian yang aku buat dengan kakekku demi menyelamatkan hidup kita berdua,” bisik Refald pelan di telinga Fey sambil menurunkan tubuh istrinya yang takjub akan keindahan tempat ini.


Fey terdiam menatap sekeliling. Bau pohon pinus begitu menyengat kuat. Dan ia sangat menyukai bau ini. Meskipun ini bukan di dunia nyata, tempat ini adalah tempat paling bersejarah bagi hidupnya.


Di tempat inilah Fey dan Refald menjadi satu dan keduanya saling mengikat janji untuk terus hidup bersama selamanya baik dalam suka maupun duka. Tak peduli seberapa kuat badai yang menghantam, pasangan raja dan ratu dedemit ini akan terus bergandengan tangan menghadapi badai itu.


“Aku sangat suka tempat ini, sudah lama juga … kau tak mengajakku kemari.” Fey menatap wajah suaminya yang tersenyum manis didepannya.


“Karena … kita terlalu sibuk dengan kehidupan kita, Honey. Tapi sekarang, kita akan tetap berada di sini sampai kau melahirkan calon kaisar penguasa alam ini.”


“Apa? Lalu … bagaimana dengan keluarga besar kita? Kenapa kau baru memberitahuku sekarang? Mereka pasti mencemaskan kita,” tanya Fey. Ia benar-benar terkejut mendengar ucapan suaminya.


“Jangan khawatir Honey. Kita tetap bisa bertemu dengan mereka setiap bulan purnama. Mereka akan menganggap kita sedang liburan dan akan kembali kalau saatnya tiba. Mereka sudah terbiasa dengan kehidupan dua dunia yang kita jalani ini. Itulah Kenapa tak perlu ada kata perpisahan meskipun kita bakal menetap sementara di dunia ini sampai batas waktu yang tak bisa ditentukan.” Refald meraih kedua pinggang istrinya dan menariknya dekat ke tubuh Refald.


“Di tempat ini, kau bisa leluasa melakukan apapun yang kau suka tanpa perlu takut digunjing orang atas kehamilan keduamu yang memang tidak masuk akal mengingat sudah berapa usia kita sekarang. Apalagi wajah kita berdua yang tak menua, akan semakin membuat orang-orang curiga kalau kita berdua bukanlah manusia biasa. Yang aku khawatirkan adalah mereka akan menganggap kau dan aku adalah si vampir Edward dan Bella jika kita tetap tinggal dan berbaur dengan mereka semua. Itulah alasanku kenapa membawamu kemari.” Refald mencium mesra bibir Fey yang tersenyum senang akan keputusan suaminya. Ia sama sekali tidak keberatan tinggal disini asalkan ada Refald disisinya.


"Sekarang, kau yang demam twilight, bagaimana kau bisa menyamakan kehidupan kita dengan pasangan vampir fenomenal itu, hm?" Fey merebahkan kepalanya di dada Refald.

__ADS_1


"Aku ketularan dirimu, Honey. Kau pembawa virus," ujar Refald sambil mencium mesra bibir istrinya lagi. "Astaga!" seru Refald setelah ia selesai mencium Fey.


"Ada apa?" tanya Fey bingung melihat perubahan ekspresi suaminya.


"Kita harus kembali ke dunia nyata, Honey."


"Kenapa?" kedua alis Fey berkerut menatap wajah kesal suaminya.


"Pak Po, demit kesayanganmu itu sedang bikin ulah."


"Apa?" pekik Fey bingung, tapi jika melihat bagaimana reaksi Refald sepertinya, ia tidak main-main dengan ucapannya. "Dasar pak Po! Apalagi yang ia lakukan!"


***


Sementara di tempat lain, Pak Po masih saja menangis tersedu-sedu di atas pohon. Divani yang duduk disampingnya hanya diam menunggu sampai suaminya berhenti menangis sendiri. Karena percuma saja ia dihibur, toh tangisannya bukannya mereda malah lebih kencang.


"Jangan larang aku menangis, Di. Aku sedang bahagia," isak pak Po masih tersedu-sedu.


"Kalau kau menangis seperti itu yang ada kau itu terlihat sedih, bukan bahagia! Dasar kau ini. Masa mau jadi kakek masih saja cengeng," ledek Divani dan seketika pak Po berhenti menangis.


"Kau benar, Di. Aku akan jadi kakek, dan sebentar lagi, Raja juga akan punya anak dan cucu sekaligus. Aku tak boleh menangis seperti ini ... tapi ... huaaa ... aku masih terharu." Pak Po kembali menangis dan Divani hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah konyol suaminya.


Tiba-tiba, dari bawah jalan, lewatlah beberapa segerombolan anak muda sambil membawa kamera. Mereka semua merekam seluruh keadaan yang ada di sekeliling mereka termasuk Divani dan pak Po yang bertengger diatas pohon. Otomatis, istri pak Po itu merasa risih dan ia pun menghilang agar tak terekam ponsel para anak-anak muda itu.


Namun, lain halnya dengan pak Po. Karena dia lagi melow, makanya ia tidak peduli dengan apa yang dilakuan para anak-anak remaja di bawahnya. Dimata Refald dan seluruh keluarganya, wujud pak Po memanglah sangat lucu dan menggemaskan. Namun, lain halnya bila di mata manusia lainnya. Wujud pak Po benar-benar berbentuk pocong pada umumnya, yaitu seperti guling yang berwarna putih.


"Astagfirullah, ya Allah! Bro! Lihat itu Bro ... i-itu, Bro! Setannya nongol!" seru salah satu pemuda itu sambil menatap sosok pak Po yang terlihat mengerikan.


Rekan pemuda itupun menoleh kearah temannya menunjuk arah pak Po dan langsung paniklah semua orang ketika pak Po menampakkan wujudnya yang menakutkan. Tentu saja para pemuda-pemuda itu langsung lari tunggang langgang menjauh dari pak Po yang menatap tajam mereka semua.

__ADS_1


"Ya Allah, Allahumma bariklana fima rozaktana wakina adza bannar, ya Allah ... kok jadi salah doa!" teriak salah satu pemuda saking takutnya sampai baru sadar kalau doa yang ia ucapkan adalah doa makan.


Sontak rekan-rekannya yang lain kaget sampai ada yang terperosok ke dalam sungai. Namun mereka kembali bangun dan melanjutkan aksi lari mereka.


"Woy kamfret, lu salah doa!" teriak temannya sambil lari.


"Emang gue baca doa apaan, tadi?" tanya pemuda yang baru saja salah baca doa sambil gemetar.


"Doa, makan begoo! Pantesan aja pocongnya lari mendekat, bukannya lari menjauh! Lu salah baca doa, dudul!" sengal temannya yang lain dan mereka semua semakin memperkencang lari mereka karena pak Po mengejar para pemuda oon itu sambil tertawa senang melihat kepanikan mereka.


Namun, Refald datang dan menghadang aksi pak Po yang membuat takut warga dengan ekspresi marah. "Apa ... yang kau lakukan pak Po?" tanya Refald sambil menatap tajam pasukan dedemitnya.


"Raja ... saya ... hanya iseng saja dengan mereka. Lihatlah para pemuda itu raja, saking paniknya mereka, ada yang sampai salah baca doa, harusnya mereka baca ayat kursi, bukannya doa makan." pak Po tertawa terpingkal-pingkal di depan Refald dan tentu saja ... tanpa menunggu lama, Refald langsung menendang pak Po jauh ke atas langit-langit.


"Huaaaa ... Raja! Kenapa saya di tendang!" teriak pak Po yang semakin lama, lengkingan suaranya semakin menghilang.


"Kenapa kau melemparnya jauh begitu? Aku yakin, dia pasti kembali membawa banyak wanita seperti dulu," ujar Fey yang langsung berdiri di samping suaminya.


"Biarkan saja, siapa suruh dia isengin warga yang tidak bersalah." Refald dan Fey saling melempar senyum menertawai insiden lucu tadi. "Ayo kita kembali, Honey." Refald menggandeng tangan istrinya dan menghilang dari dunia fana ini ke tempat dunia Fey dan Refald.


Sebuah dunia dimana hanya akan ada Fey dan Refald saja. Keduanya akan mengarungi hidup bersama dan takkan pernah lagi terpisahkan selama-lamanya. Kisah cinta Fey dan Refald akan menjadi sejarah hidup bagi seluruh keluarganya, sebab mereka berdua berada dalam dua dunia. Satu dunia nyata dan satunya lagi dunia lain ciptaan Refald sendiri.


Sang raja dedemit tetap akan menjaga kedamaian dunia dan seluruh keluarganya. Ia akan datang jika diperlukan dan akan pergi bila sudah tidak dibutuhkan. Sosok Refald yang langka, akan selalu menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh keluarga dan pasukannya serta seluruh keturunan Refald.


THE END


****


wkwkwkwkwk, kali ini ....biar kalian nggak baper dan bisa cepat move on, aku buat ending kisah ini dengan adegan lucu dari pak Po, semoga terhibur ya .... hehehe.

__ADS_1


__ADS_2